Bola.com, Jakarta - Jose Mourinho akan mengesampingkan kecintaannya kepada AS Roma selama 90 menit ketika Real Madrid menghadapi mantan klubnya di Stadio Olimpico, Kamis (15-10-2026) dini hari WIB.
Duel ini menjadi momen istimewa di kubu tuan rumah karena menandai kembalinya atmosfer Liga Champions ke markas Giallorossi setelah tujuh tahun.
Mourinho memang memiliki kenangan manis bersama Roma, ia membawa klub ibu kota Italia itu menjuarai Conference League tahun 2022 dan mencapai final Liga Europa setahun kemudian.
Namun, Roma gagal meraih trofi setelah kalah adu penalti dari Sevilla.
Kini, Mourinho kembali ke Olimpico dengan misi berbeda. Bersama Real Madrid, ia bertekad mengalahkan mantan klubnya dan membawa Los Blancos meraih hasil positif di Liga Champions.
"Para penggemar Roma ingin memenangkan pertandingan ini, dan saya juga. Cinta itu terlupakan selama pertandingan,” ujar Mourinho via DPA International.
"Ini akan menjadi pertandingan seperti pertandingan lainnya. Saya harus melupakan di mana saya berada dan siapa lawan saya. Bagi saya, ini hanya pertandingan biasa," tambahnya.
Yakin Sama-Sama Lolos
Mourinho optimistis Roma dan Real Madrid sama-sama mampu melaju ke fase berikutnya di Liga Champions.
"Saya pikir Roma dan Real Madrid akan lolos. Mungkin nanti saya akan kembali ke sini untuk bermain di perempat final," katanya.
Real Madrid datang ke pertandingan ini setelah melewati periode yang tidak sepenuhnya mulus. Mereka sempat menelan kekalahan dari rival sekota, Atletico Madrid, sebelum jeda internasional di kompetisi domestik.
Los Blancos kemudian bangkit dengan kemenangan tipis 1-0 atas Villarreal, Minggu (11-10-2026).
Namun, Mourinho sempat menjadi sorotan setelah menolak menghadiri konferensi pers usai pertandingan sebagai bentuk protes atas kartu merah yang diterima Vinicius Junior pada penghujung laga.
Percaya Wasit
Di sisi lain, saat konferensi pers menjelang duel kontra Roma, pelatih asal Portugal itu terlihat lebih tenang saat membahas kinerja perangkat pertandingan.
"Saya percaya kepada semua wasit, baik di LaLiga maupun Liga Champions. Sebelum pertandingan, saya selalu memiliki perasaan yang baik terhadap para wasit," ucapnya.
"Saya berharap semuanya berjalan lancar bagi semua orang. Saya tidak memiliki perasaan negatif apa pun," lanjut Mourinho.
Mengukur Kekuatan Real Madrid
Di sisi lain, pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, menyadari besarnya tantangan menghadapi Real Madrid.
Namun, ia lebih memilih menjadikan pertandingan ini sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuan timnya di hadapan salah satu terkuat di Eropa.
"Agak sulit membandingkan diri kami dengan Real Madrid, mengingat apa yang mereka wakili di seluruh dunia. Mereka adalah klub paling sukses dan memiliki penggemar terbanyak di planet ini,” ujar Gasperini.
Ia menambahkan Roma baru saja menghadapi Inter dan Como, yang juga termasuk tim terbaik di Italia. Kini, mereka akan menguji kemampuan melawan lawan dengan level persaingan yang lebih tinggi.
"Tujuan kami adalah mengukur kemampuan melawan mereka dan melihat seberapa kompetitif kami," kata Gasperini.
Sumber: DPA