Bola.com, Jakarta - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, menegaskan tidak ada pemain yang memiliki status istimewa atau tak tersentuh di dalam skuad Los Blancos. Menurutnya, performa di lapangan menjadi faktor utama yang menentukan posisi seorang pemain di tim.
Pernyataan tersebut muncul ketika Vinicius Junior bersiap kembali masuk starting XI Real Madrid saat menghadapi RB Leipzig pada laga Liga Champions, Kamis (22/10/2026) dini hari WIB.
Vinicius saat ini masih menjalani hukuman larangan bermain empat pertandingan di La Liga. Karena itu, winger asal Brasil tersebut hanya bisa memperkuat Madrid di kompetisi Eropa.
Pada pertandingan melawan AS Roma pekan lalu, Vinicius tampil kurang meyakinkan dan ditarik keluar pada menit ke-58. Pemain penggantinya, Endrick, justru tampil impresif dan membantu Madrid meraih kemenangan dramatis 4-3.
Mourinho selama ini tetap memberikan dukungan kepada Vinicius, meski sang pemain tengah mengalami penurunan performa. Vinicius baru menyumbangkan satu gol bagi Madrid di seluruh kompetisi musim ini.
Di sisi lain, persaingan di lini serang semakin ketat setelah Madrid merekrut Yan Diomande dengan nilai transfer yang memecahkan rekor klub pada bursa transfer musim panas.
"Hanya lambang klub yang tidak bisa disentuh. Saya tidak menyukai konsep pemain yang tidak tersentuh," ujar Mourinho dalam konferensi pers, Selasa (20/10/2026).
"Status tersebut tidak ditentukan oleh ban kapten, berapa lama seorang pemain berada di klub, atau reputasinya. Hal yang membuat seorang pemain tidak tergantikan adalah performanya," lanjutnya.
Real Madrid Belum Memasang Target Juara Liga Champions
Real Madrid saat ini tertinggal enam poin dari Barcelona di klasemen La Liga menjelang duel El Clasico di Camp Nou pada akhir pekan ini.
Meski demikian, perjalanan Los Blancos di Liga Champions masih sempurna. Madrid meraih dua kemenangan dari dua pertandingan awal melawan Inter Milan dan AS Roma.
Kendati begitu, Mourinho menilai terlalu dini untuk menyebut timnya sebagai kandidat kuat juara Liga Champions musim ini.
"Ini masih sangat awal. Saat ini, target Real Madrid bukan menjuarai Liga Champions, melainkan lolos ke fase gugur," kata Mourinho.
"Setelah mengumpulkan poin yang cukup untuk lolos, target berikutnya adalah menghindari babak playoff. Itu berarti dua pertandingan tambahan dengan tekanan tinggi yang sebenarnya bisa dihindari," imbuhnya.
Mourinho Tak Ragu Mengubah Strategi
Mourinho juga menunjukkan fleksibilitas dalam menentukan komposisi pemain. Saat Real Madrid menghadapi Sevilla di Santiago Bernabeu pada Minggu lalu, ia melakukan sejumlah perubahan yang berbuah kemenangan telak 4-1.
Arda Guler dimainkan di lini tengah, sementara Yan Diomande dan Endrick mendapat kesempatan tampil sejak menit pertama.
Mourinho menegaskan dirinya bukan pelatih yang kaku dalam menerapkan taktik. Ia selalu terbuka untuk mengevaluasi strategi demi kepentingan tim.
"Seperti yang saya katakan baru-baru ini, saya bukan pelatih yang keras kepala. Ada pelatih yang memiliki satu gagasan dan memilih bertahan dengan gagasan tersebut apa pun yang terjadi," ujarnya.
"Saya bukan tipe pelatih seperti itu. Saya selalu terbuka untuk menganalisis, memahami situasi, dan mencari yang terbaik bagi tim," tutur Mourinho.
Sumber: ESPN