Ducati Bantah Motor MotoGP 2026 Dikembangkan Khusus untuk Marc Marquez

Ducati menepis klaim motor MotoGP 2026 dibuat khusus untuk Marc Marquez.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 14 Oktober 2026, 15:30 WIB
Marc Marquez beraksi di MotoGP Aragon 2026 (AFP)

Bola.com, Jakarta - Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, membantah anggapan Desmosedici GP untuk MotoGP 2026 dikembangkan dengan mengutamakan Marc Marquez.

Ia menegaskan, setiap pembalap mendapat kesempatan memilih komponen yang sesuai kebutuhannya.

Advertisement

Marquez kini menjadi satu-satunya pembalap Ducati di lima besar klasemen sementara, dengan lima seri tersisa. Fabio Di Giannantonio dari VR46 menempati posisi keenam, terpaut lebih dari 100 poin dari Marquez.

Situasi tersebut memunculkan dugaan Ducati lebih berfokus pada kebutuhan juara dunia sembilan kali itu dalam pengembangan motor.

Namun, Tardozzi menyebut anggapan tersebut tidak sesuai dengan proses yang dijalankan tim.

"Saya sama sekali tidak setuju dengan anggapan bahwa Marc Marquez mengarahkan pengembangan motor agar sesuai dengan dirinya. Hal itu sama sekali tidak benar," kata Tardozzi kepada Sky Sport Italia, dilansir Motorsport.


Penjelasan Tardozzi

Pimpinan Eksekutif Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, mengamati situasi dari area pit saat sesi latihan bebas menjelang Grand Prix MotoGP Prancis di Le Mans, Prancis barat laut, pada 8 Mei 2026. (Loic VENANCE/AFP)

Ia mengaku mengetahui komponen yang dibawa ke lintasan serta pilihan setiap pembalap.

Menurutnya, Ducati memiliki sumber daya untuk menyesuaikan motor dengan kebutuhan masing-masing, termasuk Francesco Bagnaia, meski upaya yang dilakukan untuk pembalap Italia itu belum membuahkan hasil sesuai harapan.

Tardozzi mencontohkan perbedaan komponen yang digunakan Bagnaia dan Marquez.

Keduanya memakai desain bodi fairing berbeda, sementara dalam periode cukup panjang, konfigurasi aerodinamika lengan ayun mereka juga tidak sama.

Ia menambahkan, Alex Marquez dan Di Giannantonio juga memiliki kesempatan memilih solusi teknis yang paling sesuai.

Ducati, tegasnya, tidak membuat motor khusus untuk Marquez lalu menerapkan paket yang sama kepada seluruh pembalap.


Ducati Pertahankan Peluang Juara

Marc Marquez beraksi di MotoGP Indonesia 2026 (AFP)

Aprilia mendominasi MotoGP Mandalika 2026 dengan menempatkan empat pembalapnya di posisi teratas.

Meski begitu, Ducati mampu mempertahankan jarak dua poin dari pemimpin klasemen, Jorge Martin, melalui hasil yang diraih Marc Marquez.

Sebelum MotoGP Jepang, Tardozzi telah menyebut kehilangan sekitar 10 poin di Mandalika sebagai hasil yang masih bisa diterima.

Sirkuit di NTB tersebut memang tidak dikenal sebagai lintasan yang paling cocok bagi Marquez maupun Desmosedici GP.

"Jika hanya melihat hasil, kami datang dengan selisih dua poin dan pulang dengan selisih yang sama. Bagi kami, itu sebuah keberhasilan," aku Tardozzi.

Ia mengakui Aprilia tampil jauh lebih kuat daripada Ducati di Mandalika. Timnya berharap selisih performa kedua pabrikan tidak sebesar yang terlihat sepanjang akhir pekan.

Tardozzi menilai MotoGP Australia di Phillip Island akan menjadi ujian berikutnya. Sejumlah tikungan panjang di sirkuit itu berpotensi menguntungkan Aprilia berkat cengkeraman motornya ketika menikung dengan sudut kemiringan maksimal.

Kendati menghadapi persaingan ketat, Tardozzi menilai peluang Ducati merebut gelar masih terbuka. Dengan 185 poin tersisa dan jarak dua poin dari Martin, ia memilih menjalani persaingan satu balapan demi satu balapan.


Tak Persoalkan Strategi Aprilia

Pembalap Aprilia Racing asal Spanyol, Jorge Martin (kiri) dan pembalap Ducati Lenovo Team asal Spanyol, Marc Marquez (kanan), berkompetisi selama Grand Prix MotoGP Thailand di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 1 Maret 2026. (Lillian SUWANRUMPHA/AFP)

Tardozzi juga menanggapi kemungkinan Aprilia meminta pembalap satelitnya, termasuk yang membela Trackhouse Racing, membantu Martin dalam persaingan melawan Marquez.

Menurutnya, Aprilia berhak memberikan instruksi kepada para pembalapnya demi kepentingan tim. Ia bahkan menganggap langkah tersebut wajar dilakukan dalam perebutan gelar juara dunia.

"Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan di 'rumah' orang lain. Mereka berhak memberikan instruksi kepada para pembalapnya. Saya tidak ragu mereka akan melakukannya cepat atau lambat karena menurut saya, langkah itu wajar dan masuk akal. Saya juga akan melakukan hal yang sama," kata Tardozzi.

Ia menegaskan Ducati selama ini berupaya memperlakukan seluruh pembalap secara setara, termasuk mereka yang membela tim satelit ketika bersaing dengan pembalap tim pabrikan.

Berbeda dengan situasi persaingan internal Ducati, Aprilia kini menghadapi pabrikan rival dalam perebutan gelar sehingga Tardozzi memahami kemungkinan adanya instruksi tim.

 

Sumber: Motorsport

Berita Terkait