Luciano Spalletti Mengaku Kurang Tegas, Juventus Terjebak dalam Situasi Sulit

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti kritik media jelan lawan Lazio pada lanjutan Liga Italia.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 18 Oktober 2026, 18:15 WIB
Reaksi pelatih Juventus Luciano Spalletti saat pertandingan sepak bola Serie A antara Cagliari dan Juventus, di Cagliari, Italia, Senin (12-10-2026) dini hari WIB. (Gianluca Zuddas/LaPresse via AP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengaku dirinya belum cukup tegas dalam menghadapi situasi tim saat ini.

Ia juga menyindir media yang dinilai menciptakan “pasir hisap” di sekitar Si Nyonya Tua menjelang laga melawan Lazio.

Advertisement

Pertandingan itu akan digelar di Allianz Stadium, Turin, Senin (19/10/2026) dini hari pukul 01.45 WIB.

Juventus datang dengan modal moral yang baik setelah menang comeback 2-1 di kandang Celta Vigo pada Liga Europa.

Kemenangan itu menjaga rekor sempurna Juventus di kompetisi tersebut. Namun, di Serie A performa mereka kurang meyakinkan, dengan hanya satu kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan dalam empat pekan terakhir.


Pujian untuk Gattuso dan Persoalan Kelelahan Pemain

Pelatih Juventus asal Italia, Luciano Spalletti (kiri), berbicara dengan bek Juventus asal Prancis bernomor punggung 15, Pierre Kalulu Kyatengwa, selama pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan Lazio di stadion Allianz di Turin, Senin dini hari WIB. (Isabella BONOTTO/AFP)

Dalam konferensi pers, Spalletti memuji kerja Gennaro Gattuso di Lazio. Menurutnya, pelatih itu layak mendapat apresiasi, terutama bila melihat komentar miring yang sempat diarahkan kepadanya dan timnya sebelum musim dimulai.

“Saya rasa dia pelatih paling mengesankan sejauh ini, bersama Massimiliano Alvini di Frosinone dan Fabio Pisacane di Cagliari,” ujarnya.

Spalletti menilai Gattuso telah menemukan identitas permainan Lazio, yang juga ditopang talenta individu seperti Davide Frattesi, gelandang yang piawai menusuk dari lini kedua.

“Saya mengenalnya dengan baik dan tahu apa yang bisa dia lakukan,” ujar Spalletti.

Di sisi lain, Juventus perlu merotasi skuad setelah perjalanan melelahkan ke Vigo. Spalletti mengungkapkan rombongan baru tiba kembali pada pukul 04.30 dini hari, Jumat (16/10/2026).

Ia menyebut sejumlah pemain sulit tidur di pesawat. Sesi latihan pun nyaris tanpa beban fisik sehingga staf hanya mencatat hal-hal yang harus diwaspadai.

“Masalahnya, kita tidak tahu bagaimana proses pemulihan mereka berjalan,” tambahnya.


Tantangan bagi Spalletti dan Juventus

Luciano Spalletti, pelatih anyar Juventus yang menggantikan Igor Tudor. (Dok. X @juventusfcen)

Spalletti harus menyaksikan laga kontra Lazio dari tribune karena menjalani sanksi larangan mendampingi tim setelah bersitegang dengan pelatih Cagliari, Pisacane. Ia membantah dirinya tegang.

“Saya hanya punya rasa suka yang selektif terhadap orang,” ucapnya sambil tersenyum.

Spalletti mengaku mungkin perlu lebih pemarah karena ketegangan itu bisa menular ke para pemain. Ia juga menegaskan tidak berniat bertengkar dengan Pisacane, hanya saling menatap dengan intens.

Dari tribune, ia akan berkomunikasi dengan stafnya saat jeda dan percaya penuh pada asistennya, Marco Domenichini.

Soal lini depan, banyak pihak mendesak Nick Woltemade dan Randal Kolo Muani dipasang bersamaan sejak awal, tetapi Spalletti belum tampak akan menuruti.

Ia ingin memperluas pilihan pemain inti dan membagi menit bermain. Woltemade tampil baik melawan Celta Vigo dan, berbeda dari laga kontra Cagliari, berhasil mencetak gol.

Lazio dengan dua bek tengah bertubuh kekar, menurutnya, hanya bisa ditembus bila Juventus punya cukup pemain di kotak penalti.

Kabar baik datang dari ruang medis karena Jeremie Boga sudah tersedia dan bisa bermain hingga 30 menit. Spalletti menutup dengan keyakinan bahwa timnya solid dan berada di jalur yang benar.

Ia mengaku merasa semua ucapannya selalu diberi tafsir terburuk. “Saya yakin kami akan meraih hasil,” pungkasnya.

Sumber: Football Italia


Persaingan di Serie A

Berita Terkait