Bola.com, Jakarta - Jose Mourinho kembali ke Roma dengan membawa kenangan manis sekaligus kontroversi yang melekat sepanjang kariernya.
Kali ini, pelatih asal Portugal tersebut datang ke Stadio Olimpico untuk memimpin Real Madrid menghadapi mantan klubnya pada laga Liga Champions, Kamis (15/10/2026) dini hari WIB.
Pertandingan ini menjadi momen emosional bagi Mourinho. Ia masih dicintai para pendukung AS Roma setelah membawa klub ibu kota Italia itu menjuarai UEFA Conference League 2022 dan mencapai final Liga Europa pada musim berikutnya.
Namun, kepulangannya juga berlangsung ketika Mourinho kembali menjadi sorotan akibat sejumlah kontroversi terkait wasit di Spanyol.
Real Madrid pun sedang berjuang menemukan konsistensi di tengah performa Barcelona yang tengah menanjak.
Mourinho Kembali ke Roma Setelah 2 Kali Tembus Final Eropa
Mourinho meninggalkan Roma sekitar dua setengah tahun lalu setelah periode yang penuh gejolak, tetapi juga menghadirkan kesuksesan.
Salah satu pencapaian terbesarnya adalah mengantarkan Giallorossi meraih gelar Conference League pada 2022.
Semusim berselang, Mourinho kembali membawa Roma ke final kompetisi Eropa, kali ini di Liga Europa. Sayangnya, mereka harus mengakui keunggulan Sevilla melalui adu penalti.
Pelatih Roma saat ini, Gian Piero Gasperini, memperkirakan para suporter akan memberikan sambutan khusus kepada Mourinho sebelum pertandingan dimulai.
"Ini sesuatu yang memang pantas didapatkannya. Para penggemar benar-benar mencintainya sehingga dia layak menerima penghormatan apa pun yang mereka berikan," ujar Gasperini.
"Namun, begitu pertandingan dimulai, saya pikir mereka akan melupakan perasaan tersebut dan masyarakat Roma akan sepenuhnya mendukung tim mereka," lanjutnya.
Laga ini juga menjadi pertandingan kandang pertama Roma di Liga Champions dalam tujuh setengah tahun.
Kali terakhir mereka menjamu Porto di babak 16 besar pada Februari 2019, Roma menang 2-1, tetapi kemudian tersingkir setelah kalah 1-3 pada leg kedua.
Kontroversi Wasit Kembali Membayangi Mourinho
Kembalinya Mourinho ke Roma berlangsung di tengah sorotan terhadap sikapnya terhadap perangkat pertandingan.
Pelatih Real Madrid itu sebelumnya tidak menghadiri konferensi pers wajib setelah pertandingan melawan Villarreal pada Sabtu.
Dalam laga itu, gol Vinicius Junior dianulir sebelum penyerang Brasil itu menerima kartu merah langsung karena menarik rambut pemain Villarreal.
Kontroversi itu terjadi setelah Real Madrid meminta pergantian presiden La Liga, dengan menilai komentar Javier Tebas mengenai keluhan klub terhadap wasit sebagai sesuatu yang "tidak dapat ditoleransi".
Javier Tebas sebelumnya mengkritik Madrid karena menyerang perangkat pertandingan setelah kekalahan 1-2 dari Atletico Madrid sebelum jeda internasional.
Usai derbi tersebut, Mourinho membawa selembar kertas berisi foto-foto ke konferensi pers. Ia menilai ada dua insiden yang seharusnya membuat pemain Atletico menerima kartu merah.
"Ada dua kartu merah yang jelas," kata Mourinho ketika mempersoalkan keputusan wasit dalam pertandingan tersebut.
Ia juga menghabiskan hampir lima menit untuk mengeluhkan sejumlah kejadian yang dianggapnya janggal, baik pada musim ini maupun sebelumnya.
Mourinho pernah menerima hukuman larangan mendampingi tim dalam empat pertandingan kompetisi Eropa dari UEFA setelah secara verbal menyerang wasit final Liga Europa 2023, ketika Roma kalah dari Sevilla.
Ia juga mendapat hukuman larangan mendampingi tim dalam laga terakhirnya bersama Roma melawan AC Milan pada Januari 2024.
Gasperini Bawa Roma dengan Pendekatan Berbeda
Di bawah Gasperini, AS Roma mengusung pendekatan permainan yang berbeda dibandingkan era Mourinho.
Mantan pelatih Atalanta itu membawa Giallorossi finis di empat besar pada musim pertamanya, pencapaian yang tidak mampu diwujudkan Mourinho selama tiga musim menangani klub itu.
Setelah sembilan tahun sukses bersama Atalanta, Gasperini berusaha membangun Roma menjadi tim yang lebih menyerang.
Pendekatan itu berlawanan dengan karakter permainan Jose Mourinho yang dikenal lebih mengutamakan pertahanan.
"Jose meninggalkan kenangan luar biasa dan rasa sayang yang mendalam dari banyak orang terhadap dirinya sebagai pelatih," ujar Gasperini.
"Namun, tim kami sekarang memiliki karakter berbeda, sangat berbeda dari tim yang bermain di bawah Mourinho, meskipun jarak waktunya belum terlalu lama," tambahnya.
Roma juga memiliki Donyell Malen yang menjadi salah satu tumpuan di lini depan.
Penyerang tersebut memimpin daftar pencetak gol Serie A dengan enam gol dalam enam laga, meski baru menerima kartu merah pertama sepanjang kariernya ketika AS Roma bermain imbang 0-0 melawan Como.
Malen juga pernah tampil untuk Borussia Dortmund saat menghadapi Real Madrid pada final Liga Champions 2024, ketika klub Jerman itu kalah dan Real Madrid meraih gelar ke-15 dalam sejarah kompetisi itu.
Mbappe Berpeluang Pecahkan Rekor Lionel Messi
Selain kepulangan Jose Mourinho, pertandingan di Stadio Olimpico juga berpotensi menjadi momen bersejarah bagi Kylian Mbappe.
Penyerang Real Madrid itu diperkirakan mencatat penampilan ke-100 di Liga Champions. Jika tercapai, Mbappe akan menjadi pemain termuda yang mencapai tonggak tersebut pada usia 27 tahun.
Rekor sebelumnya dipegang Lionel Messi, yang mencatat penampilan ke-100 di kompetisi elite Eropa itu ketika berusia 28 tahun dalam pertandingan melawan Roma pada September 2015.
Bagi Real Madrid, laga ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menjaga momentum di Liga Champions setelah sebelumnya meraih kemenangan 2-1 atas Inter Milan.
Pertandingan melawan Roma juga menjadi duel kedua secara beruntun bagi Mourinho di Liga Champions menghadapi mantan klubnya dari Italia.
Kepulangan Mourinho ke Stadio Olimpico pun menghadirkan dua cerita besar: kenangan atas keberhasilannya bersama Roma dan kontroversi yang kembali mengiringi perjalanan kariernya di Real Madrid.
Sumber: TSN