Michael Carrick Merasa Didukung Petinggi MU, Tak Butuh Jaminan soal Posisinya

Michael Carrick mengaku tetap mendapat dukungan penuh dari manajemen MU meski mengawali musim 2026/2027 dengan hasil mengecewakan.

BolaCom | Juventus FiladelfiaDiterbitkan 21 Oktober 2026, 12:30 WIB
Pelatih Manchester United, Michael Carrick. (Darren Staples / AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Manchester United, Michael Carrick, menegaskan dirinya masih merasa mendapat dukungan dari manajemen klub di tengah tekanan akibat buruknya performa tim pada awal musim 2026/2027.

MU baru meraih dua kemenangan dari sembilan pertandingan pertama mereka di semua kompetisi musim ini.

Advertisement

Di Premier League, Setan Merah mengumpulkan tujuh poin dari tujuh pertandingan dan menempati posisi ke-13 klasemen sementara.

Hasil tersebut membuat MU tertinggal lima poin dari Liverpool yang berada di posisi kelima. Situasi ini menempatkan Carrick di bawah tekanan untuk segera memperbaiki performa tim dalam beberapa pekan mendatang.

Ujian berikutnya bagi Setan Merah adalah pertandingan Liga Champions melawan Como, Rabu (21-10-2026).

Pelatih asal Inggris itu dituntut membawa timnya kembali meraih hasil positif, tetapi ia menegaskan tidak membutuhkan jaminan khusus dari manajemen untuk mengetahui posisinya di klub.

"Saya tidak membutuhkan jaminan apa pun. Semuanya cukup jelas. Saya tahu peran dan tanggung jawab saya. Saya tidak membutuhkan siapa pun untuk memberi tahu saya ketika semuanya berjalan baik atau ketika ada hal yang perlu diperbaiki," ujar Carrick dalam konferensi pers, Selasa (20-10-2026) dikutip dari Sport Mole.

"Saya memahami realitas yang ada. Kami harus memenangkan pertandingan agar semuanya berjalan sesuai rencana. Saya merasa didukung, tentu saja. Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan semua orang di klub ini. Tidak ada masalah dalam hal itu," lanjutnya.


MU Tidak Dalam Masalah Besar

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, bertepuk tangan memberikan apresiasi terhadap tim dan pendukung di Old Trafford setelah kemenangan telak 4-0 atas Sabah FK pada laga matchday pertama Liga Champions 2026/2026, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Carrick juga membandingkan situasi MU saat ini dengan musim lalu, ketika ia berhasil membawa tim finis di posisi ketiga Premier League.

Menurut Sport Mole, pelatih asal Inggris tersebut mengatakan perbedaan hasil yang dialami timnya tidak selalu disebabkan oleh persoalan besar. Detail-detail kecil dalam pertandingan dinilai dapat menentukan hasil akhir.

"Hal itu bisa disebabkan oleh hal-hal kecil. Dalam sepak bola, perbedaan antara menang dan kalah terkadang sangat tipis," kata Carrick.

Ia menilai MU tidak sedang menghadapi masalah besar, meski masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi.

"Ada beberapa hal yang bisa kami perbaiki dan kendalikan. Namun, saya tidak merasa ada masalah besar. Kami tahu apa yang perlu ditingkatkan sebagai sebuah tim dan sedang berusaha memperbaikinya," ujarnya.

"Saya sepenuhnya percaya kami bisa meraih serangkaian kemenangan dan kembali ke jalur yang tepat. Tim dan skuad ini pasti memiliki kemampuan untuk melakukannya," tambahnya.


Pertahanan Jadi Sorotan

Bek asal Argentina yang bermain untuk Manchester United, Lisandro Martinez (nomor punggung 06), berebut bola dengan bek asal Spanyol yang bermain untuk Atletico Madrid, Alejandro Grimaldo (nomor punggung 22), dalam pertandingan Liga Champions UEFA (fase liga, pekan ke-2) antara Club Atletico de Madrid dan Manchester United di Stadion Metropolitano, Madrid, pada 14 Oktober 2026. (Oscar DEL POZO/AFP)

Selain kesulitan meraih kemenangan, MU juga menghadapi persoalan dalam meraih clean sheet. Setan Merah baru mencatatkan satu clean sheet sepanjang musim ini, yakni ketika menghadapi Sabah di Liga Champions.

Carrick mengakui Setan Merah sebenarnya mampu menunjukkan organisasi pertahanan yang cukup baik dalam pertandingan terakhir, tetapi masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi.

"Anda benar dan saya tidak bisa membantahnya. Dalam pertandingan beberapa hari lalu, menurut saya kami bertahan cukup baik sebagai sebuah tim dan tidak memberikan terlalu banyak peluang kepada lawan," kata Carrick.

Namun, ia menyoroti situasi bola mati yang menjadi salah satu faktor penentu hasil pertandingan.

"Kami tahu mereka merupakan tim yang bagus dalam situasi bola mati dan pada akhirnya hal itu membuat perbedaan. Jadi, ada beberapa aspek permainan yang harus kami tingkatkan agar segalanya menjadi lebih mudah. Kami sepenuhnya menyadari hal itu," lanjutnya.

Di sisi lain, duel kontra Como akan jadi tantangan berat bagi MU. Pasalnya, Carrick dipastikan kehilangan sejumlah pemain bertahan, yakni Patrick Dorgu, Luke Shaw, Lisandro Martinez, Leny Yoro, dan Ayden Heaven.

 

Sumber: Sport Mole


Persaingan Terkini

Berita Terkait