6 Transfer Gratis Terbaik dalam Sejarah Liga Inggris: Didominasi Rekrutan Chelsea

Berikut enam transfer gratis terbaik dalam sejarah Premier League, seperti dikutip dari Football Muse.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 21 Oktober 2026, 14:00 WIB
Michael Ballack (93 laga di Champions) - Saat bergabung dengan Chelsea, Ballack memiliki harapan untuk mengangkat trofi juara Liga Champions. Namun, mimpinya pupus ketika Chelsea kalah oleh Manchester United di laga final musim 2007/08. (AFP/Carl de Souza)

Bola.com, Jakarta - Bursa transfer Liga Inggris selalu identik dengan nilai fantastis. Klub-klub Inggris tak jarang memecahkan rekor belanja demi mendapatkan pemain incaran.

Namun, perekrutan pemain secara gratis juga bisa menjadi bisnis yang luar biasa menguntungkan.

Advertisement

Sejak putusan bersejarah Bosman pada 1995 mengubah wajah sepak bola, transfer gratis semakin membuka peluang bagi klub untuk merekrut pemain berkualitas tanpa mengeluarkan biaya transfer.

Sejumlah pemain bahkan mampu memberikan kontribusi besar setelah bergabung dengan klub Premier League secara cuma-cuma. Mereka bukan hanya menjadi andalan di lapangan, tetapi juga membantu tim meraih berbagai gelar bergengsi.

Berikut enam transfer gratis terbaik dalam sejarah Premier League, seperti dikutip dari Football Muse, Rabu (21/10/2026). 


Ruud Gullit: Chelsea (1995)

Ruud Gullit. Pelatih berusia 59 tahun yang kini berstatus tanpa klub ini terakhir menjadi asisten pelatih Timnas Belanda pada Juni hingga November 2017. Di Liga Inggris, ia sempat menjadi pemain sekaligus pelatih bersama Chelsea sejak awal musim 1996/1997 Februari 1998. (AFP/John Giles)

Ruud Gullit menjadi salah satu pemain yang mengubah citra Chelsea ketika bergabung pada pertengahan 1990-an.

Pemenang Ballon d'Or tersebut datang saat The Blues masih berkutat di papan tengah klasemen. Kehadirannya langsung memberikan dampak besar bagi klub asal London itu.

Gullit bahkan finis sebagai runner-up penghargaan FWA Footballer of the Year musim 1995/1996. Pengaruhnya turut membuka jalan bagi kedatangan sejumlah bintang asing ke Stamford Bridge, termasuk Gianluca Vialli dan Gianfranco Zola.

Kehadiran para pemain tersebut menjadi bagian penting dalam transformasi Chelsea menjadi salah satu kekuatan sepak bola Inggris.

 


Sol Campbell: Arsenal (2001)

5. Sol Campbell (Notts County) – Mantan Bek Arsenal, Sol Campbell, pernah membuat kejutan dengan memperkuat Notts County. Keberadaan Sven-Goran Eriksson rupanya menjadi alasan di balik keputusan tersebut. (AFP/Ian Kington)

Kepindahan Sol Campbell ke Arsenal pada 2001 bisa dibilang sebagai salah satu transfer gratis terbaik sekaligus paling kontroversial dalam sejarah Premier League.

Keputusan tersebut mengejutkan publik karena Campbell meninggalkan Tottenham Hotspur, rival sekota Arsenal, untuk bergabung dengan The Gunners.

Bek Timnas Inggris itu sebenarnya memiliki kesempatan bergabung dengan sejumlah klub elite Eropa. Namun, ia memilih menyeberang ke sisi lain London Utara dan memperkuat rival utama mantan klubnya.

Keputusan tersebut terbukti tepat dari sisi prestasi. Pada musim debutnya, Campbell membantu Arsenal meraih gelar ganda domestik, yakni Premier League dan Piala FA.

Ia juga menjadi bagian penting dari skuad legendaris Arsenal yang meraih gelar Premier League tanpa terkalahkan pada musim 2003/2004, yang kemudian dikenal sebagai The Invincibles.

 

 


Jay-Jay Okocha: Bolton Wanderers (2002)

Legenda PSG, Jay-Jay Okocha, memberikan sambutan saat acara nonton bareng di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Sabtu (9/2). Pada nobar itu PSG menang 1-0 atas Bordeaux. (Bola.com/Yoppy Renato)

Kepindahan Jay-Jay Okocha dari Paris Saint-Germain ke Bolton Wanderers pada 2002 sempat menimbulkan tanda tanya. Namun, keputusan tersebut justru menjadi salah satu perekrutan gratis yang paling berkesan.

Gelandang asal Nigeria itu merupakan bagian dari kelompok pemain asing berkualitas yang didatangkan manajer Sam Allardyce ke Stadion Reebok, markas Bolton saat itu.

Okocha langsung memikat suporter dengan kemampuan teknik yang luar biasa. Aksi olah bolanya, gerakan penuh trik, serta gol-gol spektakuler membuatnya menjadi salah satu pemain paling menghibur di Premier League.

Selama empat musim berkarier di sepak bola Inggris, Okocha menghadirkan hiburan sekaligus kualitas yang membuat Bolton semakin diperhitungkan.

 


Michael Ballack: Chelsea (2006)

Gelandang Chelsea, Michael Ballack (kanan) berebut bola dengan bek Wigan, Paul Scharner pada laga Liga Inggris 2007/2008 di Stamford Bridge, London (14/4/2008). Michael Ballack yang didatangkan Chelsea dari Bayern Munchen pada awal musim 2006/2007 dengan status bebas transfer, akhirnya juga dilepas gratis ke Bayer Leverkusen pada awal musim 2010/2011. Selama 4 musim membela The Blues ia total bermain dalam 167 laga di semua ajang dengan torehan 25 gol dan 22 assist. (AFP/Glyn Kirk)

Chelsea kembali membuat pernyataan besar di bursa transfer ketika merekrut Michael Ballack  secara gratis dari Bayern Munchen pada 2006.

Gelandang yang dianggap sebagai salah satu pemain terbaik Jerman pada generasinya itu datang setelah meraih kesuksesan bersama Bayern. Di Stamford Bridge, ia bergabung dengan deretan gelandang elite seperti Frank Lampard, Claude Makelele, dan Michael Essien.

Ballack mencatatkan 26 gol dalam 167 penampilan selama empat musim bersama Chelsea.

Salah satu kontribusi pentingnya terjadi ketika ia membantu The Blues menjuarai Piala FA 2007. Secara keseluruhan, Ballack meraih tiga gelar Piala FA bersama Chelsea, selain turut mengoleksi medali juara Premier League dan Piala Liga Inggris.

Kehadirannya memberikan pengalaman, kekuatan fisik, dan kualitas teknis bagi lini tengah Chelsea.

 


5. James Milner: Liverpool (2015)

James Milner diketahui telah mencatatkan 280 kali penampilan dengan mencetak 26 gol dan 44 assist. Bergabung dari Manchester City pada 2015, Milner telah memenangkan banyak trofi bergengsi bersama Liverpool, seperti gelar juara Liga Inggris dan Piala Liga Champions. (AFP/Javier Soriano)

James Milner memilih meninggalkan Manchester City dan bergabung dengan Liverpool pada 2015 setelah kontraknya berakhir.

Keputusan tersebut terbukti menjadi perekrutan yang sangat menguntungkan bagi The Reds. Milner mencatatkan 332 penampilan selama delapan musim dan membantu klub meraih tujuh trofi.

Di bawah asuhan Jurgen Klopp, Milner juga dipercaya menjadi wakil kapten. Etos kerja, kedisiplinan, dan profesionalismenya menjadi contoh bagi rekan-rekan setim.

Ia turut menjadi bagian dari skuad Liverpool yang menjuarai Liga Champions dan Premier League di bawah arahan Klopp.

Meski tidak selalu menjadi pilihan utama, kontribusi Milner menunjukkan bahwa pemain berpengalaman yang direkrut secara gratis bisa memberikan nilai besar bagi sebuah klub.

 


Thiago Silva: Chelsea (2020)

Pemain Chelsea, Thiago silva, memberikan aplaus setelah laga melawan Middlesbrough dalam laga leg kedua semifinal Carabao Cup 2023/2024 yang digelar di Stamford Bridge, Rabu (24/1/2024). (AP Photo/Kin Cheung)

Chelsea mengambil keputusan berani ketika merekrut Thiago Silva pada 2020. Saat itu, bek asal Brasil tersebut sudah mendekati usia 36 tahun dan baru menyelesaikan periode panjang bersama Paris Saint-Germain.

Namun, usia tidak menghalangi Silva untuk menunjukkan kualitasnya di Premier League. Pengalaman, kecerdasan membaca permainan, dan kemampuan bertahannya membuat ia mampu beradaptasi dengan intensitas sepak bola Inggris.

Musim pertamanya bersama Chelsea berakhir manis setelah klub London tersebut menjuarai Liga Champions.

Silva kemudian turut menambah koleksi trofinya dengan gelar Piala Super UEFA dan Piala Dunia Antarklub.

Selama empat musim memperkuat Chelsea, ia mencatatkan 155 penampilan. Silva membuktikan bahwa pengalaman dan kualitas seorang pemain tetap memiliki nilai besar, meski usianya tidak lagi muda.

Sumber: Football Muse

 

Berita Terkait