Jakarta Running Festival 2026 Pecahkan Rekor Peserta, 37.000 Pelari dari 49 Negara Ikut Serta

Jakarta Running Festival 2026 akan diikuti 37.000 pelari dari 49 negara.

BolaCom | Juventus FiladelfiaDiterbitkan 22 Oktober 2026, 17:00 WIB
Press Conference Jakarta Running Festival 2026, di Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026). (Bola.com/Juventus Filadelfia).

Bola.com, Jakarta - Antusiasme masyarakat terhadap olahraga lari semakin terasa melalui penyelenggaraan myBCA Jakarta Running Festival (JRF) 2026. Sekitar 37.000 pelari dari 49 negara diperkirakan meramaikan festival lari tersebut, meningkat dibandingkan edisi 2025 yang diikuti hampir 27.000 peserta.

Lonjakan jumlah peserta ini menunjukkan Jakarta Running Festival semakin mendapat tempat di kalangan komunitas lari nasional maupun internasional.

Advertisement

JRF tidak hanya menjadi ajang untuk menguji kemampuan berlari, tetapi juga berkembang menjadi perayaan olahraga yang melibatkan masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai mitra strategis.

Project Director JRF 2026, Dickie Widjaja, menegaskan bahwa penyelenggaraan festival berskala besar membutuhkan kolaborasi banyak pihak agar dapat memberikan pengalaman terbaik kepada peserta sekaligus membawa manfaat bagi Jakarta.

"Pada akhirnya, myBCA Jakarta Running Festival 2026 bukan hanya acara untuk pelari Indonesia maupun pelari dari berbagai negara, tetapi juga acara untuk Jakarta. Karena itu kami harus memastikan seluruh standar terpenuhi" ujar Dickie dalam konferensi pers Jakarta Running Festival 2026, di Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026)


JRF 2026 Raih Gold Label

Press Conference Jakarta Running Festival 2026, di Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026). (Bola.com/Juventus Filadelfia).

Race Director Jakarta Running Festival, Donny, mengatakan bahwa JRF kembali mencatat pencapaian penting dalam penyelenggaraan tahun ini setelah meraih Gold Label untuk kategori Half Marathon.

“Tahun lalu, kami sudah mendapatkan Gold Label untuk kategori Marathon dan Half Marathon. Namun tahun ini, Jakarta Running Festival menjadi event pertama di Indonesia yang mendapatkan Gold Label untuk kategori Half Marathon,” ujar Donny.

Pencapaian tersebut mengharuskan penyelenggara memenuhi sejumlah persyaratan, mulai dari sertifikasi rute, pencatatan waktu, layanan medis, antidoping, keamanan peserta, hingga penyediaan water station.

 

Dukungan juga datang dari BCA yang untuk pertama kalinya menjadi title sponsor JRF. Senior Vice President BCA, Norisa Saifuddin, mengatakan pihaknya melihat olahraga lari telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

"Kami melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa terhadap olahraga lari, yang kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Sebagai salah satu bank di Indonesia, kami merasa perlu mendukung perkembangan ini," ujar Norisa.

 


Keselamatan Peserta no 1

Press Conference Jakarta Running Festival 2026, di Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026). (Bola.com/Juventus Filadelfia).

Aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama penyelenggara. Donny Tjahyadikarta, juga mengingatkan para peserta untuk mempersiapkan diri dengan baik dan tidak mencoba perlengkapan baru pada hari perlombaan.

"Jangan mencoba sesuatu yang baru pada hari perlombaan. Jangan mencoba sepatu baru atau gel baru. Gunakan perlengkapan dan produk yang sudah biasa digunakan saat latihan," kata Donny.

Ia juga menyarankan pelari menjaga waktu istirahat, memulai lomba dengan pace yang nyaman, serta melakukan rehidrasi dan pemulihan setelah mencapai garis finis.

Di sisi lain, Siloam Hospitals Group juga menyiapkan 11 ambulans, tenaga dokter dan perawat, serta fasilitas pendukung untuk menangani kondisi darurat. Generali Indonesia juga hadir sebagai mitra asuransi dengan perlindungan bagi peserta sesuai ketentuan polis yang berlaku.


Dampak Event Tembus Rp160 Miliar

Press Conference Jakarta Running Festival 2026, di Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026). (Bola.com/Juventus Filadelfia).

Jakarta Running Festival bukan hanya memberikan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, tetapi juga berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi di ibu kota.

Berdasarkan riset Katadata terhadap penyelenggaraan JRF 2025, dampak ekonomi acara tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp160 miliar. Angka ini berasal dari berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kedatangan peserta dan pengunjung, termasuk pengeluaran untuk hotel, transportasi, kuliner, serta belanja.

Head of Marketing and Communications Katadata Indonesia, Heri Susanto, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah peserta berpotensi memperluas dampak ekonomi JRF tahun ini.

"Pada tahun lalu, berdasarkan survei yang kami lakukan, dampak ekonomi dari acara ini diperkirakan mencapai sekitar Rp160 miliar," ujar Heri.

Ia menambahkan, hasil survei terhadap penyelenggaraan tahun lalu menunjukkan omzet mitra usaha meningkat sekitar 80 persen, sedangkan jumlah pelanggan bertambah sekitar 30 persen.

Berita Terkait