MotoGP Wajibkan Pembalap Ikut Hero Walk Mulai Mandalika 2026, Denda 5.000 Euro

MotoGP mewajibkan pembalap hadir di 'Hero Walk' mulai Mandalika Oktober 2026; denda awal 5.000 Euro (sekitar Rp 84 juta–Rp 100 juta).

BolaCom | ThomasDiterbitkan 13 Oktober 2026, 20:26 WIB
Pembalap Honda, Marc Marquez, berhalan di MotoGP Hero Walk Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Minggu (15/10/2023). (Bola.com/Benediktus Gerendo Pradigdo)

Bola.com, Jakarta - MotoGP telah memberlakukan regulasi baru yang mengharuskan para pembalap berpartisipasi dalam acara jumpa penggemar. Aturan ini akan mulai diterapkan secara resmi pada putaran MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika pada Oktober 2026.

Keputusan dibuat oleh MotoGP Sports Entertainment Group setelah ada kekhawatiran terkait kurangnya komitmen sebagian pembalap dalam menghadiri kegiatan promosi dan interaksi dengan basis penggemar sepanjang musim. Interaksi langsung antara pembalap dan penggemar dianggap penting bagi citra komersial dan daya tarik global kejuaraan.

Advertisement

Tujuan aturan baru ini adalah meningkatkan pertumbuhan ajang, membuat bintang MotoGP lebih mudah diakses penggemar dan sponsor, serta meningkatkan visibilitas kejuaraan. Pendekatan serupa telah diterapkan di Formula 1 selama tiga dekade terakhir, termasuk kewajiban menghadiri konferensi pers.


Aturan Wajib 'Hero Walk' Dan Sanksi Finansial

Ratusan penonton terseleksi menunggu kedatangan para rider MotoGP. Para pembalap melakukan interaksi dengan para fan yang sudah menunggu di acara MotoGP Hero Walk, di Sirkuit Mandalika, Lombok, Minggu (29/9/2024). Mereka berinteraksi sebelum balapan.

Regulasi menitikberatkan pada acara bertajuk 'MotoGP Hero Walk', sesi interaksi yang memungkinkan penggemar bertemu, berfoto, dan mendapatkan tanda tangan langsung dari pembalap. Acara ini sudah menjadi bagian dari rangkaian MotoGP sejak tahun 2023.

Pelaksanaan 'Hero Walk' biasanya dijadwalkan pada Minggu pagi, tepat setelah parade pembalap (Riders Parade) dan sebelum balapan Moto3 dimulai. Durasi total sesi ini sekitar 20 menit, dengan setiap pembalap diwajibkan hadir minimal selama 10 menit.

Jika seorang pembalap tidak memenuhi durasi kehadiran minimum, akan dikenakan denda awal sebesar 5.000 Euro. Jumlah tersebut setara dengan kisaran Rp 84 juta hingga Rp 100 juta. Besaran denda akan meningkat untuk setiap pelanggaran berikutnya, dan sanksi olahraga yang lebih berat dapat diberlakukan bila pelanggaran terus berulang.


Kritik Dari Marc Marquez Dan Pedro Acosta

Aturan ini mendapat respons beragam dari para pembalap. Juara dunia MotoGP Marc Marquez menyatakan ketidaksetujuannya dan menilai ada cara lain untuk meningkatkan popularitas tanpa membebani pembalap secara berlebihan. "Kami memiliki pertunjukan di lintasan," ujarnya.

Sebelumnya, Marquez sempat menjadi sorotan karena tidak mengikuti acara karting promosi di Jepang, dengan alasan perlu mengistirahatkan bahunya, dan mengirimkan pemeran pengganti.

Pebalap lain, Pedro Acosta, juga melontarkan peringatan. Ia mengatakan bahwa jika MotoGP tidak memberi lebih banyak ruang bagi pembalap, "legenda akan keluar dari paddock dan tidak ingin kembali." Meski demikian, beberapa pembalap tetap terlihat menyapa penggemar di Mandalika, bahkan dalam kondisi cuaca yang terik.

Berita Terkait