Gareth Southgate Mungkin Tidak Akan Pernah Melatih Lagi

Gareth Southgate isyaratkan tak akan kembali melatih, akui sudah kehilangan hasrat di sepak bola.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 16 Oktober 2026, 08:15 WIB
Catatan terbaik Gareth Southgate saat menukangi Timnas Inggris adalah mencapai semifinal Piala Dunia 2018 dan runner up Euro 2020. Dengan banyaknya pemain bintang di Skuad The Three Lions, ia diharapkan mampu berbicara lebih di Piala Dunia 2022 Qatar nanti. Southgate diketahui merupakan salah satu pelatih dengan gaji paling mahal di perhelatan terbesar di dunia itu. Ia tercatat menerima upah sebesar 4,9 juta pound per tahun. (AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Jakarta - Gareth Southgate mengisyaratkan dirinya mungkin tidak akan kembali menangani klub maupun tim nasional.

Mantan manajer Timnas Inggris itu mengaku sudah tidak lagi memiliki keinginan yang sama untuk terlibat dalam sepak bola setelah meninggalkan jabatannya pada 2024.

Advertisement

Southgate mundur setelah Timnas Inggris kalah dari Spanyol pada final Euro 2024.

Keputusan itu mengakhiri kiprahnya selama delapan tahun bersama The Three Lions, periode ketika Inggris dua kali mencapai final Piala Eropa dan menembus semifinal Piala Dunia 2018.

Sejak meninggalkan Timnas Inggris, Southgate sempat dikaitkan dengan sejumlah posisi kepelatihan, termasuk di Manchester United.

Namun, dalam wawancara di acara "The Amol Rajan Connection", ia mengaku belum melihat kemungkinan kembali menangani klub di Liga Inggris.

"Saya tidak melihat skenario yang membuat saya melakukan itu. Menjelang akhir masa jabatan bersama Inggris, saya mulai tidak menikmati pekerjaan itu, setidaknya untuk sementara. Kemenangan memang membuat Anda terus bertahan," ujar Southgate, dikutip dari Mirror.


Lama Tak Nonton Sepak Bola

Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate usai gagal membawa The Three Lions jadi juara Euro 2024. (JAVIER SORIANO / AFP)

Ia mengungkapkan, pada penghujung masa baktinya, kemenangan bahkan tidak lagi memberikan kepuasan dalam waktu lama.

"Pada akhirnya, saya bahkan tidak menikmati kemenangan lebih dari beberapa menit. Karena itu, saya hampir tidak menonton sepak bola," tuturnya.

Southgate mengatakan, dirinya terakhir kali datang ke stadion untuk menyaksikan Crystal Palace, klub yang didukungnya, meraih trofi pertama dalam sejarah mereka di final Piala FA.

Setelah pertandingan itu, ia mengaku belum kembali mengunjungi stadion sepak bola.

"Jadi, keinginan saya untuk terlibat dalam sepak bola sudah berubah," kata Southgate.


Menikmati Kehidupan di Luar Sepak Bola

Gareth Southgate. Pelatih berusia 51 tahun yang masih menjabat sebagai pelatih Timnas Inggris ini sukses membawa Three Lions menjadi runner-up di ajang Euro 2020 lalu. Sebelumnya, ia pernah membesut Middlesbrough pada 2006 hingga 2009 dan Inggris U-21 pada 2013 hingga 2016. (AFP/Pool/Frank Augstein)

Di luar dunia kepelatihan, Southgate mengisi waktunya dengan berbagai kegiatan. Ia sempat bertugas sebagai pengamat teknis UEFA dan kini menjadi dosen tamu di Harvard Business School.

Southgate mengaku menikmati 18 bulan terakhir dalam kehidupannya. Ia juga menyinggung perubahan besar dalam cara memandang diri sendiri setelah puluhan tahun menjalani karier di sepak bola.

"Selama 37 tahun, cara saya memandang diri sendiri bergantung pada apakah saya menang atau kalah pada Sabtu," ucapnya.

Kini, Southgate menikmati kesempatan untuk mengenal berbagai bidang di luar sepak bola. Ia bertemu dengan politikus dan orang-orang dari industri media, sekaligus mempelajari kepemimpinan dari beragam perspektif.

"Saya juga bepergian ke berbagai negara untuk mempelajari banyak hal. Saya menikmati pengalaman menjalani babak kehidupan yang berbeda," tambahnya.


Perjalanan Southgate Bersama Timnas Inggris

Timnas Inggris dipastikan tidak memiliki pelatih kepala untuk saat ini. Pasalnya Gareth Southgate memutuskan mundur dari jabatannya pasca Inggris kalah di Final Euro 2024. (AP Photo/Matthias Schrader, File)

Southgate ditunjuk menggantikan Roy Hodgson sebagai manajer Timnas Inggris pada 2016. Pada turnamen besar pertamanya, Piala Dunia 2018, ia membawa Inggris melaju hingga semifinal sebelum dikalahkan Kroasia.

Dua tahun kemudian, Inggris mencapai final Euro 2020, tetapi harus mengakui keunggulan Italia melalui adu penalti.

Southgate kembali membawa The Three Lions ke partai puncak Euro 2024, tetapi kali ini Spanyol menjadi penghalang setelah menang di final.

Southgate kemudian meninggalkan jabatannya setelah turnamen itu dan digantikan Thomas Tuchel.

Pelatih asal Jerman tersebut menjalani turnamen pertamanya bersama Inggris pada musim panas ini dan kembali mengantar tim mencapai semifinal.

 

Sumber: Mirror