PSIM Terpuruk di Zona Degradasi BRI Super League, Brajamusti dan The Maident Beri Pesan untuk Pemain

Terbaru, PSIM menyerah dengan skor 0-1 saat bertandang ke markas Bhayangkara FC pada pekan keenam di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026).

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 22 Oktober 2026, 15:45 WIB
Aksi Brajamusti saat mendukung PSIM. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Jakarta - Kelompok suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti dan The Maident, meminta Laskar Mataram segera berbenah setelah kembali kalah dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027.

Terbaru, PSIM menyerah dengan skor 0-1 saat bertandang ke markas Bhayangkara FC pada pekan keenam di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026).

Advertisement

Dalam laga itu, PSIM harus berjuang dengan 10 pemain sejak menit ke-27. Gelandang Ze Valente menerima kartu merah karena melakukan pelanggaran terhadap pemain lawan.

Pertandingan itu jadi laga pertama PSIM usai berpisah dengan Jean-Paul van Gastel yang dipecat pekan lalu. Untuk sementara, Laskar Mataram ditangani Guntur Cahyo Utomo sebagai caretaker pelatih.

Hingga pekan keenam BRI Super League, PSIM urung mendulang kemenangan dengan catatan sekali imbang dan lima tumbang. Mereka berada di zona degradasi atau posisi ke-17 klasemen sementara dengan satu poin.

 

Kecewa, tetapi...

Kelompok suporter PSIM, Brajamusti. (Bola.com/Ronald Seger Prabowo)

Presiden Brajamusti, RM Satrio Wijayanto, kecewa dengan hasil yang didapat PSIM Yogyakarta. Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan pemain.

"Secara hasil tentu kecewa belum bisa menang. Namun, kami mengapresiasi daya juang pemain di lapangan, apalagi harus main dengan 10 orang. Evaluasi besar tetap harus ada, terutama soal kedisiplinan di lapangan agar hal seperti ini tidak terulang," ujar Satrio kepada Bola.com, Kamis (22/10/2026).

Selain itu, ia meminta pemain tetap menjaga kepercayaan diri. Dukungan suporter akan terus diberikan selama mereka menunjukkan kesungguhan dan kebanggaan saat membela PSIM.

"Buat tim dan seluruh pemain, tetap tegakkan kepala. Liga masih berjalan, perjalanan masih panjang. Jangan biarkan kekalahan ini meruntuhkan mental," pesannya.

"Brajamusti akan selalu ada di belakang tim, memberikan dukungan penuh selagi kalian bertanding dengan hati dan kebanggaan untuk lambang tugu di dada," tegas Satrio.


Berharap Ada Perubahan

Hal senada disampaikan Ketua Umum The Maident, Rendy Agung Prasetya. Ia cukup menyayangkan hasil yang diperoleh PSIM di Bandar Lampung.

"Menurut saya, hasil pertandingan kemarin tentu belum sesuai dengan harapan kita semua. Setelah Van Gastel dipecat kami berharap ada energi dan semangat baru di dalam tim," kata Rendy saat dihubungi Bola.com, Kamis (22/10/2026).

Namun, Rendy mengingatkan kekalahan dari Bhayangkara FC tidak bisa dilepaskan dari situasi pertandingan yang membuat PSIM kehilangan satu pemain sejak babak pertama.

"Namun, kami juga harus melihat pertandingan secara utuh karena PSIM harus bermain dengan 10 pemain dan akhirnya kalah tipis 0-1. Situasi tersebut tentu membuat perjuangan tim menjadi lebih berat," ucap Rendy.

"Terpenting sekarang adalah bagaimana kita menyikapi hasil ini dengan kepala dingin. Kita tidak bisa terus larut dalam kekecewaan, tetapi juga tidak boleh menutup mata terhadap evaluasi yang harus segera dilakukan," tuturnya.

Berita Terkait