Bruno Fernandes Pertanyakan Taktik Michael Carrick usai MU Dibantai Como di Liga Champions

Bruno Fernandes mempertanyakan taktik sang pelatih, Michael Carrick, usai Manchester United dibantai Como 1-4 di Liga Champions.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 22 Oktober 2026, 06:20 WIB
Gelandang Manchester United Portugal #08 Bruno Fernandes bereaksi selama Liga Champions UEFA, League Phase matchday 3, antara Como 1907 dan Manchester United di Stadio Giuseppe Sinigaglia di Como, Italia utara pada 21 Oktober 2026. (PIERO CRUCIATTI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, mempertanyakan taktik sang pelatih, Michael Carrick, setelah Setan Merah dipermalukan Como dengan skor 4-1 pada matchday ketiga League Phase Liga Champions, Rabu (21-10-2026).

Kekalahan telak itu memperdalam krisis yang sedang melanda Setan Merah.

Advertisement

Hasil tersebut membuat MU belum pernah menang dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi.

MU kalah dari debutan Liga Champions, Como, yang tampil lebih bertenaga, lebih disiplin, dan menguasai jalannya laga.

Fernandes kesulitan saat dimainkan sebagai false nine. Pemain Portugal itu ditarik keluar pada menit ke-67 dan digantikan Joshua Zirkzee.

Penyerang pengganti tersebut sempat mencetak gol hiburan bagi MU menjelang akhir pertandingan di Giuseppe Sinigaglia Stadium.


Start Buruk

Pemain Manchester United, Matthijs de Ligt (kiri), berbicara dengan rekan setimnya, Bruno Fernandes, saat mereka meninggalkan lapangan pada jeda babak pertama dalam pertandingan fase pembuka Liga Champions antara Como dan Manchester United di Como, Italia, Kamis (22-10-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Antonio Calanni)

Usai pertandingan, Fernandes menyebut MU memulai laga dengan buruk.

"Ini bukan pertama kalinya kami memulai dengan langkah yang salah, dan mereka mencetak gol sangat cepat. Tekanan ke pemegang bola minim, pergerakan dengan bola kurang bagus, dan banyak hal tidak berjalan sesuai harapan," kata Bruno Fernandes kepada TNT Sports.

Menurut sang kapten, kebobolan gol lebih awal membuat para pemain kehilangan kepercayaan diri dan merasa berada dalam situasi sulit.

Meski begitu, mereka tetap berusaha berani menguasai bola dan menciptakan peluang untuk mengubah keadaan.


Kritik Fernandes

Para pemain Manchester United bereaksi setelah kebobolan gol keempat dalam pertandingan League Phase UEFA Champions League antara Como 1907 dan Manchester United di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia bagian utara, pada 21 Oktober 2026. (PIERO CRUCIATTI/AFP)

Fernandes juga mengungkapkan strategi tidak menekan lawan secara man to man berasal dari tim pelatih. Hal itu membuat Setan Merah mengalami kesulitan.

"Ketika kebobolan lebih dulu, kami memasuki pertandingan dengan mentalitas kalah. Sulit untuk keluar dari situasi tersebut. Kami berusaha bermain berani, menguasai bola, dan menciptakan sesuatu. Jika kami tidak mampu melakukannya, akan sangat sulit untuk keluar dari situasi ini," ujarnya.

"Staf pelatih memutuskan untuk tidak melakukan pressing satu lawan satu di seluruh area lapangan. Terkadang, kami membiarkan ruang di belakang dan mencoba merebut bola dengan menunggu lawan. Namun, ketika menghadapi tim-tim seperti ini, memberi mereka ruang justru bisa meningkatkan kepercayaan diri mereka," lanjut Fernandes.

Ketika ditanya apakah dirinya menganggap Carrick melakukan kesalahan dalam menyusun taktik, Fernandes tidak memberikan jawaban yang tegas.

"Itu urusan manajer dan staf untuk menilai, bukan saya. Kadang kita harus lebih berani di bawah tekanan, mengambil risiko menekan tinggi, dan membuat lawan tidak nyaman," ucapnya.


Tekanan Terhadap Carrick

Pelatih asal Inggris untuk Manchester United, Michael Carrick, menunjukkan reaksi setelah mengalami kekalahan dalam pertandingan Liga Champions UEFA—laga ketiga League Phase—antara Como 1907 dan Manchester United di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia bagian utara, pada 21 Oktober 2026. (PIERO CRUCIATTI/AFP)

Fernandes mencontohkan permainan Como yang mampu memanfaatkan pergerakan bek tengah lawan untuk menciptakan ruang.

Menurutnya, MU perlu menerapkan strategi tersebut sebagai sebuah tim.

MU baru meraih dua kemenangan dalam 10 pertandingan pertama musim 2026/2027.

Kekalahan terbaru ini dipastikan menambah tekanan terhadap Carrick, yang lantas meminta maaf kepada suporter MU saat peluit akhir dibunyikan.

Setan Merah akan melanjutkan kiprah di Liga Inggris dengan menjamu Bournemouth pada akhir pekan ini, meski belum jelas apakah Carrick masih akan menjadi pelatih MU.

 

Sumber: Sports Mole

Berita Terkait