Jamie Carragher Kecam Bruno Fernandes usai Kritik Michael Carrick: Memalukan!

Jamie Carragher mengpmentari sikap Bruno Fernandes yang mengkritisi taktik pelatihnya di MU, Michael Carrick.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 22 Oktober 2026, 10:15 WIB
Pemain Manchester United, Matthijs de Ligt (kiri), berbicara dengan rekan setimnya, Bruno Fernandes, saat mereka meninggalkan lapangan pada jeda babak pertama dalam pertandingan fase pembuka Liga Champions antara Como dan Manchester United di Como, Italia, Rabu (21-10-2026). (Foto AP/Antonio Calanni)

Bola.com, Jakarta - Jamie Carragher melontarkan kritik keras kepada Bruno Fernandes setelah kapten Manchester United itu menyinggung taktik Michael Carrick dalam kekalahan 1-4 dari Como pada matchday ketiga League Phase Liga Champions.

Mantan bek Liverpool tersebut menilai sikap Fernandes tidak pantas untuk seorang pemimpin tim.

Advertisement

Kontroversi bermula setelah Fernandes ditarik keluar pada menit ke-67. Seusai pertandingan, gelandang asal Portugal itu mengatakan keputusan untuk tidak menerapkan pressing satu lawan satu merupakan pilihan staf pelatih.

Carrick kemudian merespons dengan menegaskan, sistem permainan apa pun tidak akan berhasil jika pemain tidak bekerja keras.

Pernyataan tersebut mendapat dukungan Carragher yang menilai Fernandes seharusnya tidak melontarkan kritik semacam itu kepada pelatihnya.

"Pekan lalu, kita mengatakan Lisandro Martinez benar-benar kelewatan karena mengkritik jajaran petinggi klub. Kalau Bruno Fernandes melakukan hal yang sama, itu benar-benar memalukan," ujar Carragher saat menjadi pundit di CBS.


Carragher Soroti Sikap Fernandes

Gelandang Manchester United Portugal #08 Bruno Fernandes bereaksi selama Liga Champions UEFA, League Phase matchday 3, antara Como 1907 dan Manchester United di Stadio Giuseppe Sinigaglia di Como, Italia utara pada 21 Oktober 2026. (PIERO CRUCIATTI/AFP)

Carragher mengakui Fernandes merupakan pemain berbakat. Namun, ia mempertanyakan sikap sang kapten, terutama setelah menikmati musim yang bagus ketika Carrick membantunya kembali bermain di posisi yang tepat.

"Dia mendapatkan penghargaan pemain terbaik musim lalu setelah Michael Carrick menjadi manajer. Dia tidak akan mendapatkan penghargaan itu tanpa Carrick, yang mengembalikannya ke posisi yang semestinya," kata Carragher.

Ia juga menduga Fernandes kecewa karena diganti dalam pertandingan melawan Como.

Carragher menilai kebiasaan Fernandes berlari tanpa arah yang jelas justru mengganggu permainan kolektif MU.

"Saya sering mengomentari pertandingan Manchester United. Dia berlari ke mana-mana seperti anak sekolah di halaman bermain demi para pendukung. Mereka mengira dia bekerja keras, padahal tidak. Dia justru merugikan pemain lain di tim dengan melakukan itu," ucapnya.


Carrick Bukan Satu-satunya Masalah MU

Pelatih asal Inggris untuk Manchester United, Michael Carrick, menunjukkan reaksi setelah mengalami kekalahan dalam pertandingan Liga Champions UEFA—laga ketiga League Phase—antara Como 1907 dan Manchester United di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia bagian utara, pada 21 Oktober 2026. (PIERO CRUCIATTI/AFP)

Carragher menilai persoalan MU tidak bisa semata-mata dibebankan kepada pelatih. Ia mempertanyakan berulangnya pergantian manajer tanpa perubahan berarti dalam identitas permainan klub.

"Sudah berapa pelatih yang ditangani Bruno Fernandes sekarang? Lima? Mereka mengganti manajer setiap musim. Manchester United bermasalah dari atas sampai bawah," ujarnya.

Kendati menganggap posisi Carrick perlu dievaluasi, Carragher tetap menghargai kontribusinya pada musim sebelumnya.

Menurutnya, Carrick berperan penting membawa MU kembali ke Liga Champions, yang juga memberikan pemasukan tambahan sekitar 100 juta hingga 150 juta paun bagi klub.

"Dia datang untuk membantu klubnya sendiri ketika sedang tidak bekerja, dan dia melakukan pekerjaan yang luar biasa. Manchester United berada di Liga Champions karena Carrick. Dia yang membawa mereka ke sana," kata Carragher.

Carragher pun mengaku senang Carrick berani merespons komentar Fernandes dan menarik sang kapten keluar dari pertandingan.

Namun, ia menegaskan persoalan MU jauh lebih besar daripada hubungan antara pemain dan pelatih.

 

Sumber: ESPN


Persaingan Terkini

Berita Terkait