George Russell Sebut Red Bull Jadi Ancaman Terkuat di F1, Kimi Antonelli Punya Pandangan Berbeda

George Russell menilai Red Bull menjadi tim yang harus dikalahkan setelah tampil impresif dalam tiga seri terakhir.

BolaCom | Merisa AmandaDiterbitkan 13 Oktober 2026, 15:45 WIB
George Russell menyapa para penggemar usai memastikan diri menjadi yang tercepat dalam sesi kualifikasi F1 Singapura 2025 di Marina Bay Street Circuit, Singapura, Sabtu (4/10/2025). (AFP/Lillian SUWANRUMPHA)

Bola.com, Jakarta - Pembalap Mercedes, George Russell, mengakui Red Bull kini menjadi tolok ukur persaingan Formula 1 (F1) setelah menunjukkan peningkatan performa dalam tiga seri terakhir.

Namun, rekan setimnya di Mercedes, Kimi Antonelli, menilai timnya masih memiliki potensi yang belum sepenuhnya tergali dari pembaruan mobil W17.

Advertisement

Performa Max Verstappen dan Red Bull meningkat tajam sepanjang rangkaian balapan di Baku, Malaysia, dan Singapura. Verstappen finis hanya terpaut 0,196 detik dari Russell di Baku sebelum meraih kemenangan di Malaysia dan Singapura.

Red Bull membawa paket pembaruan besar untuk RB22 ke Grand Prix Azerbaijan. Perubahan tersebut langsung memberikan peningkatan performa yang terlihat di lintasan.

Russell mengakui Mercedes harus bekerja keras untuk mengejar rivalnya tersebut.

"Saat ini, mereka adalah tim yang harus dikalahkan," kata Russell, seperti dikutip dari Motorsport.com, Selasa (13/10/2026). 


George Russell Akui Performa Red Bull Mengesankan

Pembalap Red Bull Racing asal Belanda, Max Verstappen, membawa mobilnya kembali ke garasi saat ia mundur dari balapan selama Grand Prix Formula 1 Monako di sirkuit jalanan Monako, pada 7 Juni 2026. (Yves Herman/POOL/AFP)

Russell menilai peningkatan Red Bull patut diperhitungkan karena tim tersebut mampu tampil kompetitif di tiga sirkuit dengan karakteristik berbeda.

Menurut pembalap asal Inggris itu, Mercedes perlu fokus menemukan tambahan performa agar kembali bersaing di barisan depan.

Russell mengalami akhir pekan yang sulit di Singapura. Memulai balapan dari posisi ke-19 akibat penalti terkait komponen mesin, ia hanya mampu finis di urutan kesembilan.

Meski mengakui waktu yang hilang akibat strategi virtual safety car turut memengaruhi hasilnya, Russell menegaskan bahwa persoalan utama Mercedes adalah menemukan performa mobil yang lebih baik.


Mercedes Belum Maksimalkan Mobil Baru

Pembalap Mercedes asal Italia, Kimi Antonelli, yang meraih posisi pertama, merayakan kemenangannya dengan trofi di podium setelah berkompetisi di Grand Prix F1 Belgia di sirkuit Spa-Francorchamps, Spa, pada 19 Juli 2026. (Andrej ISAKOVIC/AFP)

Antonelli memiliki pandangan yang sedikit berbeda mengenai kebangkitan Red Bull. Pembalap Italia tersebut tidak menampik peningkatan rivalnya, tetapi menilai Mercedes juga belum berhasil memanfaatkan seluruh potensi paket pembaruan W17.

"Saya pikir sebagian besar masalahnya adalah kami belum memaksimalkan paket baru tersebut," ujar Antonelli.

Ia menambahkan Red Bull telah membuat kemajuan besar, sementara Verstappen terlihat semakin nyaman mengendarai mobilnya dan mampu mengeluarkan performa terbaik.

Mercedes memperkenalkan pembaruan mobil di Malaysia. Namun, hasilnya belum sesuai harapan, salah satunya karena karakter lintasan Sepang yang memiliki permukaan aspal sangat kasar.

Di Singapura, Russell menggunakan spesifikasi mobil lama, sedangkan Antonelli mengendarai mobil dengan pembaruan untuk membantu tim membandingkan performa keduanya.

Hasil awal menunjukkan paket baru itu memiliki potensi lebih besar. Kendati demikian, jendela pengoperasian mobil masih sangat sempit sehingga performanya sensitif terhadap cara pembalap mengemudi, melewati tikungan, dan mengerem.


GP Amerika Serikat Jadi Kesempatan Mercedes

Pembalap Mercedes asal Italia, Kimi Antonelli, memacu mobilnya saat sesi kualifikasi sprint menjelang Formula 1 GP Singapura di Sirkuit Marina Bay, Singapura, pada 9 Oktober 2026. (ANTHONY WALLACE / AFP)

Mercedes berharap dapat menemukan solusi saat menjalani Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of The Americas, Austin. Akhir pekan balapan tersebut menyediakan tiga sesi latihan bebas yang bisa dimanfaatkan untuk menguji berbagai pengaturan mobil.

Antonelli berharap timnya mampu menemukan konfigurasi yang tepat sehingga potensi pembaruan W17 bisa terlihat lebih jelas di lintasan.

"Saya berharap kami bisa menemukan cara untuk memanfaatkan seluruh potensi paket ini dan akhirnya melihat peningkatan yang dijanjikan," kata Antonelli.

Dengan demikian, performa Red Bull memang menjadi ancaman nyata bagi Mercedes. Namun, hasil beberapa seri terakhir belum sepenuhnya menggambarkan kemampuan maksimal W17.

Jika Mercedes berhasil mengatasi kendala pengoperasian mobil barunya, persaingan kedua tim berpeluang kembali berubah pada seri-seri berikutnya.

Sumber: Motorsport

 

Berita Terkait