2 Legenda Naik Pitam Gara-Gara MU Dipermalukan Como, 2 Pemain Kena Semprot

Kekalahan telak Manchester United dari Como di Liga Champions memancing kritik keras dari dua legenda klub.

BolaCom | Merisa AmandaDiterbitkan 22 Oktober 2026, 11:45 WIB
Matthijs de Ligt dari Manchester United meninggalkan lapangan pada babak kedua saat pertandingan fase pembukaan Liga Champions antara Como dan Manchester United di Como, Italia, Rabu, 21 Oktober 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Bola.com, Jakarta - Manchester United menelan kekalahan telak 1-4 dari Como di Liga Champions, Rabu (21-10-2026) malam WIB.

Hasil mengecewakan tersebut membuat legenda Setan Merah, Peter Schmeichel, melontarkan kritik tajam kepada pemain, sorotan khususnya ia arahkan ke Matthijs de Ligt dan Noussair Mazraoui, hingga performa tim secara keseluruhan.

Advertisement

Schmeichel menyoroti De Ligt yang kembali tampil sebagai starter setelah lama absen akibat cedera. Ia menilai bek asal Belanda tersebut belum berada dalam kondisi permainan terbaiknya.

"Dia belum bermain satu menit pun sejak November musim lalu. Dia baru pertama kali duduk di bangku cadangan saat melawan Leeds, dan saya tidak tahu seberapa banyak dia sudah berlatih, tapi hal itu terlihat di lapangan," ujar Schmeichel dikutip dari Express, Kamis (22-10-2026).

Mazraoui juga tak luput dari kritik. Pemain asal Maroko itu memulai pertandingan sebagai bek kiri sebelum bergeser ke kanan. Schmeichel menilai penempatan posisinya, termasuk ketika Como mencetak gol kedua, tidak cukup baik.

"Penempatan posisinya dan hal-hal lainnya benar-benar tidak cukup baik," kata kiper legendaris Setan Merah tersebut.


Schmeichel Kritik Mentalitas Pemain

Pemain Manchester United, Matthijs de Ligt (kiri), berbicara dengan rekan setimnya, Bruno Fernandes, saat mereka meninggalkan lapangan pada jeda babak pertama dalam pertandingan fase pembuka Liga Champions antara Como dan Manchester United di Como, Italia, Rabu (21-10-2026). (Foto AP/Antonio Calanni)

Akan tetapi, kritik Schmeichel tak hanya tertuju kepada dua pemain tersebut. Ia juga mempertanyakan keberanian dan determinasi skuad Setan Merah ketika meladeni Como.

"Mereka terlihat seperti tim yang setiap pemainnya merasa tertekan, kehilangan keberanian, dan tidak cukup berani untuk mengambil inisiatif menyerang Como," kata Schmeichel.

Kekecewaan turut terlihat dari suporter setia. Dari sekitar 700 pendukung Setan Merah yang hadir di Stadion Giuseppe Sinigaglia, hanya sekitar 100 orang yang masih bertahan hingga pertandingan berakhir.

Michael Carrick mengakui hasil tersebut sangat mengecewakan dan menegaskan dirinya bertanggung jawab atas performa tim.

"Ini lebih dari sekadar mengecewakan," aku Carrick.


Berbatov Soroti Penampilan

Pemain Manchester United tertunduk lesu usai kalah dari Como (AFP)

Legenda MU lainnya, Dimitar Berbatov, juga bersuara. Ia mempertanyakan apakah para pemain saat ini mampu bersaing di level tertinggi.

Menurut Berbatov, kekalahan seperti ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pemain, arah tim, dan posisi pelatih.

Kendati mendukung agar Carrick diberi lebih banyak waktu, ia mengakui performa MU kali ini sulit dibela.

"Rasanya seperti orang dewasa melawan anak-anak," ujar Berbatov.

Kekalahan dari Como membuat MUmenelan dua kekalahan beruntun dalam tiga pertandingan pertama mereka di Liga Champions. Selanjutnya, MU akan menghadapi Bournemouth di Old Trafford dalam lanjutan Premier League.

 

Sumber: Express


Persaingan Terkini

Berita Terkait