Bola.com, Jakarta - PSSI melalui Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji mengapresiasi perhatian Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution terhadap pembinaan Timnas Indonesia kelompok umur. "Sebagai Ketua BTN, saya ucapkan rasa terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara. Beliau gubernur yang peduli terhadap perkembangan Timnas," ujar Sumardji.
Ia menilai dukungan Pemerintah Provinsi Sumut di bawah kepemimpinan Bobby Nasution tidak sebatas pernyataan. Komitmen itu dibuktikan dengan kesiapan Sumut menjadi tuan rumah beragam turnamen sepak bola kelompok usia, termasuk kompetisi berskala internasional.
Apresiasi tersebut disampaikan saat Sumardji membuka Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Sumut periode 2026–2030 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (12/10/2026). Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah merupakan faktor penting dalam mendukung pembinaan pemain muda. Pengembangan Timnas kelompok umur membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar program dan kompetisi berjalan berkelanjutan.
Ia mengaku telah berkeliling ke sejumlah daerah untuk meminta dukungan kepala daerah terhadap agenda Timnas Indonesia. "Saya sudah meminta dukungan ke gubernur yang lain untuk mendukung terselenggaranya Timnas, khususnya di kelompok umur, dengan cara-cara seperti yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara, tetapi saya belum menemukan itu," katanya.
Kehadiran Bobby Nasution Jadi Sorotan
Selain menyoroti komitmen program, Sumardji menekankan arti penting kehadiran Bobby Nasution di Kongres PSSI Sumut. Baginya, hadirnya orang nomor satu di Sumatera Utara menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap perkembangan sepak bola sekaligus memperkuat sinergi dengan organisasi sepak bola.
"Kongres sudah berjalan di beberapa provinsi, hanya di sini gubernur mau hadir. Berarti ini komitmen Pak Gubernur untuk sepakbola kita," tegas Sumardji.
Dukungan tersebut juga tercermin dari beragam agenda sepak bola yang berlangsung di Sumatera Utara selama kepemimpinan Bobby Nasution.
Pada Agustus 2025, Sumatera Utara menjadi tuan rumah Piala Kemerdekaan 2025 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang. Turnamen tersebut menjadi ajang pemanasan Timnas Indonesia U-17 menuju Piala Dunia U-17 dan diikuti empat tim.
Setahun kemudian, Sumut kembali dipercaya menyelenggarakan ASEAN U-19 Boys Championship atau Piala AFF U-19 2026 pada 1–14 Juni 2026. Sebanyak 11 negara berpartisipasi dalam turnamen tersebut dengan menggunakan tiga stadion, yakni Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Madya 1 di Deli Serdang, serta Stadion Teladan Medan.
Penyelenggaraan dua turnamen itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan kompetisi internasional di Sumatera Utara sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan perkembangan sepak bola usia muda.
Liga 4 Jadi Jalur Pembinaan Klub Daerah
Selain agenda Timnas kelompok umur, kompetisi lokal di Sumatera Utara turut menopang pembangunan ekosistem sepak bola daerah.
Pada Liga 4 zona Sumut 2025, Victory Dairi keluar sebagai juara setelah mengalahkan PS Kwarta Deli Serdang dengan skor 1-0 pada partai final di Stadion Mini, Deli Serdang.
Kedua klub tersebut kemudian melaju ke Liga 4 tingkat nasional. Kompetisi ini menjadi salah satu jalur bagi klub-klub daerah untuk mengembangkan pemain sekaligus menguji kemampuan mereka di level yang lebih tinggi.
Sumardji berharap dukungan yang ditunjukkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat menginspirasi daerah lain untuk ikut berkontribusi terhadap perkembangan sepak bola nasional. "Semoga ke depan banyak lagi pemerintah daerah yang peduli terhadap sepakbola. Saya jadi semangat jika begini," ucapnya.
Bobby Nasution Ingin Sumut Berprestasi
Sementara itu, Bobby Nasution berharap kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan PSSI Sumut dapat terus berlanjut. Ia mendorong kolaborasi yang lebih kuat untuk menghadirkan berbagai agenda sepak bola nasional maupun internasional di wilayahnya.
Namun, Bobby juga menekankan pentingnya menjadikan penyelenggaraan turnamen sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi sepak bola Sumatera Utara.
Menurutnya, keberhasilan menghadirkan kompetisi perlu diikuti pembinaan yang mampu melahirkan pemain berkualitas dan membawa prestasi bagi daerah.
"Event sudah baik, tinggal bagaimana caranya Sumut bisa mendapatkan piala melalui PSSI," kata Bobby.
Dengan dukungan pemerintah daerah, penyelenggaraan kompetisi, serta pembinaan pemain secara berkelanjutan, Sumatera Utara diharapkan dapat terus berkontribusi dalam pengembangan sepak bola Indonesia, mulai dari kelompok umur hingga level senior.