Dirut I.League Jawab Isu Pengurangan Poin terhadap Persija: Belum Tertera di Kode Disiplin, tapi Kami Dorong Regulasi Tersendiri

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjawab isu pengurangan poin terhadap Persija dalam konferensi pers yang digelar di Kantor I.League, Jakarta Selatan, pada Rabu (21/10/2026).

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 21 Oktober 2026, 14:45 WIB
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, tersenyum usai timnya mengalahkan PSMS Medan 4-1 pada laga terakhir Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (1/8/2026). Kemenangan tersebut menjaga peluang Macan Kemayoran melaju ke semifinal, yang akhirnya dipastikan setelah Persebaya Surabaya menaklukkan Port FC 2-1 pada laga penutup Grup B. Persija selanjutnya akan menghadapi rival klasiknya, Persib Bandung, pada babak semifinal di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. (Bola.com/Wahyu Pratama)

Bola.com, Jakarta - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjawab isu tentang pengurangan poin terhadap Persija Jakarta dalam konferensi pers yang digelar di Kantor I.League, Jakarta Selatan, Rabu (21-10-2026).

Ferry baru saja membacakan hasil sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI, khususnya untuk partai Persita Tangerang kontra Persija Jakarta.

Advertisement

Keributan antarsuporter terjadi ketika Persita menang 3-2 atas Persija dalam pekan kelima BRI Super League 2026/2027 di Banten International Stadium (BIS), Jakarta Selatan, Sabtu (17-10-2026).

Beberapa hari terakhir, berembus kencang di media sosial Persija bakal mendapatkan pengurangan poin akibat kejadian tersebut.


Keterangan Ferry Paulus

Direktur Utama I.League Ferry Paulus saat menghadiri seremoni BRI x I.League di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026). Emtek Group kembali ditetapkan sebagai official broadcaster BRI Super League 2026/2027, sementara BRI melanjutkan perannya sebagai sponsor utama kompetisi. (KLY/Budy Santoso)

Rumor itu makin menguat mengingat sebelumnya suporter Persija, The Jakmania, menjadi sorotan akibat melakukan penyerangan terhadap bus Persib Bandung U-18.

"Memang di dalam Kode Disiplin belum tertera terhadap indikasi atau larangan kerusuhan yang terjadi ini," ujar Ferry.

"Tidak menutup kemungkinan kami akan mendorong untuk diberikan sanksi dalam satu regulasi tersendiri untuk hukuman pengurangan poin."

"Karena apa yang kami jaga selama ini harus memiliki kepastian, kenyamanan, bahkan kalau kami lihat sekarang penonton sudah banyak ibu-ibu, anak-anak," jelas Ferry.


Hukuman untuk The Jakmania

Ferry mendukung adanya aturan khusus yang bisa mengurangi poin suatu klub jika suporternya melakukan kerusuhan supaya bisa menjadi efek jera.

Dalam hasil sidang Komdis untuk partai Persita kontra Persija, The Jakmania dilarang tur tandang selama setengah musim dan tim ibu kota mendapatkan denda Rp30 juta.

"Mengindikasikan hari demi hari pertandingan makin nyaman, tapi karena beberapa oknum dan suporter yang selalu mengganggu yang berindikasi terjadi keributan kami pasti akan mendorong supaya diberikan sanksi yang berat," tutur Ferry.


Persaingan Musim Ini

Berita Terkait