Bola.com, Jakarta - Perdebatan mengenai siapa pembalap terbaik dalam sejarah MotoGP seolah tidak pernah menemukan akhir.
Dua nama yang kerap menjadi pusat pembicaraan adalah Marc Marquez dan Valentino Rossi, dua juara dunia dengan karakter, gaya balap, serta perjalanan karier yang berbeda.
Kali ini, penilaian menarik datang dari Jorge Martinez atau yang lebih dikenal dengan julukan Aspar.
Mantan juara dunia kelas 125cc itu menilai Marquez memiliki kecepatan yang jauh melampaui Rossi ketika keduanya dibandingkan sebagai pembalap.
Pernyataan itu bukan sekadar datang dari pengamat yang menyaksikan persaingan MotoGP dari luar lintasan.
Martinez pernah berkompetisi bersama Rossi ketika pembalap Italia itu masih merintis karier di kelas 125cc, sehingga memiliki pengalaman melihat perkembangan salah satu legenda terbesar olahraga balap motor itu.
Dalam podcast Fast and Curious, sebagaimana diberitakan Crash, Rabu (21/10/2026), Martinez memberikan pandangan mengenai perbedaan kedua pembalap.
Menurutnya, Rossi lebih komplet, tetapi Marquez mempunyai kecepatan murni yang sulit ditandingi.
Marc Marquez Punya Kecepatan di Atas Valentino Rossi
Martinez tidak ragu memberikan penilaian tinggi terhadap kemampuan Marquez. Ia melihat pembalap asal Spanyol itu memiliki agresivitas, keberanian, dan kemampuan mencari batas maksimal motor yang menjadi pembeda ketika bersaing di lintasan.
"Saya pikir Valentino mungkin merupakan pembalap yang lebih komplet, tetapi bagi saya Marc jauh lebih cepat," ujar Martinez dalam podcast Fast and Curious, seperti dikutip Crash.net, Rabu (21/10/2026).
Penilaian itu tidak berarti Rossi kehilangan keunggulannya sebagai salah satu pembalap paling berpengaruh dalam sejarah MotoGP.
Rossi dikenal mampu mengombinasikan kecepatan, kecerdasan membaca balapan, konsistensi, dan kemampuan menghadapi berbagai situasi kompetitif sepanjang kariernya.
Namun, bagi Martinez, kemampuan Marquez ketika mengerem dan memasuki tikungan menjadi salah satu aspek yang membuatnya begitu istimewa.
Ia menilai Marquez berani mendekati batas kemampuan motor sejak awal sesi latihan, sementara pembalap lain cenderung memulai dengan pendekatan lebih berhati-hati.
Bukan Hanya Kecepatan, Mentalitas Marquez juga Istimewa
Selain kemampuan di atas motor, Martinez mengagumi kekuatan mental Marquez. Pembalap yang kini berusia 33 tahun itu telah melewati sejumlah periode sulit, terutama setelah mengalami cedera patah tulang humerus kanan pada 2020 yang mengganggu perjalanan kariernya.
Menurut Martinez, kemampuan Marquez untuk kembali bersaing setelah menghadapi berbagai cedera serius merupakan sesuatu yang layak mendapatkan apresiasi besar.
Ia menilai perjalanan tersebut memperlihatkan karakter seorang atlet yang tidak hanya mengandalkan bakat, tetapi juga ketahanan mental.
"Saya sangat mengagumi cara dia menjalani kariernya, agresivitasnya, upayanya yang terus-menerus mencari batas kemampuan, dan terutama caranya mengatasi semua cedera," kata Martinez, seperti diberitakan Crash, Rabu (21/10/2026).
Martinez bahkan menilai Marquez sebagai sosok yang menarik untuk dipelajari dari sisi psikologis.
Ia mengakui Rossi juga memiliki kekuatan mental yang istimewa, tetapi tantangan yang harus dilewati Marquez sepanjang kariernya memberikan alasan tersendiri untuk mengagumi pembalap Ducati itu.
Sembilan Gelar Juara Dunia Jadi Pembanding Dua Legenda MotoGP
Perbandingan antara Marquez dan Rossi semakin menarik karena keduanya telah mengoleksi sembilan gelar juara dunia Grand Prix.
Marquez menyamai total gelar Rossi setelah meraih gelar MotoGP 2025, menambah pencapaian sebagai salah satu pembalap tersukses dalam sejarah kejuaraan dunia balap motor.
Meski memiliki jumlah gelar yang sama, perjalanan keduanya tidak sepenuhnya serupa. Rossi membangun reputasi melalui dominasinya di berbagai era, termasuk masa peralihan dari kelas 500cc ke MotoGP, sedangkan Marquez dikenal karena agresivitas dan kemampuan mendominasi sejak awal memasuki kelas utama pada 2013.
Martinez memiliki hubungan historis dengan Rossi. Ia pernah berhadapan langsung dengan pembalap Italia itu pada awal kariernya, termasuk ketika Rossi meraih kemenangan Grand Prix pertamanya di Brno pada 1996 dengan mengalahkan Martinez.
Pengalaman itu memberikan konteks menarik terhadap penilaiannya. Meski menganggap Marquez unggul dalam hal kecepatan murni, Martinez tetap mengakui kelengkapan kemampuan Rossi sebagai pembalap.
Dengan demikian, perbandingan keduanya tidak semata-mata ditentukan oleh satu aspek, melainkan juga oleh karakter dan pendekatan berbeda dalam menghadapi persaingan.
Bagi Martinez, Marquez tetap menjadi salah satu tolok ukur utama di MotoGP saat ini. Kombinasi kecepatan, keberanian, pengalaman, dan kemampuan bangkit dari cedera membuat pembalap Spanyol itu terus mendapatkan pengakuan, sementara warisan Rossi tetap menjadi bagian penting dalam sejarah olahraga tersebut.
Sumber: Crash