Bola.com, Jakarta - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menyatakan keyakinannya Kai Havertz memiliki kemampuan untuk mencetak 30 gol dalam satu musim.
Pelatih asal Spanyol itu menilai penyerang asal Jerman tersebut mempunyai kualitas teknis dan kecerdasan bermain yang dibutuhkan untuk mencapai target tersebut.
Havertz diperkirakan kembali menjadi pilihan utama di lini depan Arsenal saat menghadapi Nottingham Forest di City Ground, Minggu (18/10/2026).
Kai Havertz masih lebih dipercaya Arteta dibandingkan Viktor Gyokeres yang tengah berusaha menemukan kembali ketajamannya.
Keyakinan Arteta terhadap Havertz muncul di tengah catatan gol sang penyerang yang belum kembali konsisten.
Setelah mencetak dua gol dalam tiga pertandingan pertama Premier League musim ini, Havertz belum lagi membobol gawang lawan dalam lima laga berikutnya.
Arteta Pede Havertz Punya Kemampuan Cetak 30 Gol
Arteta menegaskan Havertz mempunyai potensi untuk menjadi mesin gol Arsenal. Menurutnya, pemain berusia 27 tahun itu hanya membutuhkan kesempatan bermain dan keterlibatan yang cukup dalam pertandingan untuk mencapai produktivitas maksimal.
"Dia memiliki kemampuan itu. Itulah mengapa dia juga bermain di posisi itu dan mengapa kami merekrutnya," ujar Arteta.
"Dia membutuhkan volume pertandingan dan keterlibatan dalam aksi permainan. Jika Anda memberinya itu, saya sangat yakin dia bisa melakukannya," lanjutnya.
Arteta juga memuji kecerdasan Havertz dalam memahami permainan.
Menurutnya, sang penyerang mampu membaca situasi dan memproses informasi di lapangan dengan sangat cepat, sebuah kualitas yang tidak mudah ditemukan pada seorang pemain di posisi penyerang tengah.
"Kecerdasan sepak bolanya luar biasa. Dia memahami segalanya dengan sangat cepat dan mungkin mampu mengolah informasi lebih baik daripada siapa pun di tim," kata Arteta.
Bagi Arteta, kemampuan tersebut menjadi salah satu alasan utama mengapa Havertz terus mendapatkan kepercayaan untuk memimpin lini serang The Gunners.
Cedera Sempat Menghambat Perkembangan Havertz
Kai Havertz bergabung dengan Arsenal dari Chelsea pada 2023. Pada musim pertama bersama The Gunners, ia mencetak 14 gol sebelum meningkatkan catatan tersebut menjadi 15 gol pada musim berikutnya.
Namun, cedera hamstring membuatnya harus melewatkan empat bulan terakhir pada musim tersebut.
Masalah pada hamstring dan lutut kemudian membatasi penampilannya menjadi hanya 24 pertandingan di seluruh kompetisi pada musim berikutnya, dengan torehan tujuh gol.
Arteta memahami kembali ke level tertinggi setelah absen panjang bukanlah perkara mudah. Seorang pemain membutuhkan waktu untuk memulihkan kebugaran, ritme pertandingan, dan kepercayaan diri.
Meski demikian, ia menilai Havertz mampu melewati proses tersebut dengan cepat sejak pramusim.
"Dia sempat absen dalam waktu lama musim lalu. Kembali ke level tertinggi bukan hal mudah dan bisa membutuhkan waktu," ujar Arteta.
"Namun, Kai hampir langsung melakukannya sejak pramusim. Saya tidak terkejut karena mentalitasnya luar biasa. Saya sangat menghargainya," lanjutnya.
Kini, Arsenal berharap Havertz bisa kembali menemukan ketajamannya dan membuktikan dirinya mampu menjadi penyerang yang konsisten di tengah persaingan ketat di lini depan.
Viktor Gyokeres Belum Menemukan Ketajaman
Sementara di sisi lain, Viktor Gyokeres masih berusaha menemukan performa terbaiknya sejak bergabung dengan Arsenal. Penyerang Timnas Swedia itu belum mencetak gol dalam tujuh penampilannya musim ini.
Gyokeres sebelumnya tampil produktif bersama Sporting CP dengan mencetak 97 gol dalam 102 pertandingan. Pada musim debutnya bersama Arsenal, ia juga mampu membukukan 21 gol.
Namun, awal musim kali ini berjalan lebih sulit. Ia baru mendapatkan kesempatan sebagai starter untuk ketiga kalinya saat Arsenal menghadapi Lille di Liga Champions, tetapi ditarik keluar pada pertengahan babak kedua setelah dinilai belum memberikan pengaruh besar terhadap permainan.
Situasi itu membuat Gyokeres harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan kembali tempat utama di lini depan Arsenal.
Ketika ditanya apakah Gyokeres sedang mengalami penurunan kepercayaan diri, Arteta memilih menyoroti etos kerja dan tekad sang pemain.
"Itu pertanyaan yang sangat pribadi," ujar Arteta.
"Apa yang dia tunjukkan kepada saya adalah kemauan, determinasi, dan etos kerja yang luar biasa untuk berkembang serta membantu tim," lanjutnya.
Arteta menegaskan sikap itu ditunjukkan Gyokeres setiap hari, terlepas dari posisi yang dimainkan maupun apakah ia berhasil mencetak gol.
Arteta Tetap Percaya Gyokeres, Persaingan Lini Depan Memanas
Meski Havertz saat ini lebih diandalkan, Arteta menegaskan bahwa Gyokeres tetap menjadi bagian penting dari rencana Arsenal.
Ia menyebut penyerang asal Swedia itu masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan tempat di tim utama. Arsenal juga terus berusaha membantu Gyokeres melewati periode sulitnya.
Menurut Arteta, sang pemain sebenarnya sudah menunjukkan beberapa momen positif, tetapi perbedaan kecil dalam penyelesaian akhir dapat mengubah penilaian terhadap performanya.
"Kami berusaha membantunya semaksimal mungkin. Dia memiliki beberapa momen yang sangat bagus, tetapi perbedaannya sangat tipis. Mencetak gol atau tidak, bisa mengubah narasi," kata Arteta.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Arteta tidak ingin menilai kontribusi seorang penyerang hanya berdasarkan jumlah gol.
Namun, produktivitas tetap menjadi faktor penting dalam persaingan memperebutkan posisi utama di Arsenal.
Dengan Havertz yang mendapatkan kepercayaan lebih besar dan Gyokeres yang masih mencari ketajaman, pertandingan melawan Nottingham Forest menjadi kesempatan bagi Arsenal untuk melihat perkembangan lini depannya.
Target 30 gol yang dicanangkan Arteta memang bukan perkara mudah. Namun, sang manajer yakin Havertz mempunyai kualitas, kecerdasan, dan mentalitas untuk mencapai standar tersebut jika mampu menjaga kebugaran serta mendapatkan menit bermain yang cukup.
Sumber: ESPN