Bus Tim Persib U-18 Diserang Oknum Suporter, Muhammad Farhan: Kami Prihatin dan Mengutuk Keras!

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengutuk aksi penyerangan terhadap bus yang membawa tim Persib U-18 dan ofisial tim di Batang, Jawa Tengah.

BolaCom | Erwin SnazDiterbitkan 12 Oktober 2026, 15:45 WIB
Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung, bereaksi dengan penyerangan bus tim Persib U-18 di Batang, Jawa Tengah. (Bola.com/Erwin Snaz)

Bola.com, Bandung - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengutuk keras insiden penyerangan yang diduga dilakukan oknum suporter terhadap rombongan Persib U-18 di Rest Area, Batang KM 330, Minggu (11-10-2026) malam WIB.

Tindakan kekerasan dan teror tersebut ditegaskan Muhammad Farhan tidak dapat dibenarkan dalam dunia olahraga.

Advertisement

"Kami dari Pemerintah Kota Bandung sangat prihatin dan mengutuk keras tindakan teror tersebut. Teror kekerasan bukanlah bagian dari olahraga," ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Senin (12-10-2026).

Menurutnya, penanganan kasus harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk mengusut dugaan perusakan barang serta tindakan kekerasan yang dialami sejumlah korban.

Orang nomor satu di Kota Bandung itu berharap kepolisian dapat mengungkap seluruh rangkaian kejadian dan menindaklanjutinya sesuai ketentuan hukum.


Perkuat Sistem Pengamanan

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. (Liputan6.com/Arya Prakasa)

Selain mendorong proses hukum, Pemkot Bandung bersama Askot PSSI Kota Bandung, lanjut Farhan, akan memberikan pendampingan kepada para korban, terutama para pemain yang mengalami tekanan akibat insiden tersebut.

"Pendampingan juga akan diberikan kepada keluarga pemain serta pihak lain yang terdampak, termasuk istri pelatih dan istri Pandu Persada (Media Officer Akademi Persib) yang turut mengalami kekhawatiran setelah kejadian," kata Farhan.

"Termasuk pendampingan psikologis bagi para atlet, para orang tua pemain, dan keluarga yang menjadi korban," imbuhnya.

Farhan mengatakan, pihaknya juga akan berdiskusi dengan manajemen Persib untuk memperkuat sistem pengamanan bagi tim junior dan akademi, khususnya ketika menjalani perjalanan ke luar kota.

Satu di antara langkah yang sedang dipertimbangkan dengan menugaskan personel TNI/Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mendampingi rombongan.


Jadi Perhatian Bersama

Ilustrasi Persib Bandung. (Bola.com/AI)

Langkah tersebut masih berupa gagasan awal yang akan dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait.

Lebih lanjut, Farhan memastikan tidak ada pemain yang mengalami luka fisik akibat insiden tersebut.

Meski begitu, situasi sempat memanas setelah sejumlah oknum suporter diduga masuk ke bus dan melontarkan provokasi kepada para pemain.

Dari rombongan tim, hanya Pandu Persada yang mengalami babak belur. Selain itu barang-barang yang berada di dalam bus tim Persib dijarah oknum suporter tersebut.

"Kami berharap insiden ini menjadi perhatian bersama, bahwa keamanan atlet harus menjadi prioritas dan rivalitas dalam olahraga tidak boleh berujung pada intimidasi maupun kekerasan," tegas Farhan.

Berita Terkait