Bola.com, Jakarta - PSIM Yogyakarta resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Jean-Paul van Gastel. Keputusan itu diumumkan langsung oleh Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, di Gedung Graha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta, Sabtu (17/10/2026) sore WIB.
Langkah ini diambil setelah manajemen melakukan evaluasi menyusul kekalahan 1-2 dari PSM Makassar pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (16/10/2026).
Hasil tersebut memperpanjang tren negatif Laskar Mataram pada awal musim ini. PSIM telah menelan empat kekalahan beruntun dan belum meraih satu pun kemenangan dari lima laga yang dijalani.
"Saya mengucapkan permohonan maaf saya sebesar-besarnya atas performa yang belum bisa membahagiakan kita semua," ujar Liana.
"Namun perlu diketahui bahwasanya kinerja baik energi dan jiwa saya perlu kalian ketahui tidak pernah pernah letih untuk membawa tim kebanggaan kita ini bertahan di Liga 1," sambungnya.
Prioritaskan Keberlangsungan PSIM
Wanita berusia 43 tahun itu menjelaskan keputusan berpisah dengan Van Gastel merupakan bagian dari langkah manajemen dalam merespons situasi yang sedang dihadapi tim.
Ia menegaskan tanggung jawabnya sebagai direktur utama tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan, tetapi juga memastikan PSIM tetap berjalan dan mampu menghadapi tantangan ke depan.
"Menanggapi situasi yang memang belum bisa membawa PSIM ini meraih kemenangan, pernyataan saya sangat singkat. Tugas saya sebagai direktur utama adalah memastikan keamanan PSIM dan juga keberlangsungan PSIM ke depan," katanya.
"Oleh sebab itu, saya dan PSIM memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Coach Jean-Paul. Kami sudah menunjuk caretaker untuk sementara menggantikan posisi head coach dalam beberapa pertandingan ke depan," imbuh dia.
Untuk sementara, PSIM ditangani Guntur Cahyo Utomo sebagai caretaker pelatih. Ia bakal memimpin tim selama sekitar sebulan sembari menunggu manajemen menunjuk pengganti Van Gastel.
Minta Dukungan Suporter
Liana berharap keputusan manajemen mendapat dukungan dari suporter PSIM, termasuk Brajamusti dan The Maident. Ia juga menginginkan suasana yang lebih kondusif di ruang ganti tim.
Menurutnya, dukungan dari seluruh elemen klub menjadi salah satu hal penting agar PSIM bisa segera bangkit dan memperbaiki hasil pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
"Saya harap keputusan manajemen ini bisa didukung dengan baik oleh suporter, baik Brajamusti maupun The Maident," ucapnya.
"Semoga keputusan ini bisa membawa suasana yang baik di ruang ganti maupun ketika bertanding selama 90 menit, sehingga menghasilkan hasil yang jauh lebih baik daripada sekarang," pungkas Liana.