Inter Milan Ditekuk Club Brugge di Liga Champions, Cristian Chivu Pasang Badan: Orang Pertama yang Bertanggung Jawab

Chivu mengaku khawatir usai Inter Milan dikalahkan Club Brugge dikandang sendiri pada lanjutan Liga Champions.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 14 Oktober 2026, 20:45 WIB
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu tampak gembira usai timnya menang atas Como dalam lanjutan Serie A, Senin (13/4/2026) dini hari WIB. (AFP/Cruciatti Piero)

Bola.com, Jakarta - Kekalahan menyakitkan harus ditelan Inter Milan saat menjamu Club Brugge dalam ajang Liga Champions, Rabu (14/10/2026).

Bertanding di hadapan pendukung sendiri, skuad asuhan Cristian Chivu menyerah dengan skor tipis 3-4 setelah melewati drama tujuh gol yang menguras emosi.

Advertisement

Hasil minus ini memperpanjang catatan buruk Nerazzurri di panggung tertinggi sepak bola Eropa tersebut.

Cristian Chivu bahkan terang-terangan menyebut rekor timnya yang menelan tujuh kekalahan dari delapan laga terakhir di Liga Champions sebagai tren yang sangat mengkhawatirkan.

Pertandingan sejatinya berjalan sangat sengit sejak menit awal.

Inter Milan sempat membalas gol lewat aksi impresif Lautaro Martinez yang mencetak dua gol serta tembakan melengkung Ange-Yoan Bonny, tapi hattrick luar biasa dari Nicolo Tresoldi memastikan poin penuh untuk tim tamu.


Kehilangan Kontrol Permainan

Penyerang Club Brugge asal Jerman #07 Nicolo Tresoldi mencetak gol penalti pada pertandingan hari ke-2 putaran pertama Liga Champions UEFA antara Inter Milan dan Club Brugge di stadion San Siro di Milan, pada 14 Oktober 2026. (Marco BERTORELLO/AFP)

Setelah pertandingan berakhir, Chivu mengakui timnya kehilangan kontrol permainan akibat rasa frustrasi.

Keputusan serta koordinasi antarpemain mulai berantakan, khususnya ketika memasuki paruh kedua pertandingan saat berupaya mengejar keunggulan lawan.

"Pertandingan berjalan intens di babak pertama, tapi kami kebobolan dari skema serangan balik yang berawal dari sepak pojok kami sendiri. Kebobolan itu terjadi karena organisasi permainan kami kurang rapi," ujar Cristian Chivu kepada Sky Sport Italia.

Ia menambahkan ketidakmampuan memanfaatkan peluang emas membuat para pemain bermain terburu-buru.

"Kami sempat bangkit dan memulai babak kedua dengan baik. Namun, setelah membuang dua peluang emas, rasa frustrasi mulai muncul, kami kehilangan keseimbangan, dan semuanya menjadi berantakan setelah skor berubah 2-1," tambahnya.


Rapuhnya Lini Pertahanan Inter Milan

Duel Mattia Zaccagni dengan Manuel Akanji di laga Inter Milan vs Lazio di giornata 11 Serie A 2025/2026 di Giuseppe Meazza, Senin (10/11/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Luca Bruno)

Lini pertahanan Inter Milan memang menjadi sorotan tajam sepanjang musim ini.

Meskipun tidak memiliki kendala dalam mencetak gol, benteng pertahanan Nerazzurri terbukti rapuh setelah kebobolan 14 gol hanya dalam delapan pertandingan awal di Serie A dan Liga Champions.

Chivu menegaskan evaluasi mendalam harus segera dilakukan oleh jajaran pelatih. Kegagalan menjaga kerapatan antarlini dan ketidaksiapan mengantisipasi transisi cepat lawan menjadi celah fatal yang kerap dimanfaatkan oleh tim-tim lawan di level Eropa.

Sebagai juru taktik, Chivu secara terbuka pasang badan dan bertanggung jawab penuh atas rentetan hasil buruk yang menimpa timnya.

Menurutnya, aspek mental dan taktik harus segera dibenahi agar Inter Milan mampu bangkit pada sisa pertandingan fase grup.

"Saya orang pertama yang harus bertanggung jawab karena mungkin belum bisa memberikan ketenangan dan keseimbangan yang tepat sebelum pertandingan. Di Liga Champions, intensitasnya sangat beda dan detail kecil akan menentukan hasil akhir," ujar Chivu.

Meskipun peluang lolos semakin berat, Chivu meminta anak asuhnya untuk tetap menjaga optimisme.

Dengan enam laga tersisa di fase grup, Inter Milan berkomitmen untuk segera membenahi ketenangan dan kedisiplinan permainan demi mengamankan tiket ke babak berikutnya.

Sumber: Football Italia

 

Berita Terkait