Erik ten Hag Serang INEOS, Sebut MU Terus Pelihara Budaya Beracun

Erik ten Hag menuding INEOS memelihara budaya toksik alias beracun di MU.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 20 Oktober 2026, 20:00 WIB
Pelatih Manchester United, Erik ten Hag memberi instruksi kepada pemainnya saat menghadapi Manchester City pada laga Community Shield 2024 di Wembley Stadium, London, Sabtu (10/8/2024). (AP Photo/David Cliff)

Bola.com, Jakarta - Erik ten Hag melontarkan kritik kepada Sir Jim Ratcliffe dan INEOS. Mantan pelatih Manchester United itu menilai pemilik bersama MU turut melanggengkan budaya beracun di Old Trafford.

Ten Hag dipecat pada Oktober 2024 setelah MU mengawali musim 2024/2025 dengan hasil buruk. Saat itu, Setan Merah terpuruk di peringkat ke-14 klasemen Premier League.

Advertisement

Padahal, Ten Hag sempat dipertahankan setelah melewati evaluasi manajemen pada musim panas.

Namun, masa kerjanya berakhir beberapa bulan kemudian setelah INEOS memutuskan menunjuk Ruben Amorim sebagai penggantinya.

Dalam wawancara terbaru dengan The Athletic, Ten Hag menceritakan kesulitan yang dihadapinya selama proses pergantian kepemilikan klub.

Menurutnya, situasi tersebut memunculkan kegaduhan, ketidakpastian di kalangan pegawai, serta gangguan terhadap pekerjaan tim.

Ia juga menyoroti persoalan struktur organisasi sepak bola MU. Ten Hag mengaku sempat berdiskusi dengan manajemen mengenai peran manajer dan pelatih kepala, tetapi tidak mendapatkan tindak lanjut yang jelas.

Ten Hag menegaskan pengelolaan tim membutuhkan kerja sama antara pelatih dan manajemen. Keduanya harus memiliki kesepahaman mengenai filosofi, model permainan, serta profil pemain yang dibutuhkan.

Namun, menurutnya, komunikasi mengenai hal-hal tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.

 

Butuh klasemen terkini Premier League 2026/2027? Ke sini ya!


Singgung Masalah Disiplin dan Rashford

Pelatih Manchester United, Erik ten Hag tersenyum dengan Marcus Rashford saat melawan Leeds United pada laga Liga Inggris di Stadion Elland Road, Minggu (12/2/2023). Rashford belakangan memperlihatkan ketajaman yang luar biasa dengan terus mencetak gol untuk The Red Devils. (AP Photo/Jon Super)

Ten Hag merasa tidak mendapatkan dukungan penuh dari pemilik klub ketika menangani persoalan disiplin pemain.

Ia menyinggung masalah yang melibatkan Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan sejumlah pemain lainnya.

Menurut mantan pelatih Ajax tersebut, sikap manajemen justru membuat budaya bermasalah di MU terus berlanjut. Ia menilai para pemain mendapatkan terlalu banyak keleluasaan.

"Mereka melanjutkan budaya toksik itu. Mereka menyuburkannya dan memberikan kekuasaan kepada para pemain," kata Ten Hag, dikutip dari Football365.

Ia kemudian menyoroti Rashford yang dianggap memiliki kemampuan luar biasa jika mampu menjaga pola pikir yang tepat. Ten Hag mengaku selalu memberikan kepercayaan kepada penyerang Inggris itu dan tetap memainkannya.

Meski begitu, ia menegaskan pelatih harus berani mengambil tindakan apabila pemain tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan. Menurutnya, kepercayaan kepada pemain tetap perlu diimbangi dengan koreksi ketika diperlukan.


Dukung Carrick

Pelatih Manchester United, Michael Carrick. (Darren Staples / AFP)

Ten Hag juga menyampaikan dukungan kepada Michael Carrick yang sedang menghadapi tekanan setelah hanya meraih satu kemenangan di Premier League musim ini.

Ia menilai pemecatan bukanlah solusi yang tepat. Menurutnya, tuntutan suporter ketika hasil pertandingan mengecewakan merupakan reaksi emosional sehingga manajemen perlu mempertimbangkan keputusan secara rasional.

"Memecatnya bukan solusi. Seratus persen bukan. Suporter akan menuntut hal itu jika hasil tidak membaik. Reaksi tersebut muncul dari perasaan dan emosi. Anda harus mengambil keputusan secara rasional," ujar Ten Hag.

Ia menilai Carrick telah menunjukkan kemampuan melatih yang baik saat menangani Middlesbrough maupun pada musim sebelumnya.

Ten Hag juga menganggap Carrick memiliki staf yang bagus sehingga layak diberi kesempatan melanjutkan pekerjaannya.


Ikatan Masih Kuat

Pelatih Manchester United atau MU Erik ten Hag dan anggota tim berpose dengan trofi juara Carabao Cup 2022/2023 usai kalahkan Newcastle United pada partai final di Stadion Wembley, Senin dini hari WIB (27/2/2023). Ini adalah gelar pertama buat sang manajer Setan Merah Erik ten Hag. (AP Photo/Alastair Grant)

Terlepas dari kritiknya terhadap manajemen, Ten Hag mengaku masih memiliki ikatan kuat dengan MU.

Ia menyebut masa kerjanya di Manchester meninggalkan banyak kenangan indah dan mengapresiasi suporter yang selalu memperlakukannya dengan hormat.

Ten Hag pun berharap MU kembali meraih kesuksesan dan menempati posisi yang pernah dicapai klub tersebut.

Ia menegaskan keinginannya untuk melihat Setan Merah kembali berjaya.

 

Sumber: Football365

Berita Terkait