Kobbie Mainoo Petik Pelajaran dari Minimnya Kesempatan Bermain di Era Ruben Amorim

Kobbie Mainoo mengungkap pelajaran kesabaran dan disiplin saat jarang bermain di era Ruben Amorim.

BolaCom | Aga Deta AndityaDiterbitkan 13 Oktober 2026, 09:37 WIB
Gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo. (Oli Scarff/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kobbie Mainoo mengungkapkan bahwa minimnya kesempatan bermain di Manchester United saat dilatih Ruben Amorim memberinya pelajaran penting tentang kesabaran dan kedisiplinan. Pengalaman tersebut membuatnya memahami pentingnya menjaga kondisi fisik serta terus bekerja keras meski belum mendapat kepercayaan penuh dari pelatih.

Mainoo sempat menjadi salah satu pemain muda andalan Manchester United setelah menembus tim senior pada masa kepemimpinan Erik ten Hag. Ia bahkan mencetak gol dalam kemenangan atas Manchester City di final Piala FA 2024.

Advertisement

Namun, kedatangan Amorim mengubah situasi sang gelandang di Old Trafford. Mainoo mencatatkan 40 penampilan selama dilatih pelatih asal Portugal itu, tetapi sebagian besar penampilannya dimulai dari bangku cadangan dan ia tidak pernah bermain penuh selama 90 menit di Premier League pada paruh pertama musim lalu.

Pada Agustus 2025, Mainoo sempat mengajukan permintaan untuk dipinjamkan ke klub lain karena peluang bermainnya semakin terbatas, tetapi Manchester United menolaknya. Setelah Amorim meninggalkan klub, Michael Carrick memberinya kesempatan tampil sebagai starter dalam derbi Manchester pada Januari, sebelum akhirnya menjadi pelatih permanen dan membantu Mainoo kembali berperan penting di tim.


Kesabaran Menjadi Pelajaran Berharga bagi Mainoo

Gelandang Manchester United asal Inggris bernomor punggung 37, Kobbie Mainoo, melakukan pemanasan sebelum pertandingan Liga Inggris antara Burnley dan Manchester United di Turf Moor, Burnley, barat laut Inggris pada 7 Januari 2026. (Oli SCARFF/AFP)

Masa-masa sulit bersama Amorim membuat Mainoo belajar untuk tidak terlalu memikirkan hal-hal yang berada di luar kendalinya. Ia memilih menjaga rutinitas dan mempersiapkan diri sebaik mungkin agar tetap berada dalam kondisi siap ketika kesempatan bermain datang.

Hal tersebut disampaikan Mainoo saat berbincang dengan mantan gelandang legendaris Clarence Seedorf menjelang pertandingan Manchester United melawan Atletico Madrid. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bagaimana periode sulit tersebut membantunya membangun kebiasaan yang lebih teratur dan meningkatkan kedisiplinan.

"Saya belajar banyak hal di luar lapangan, seperti kesabaran. Pengalaman itu banyak membantu saya membangun rutinitas," kata Mainoo.

"Saya hanya bisa mengendalikan hal-hal yang memang bisa saya kendalikan, yaitu rutinitas dan apa yang saya lakukan di luar lapangan agar tetap tajam dan berusaha menjaga kebugaran. Saya rasa hal itu juga sangat membantu saya dalam hal kedisiplinan," lanjutnya.


Mainoo Tidak Menyerah meski Jarang Dimainkan

Pelatih interim Manchester United, Michael Carrick, meninggalkan lapangan bersama Kobbie Mainoo dari Manchester United di akhir pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Liverpool di Manchester, Inggris, Minggu, 3 Mei 2026. (Foto AP/Dave Thompson)

Bagi Mainoo, menghadapi musim dengan menit bermain yang terbatas merupakan tantangan tersendiri. Ia mengakui situasi tersebut terasa berat, terlebih ketika belum mengetahui kapan peluang untuk kembali tampil reguler akan datang.

Meski demikian, gelandang berusia muda itu berusaha mempertahankan etos kerjanya selama menjalani latihan. Ia terus mempersiapkan diri dengan anggapan bahwa pertandingan berikutnya bisa menjadi kesempatan untuk kembali menunjukkan kemampuannya.

"Tidak, itu tidak mudah. Ketika Anda tidak bermain, musim terasa panjang dan bahkan ketika Anda tidak melihat kapan situasi itu akan berakhir, Anda harus terus berlatih dan bekerja seolah-olah pertandingan berikutnya adalah kesempatan Anda," ujar Mainoo.

"Jadi, itulah hal terpenting, yaitu tetap siap," imbuhnya.

Sumber: Manchester Evening News


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Berita Terkait