Kata-Kata Penuh Kekecewaan Ruben Amorim Setelah AC Milan Dilumat Bournemouth di Liga Europa

Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, tak bisa menyembunyikan kekecewaan setelah timnya dibantai Bournemouth dengan skor 0-3.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 23 Oktober 2026, 05:45 WIB
Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, menyaksikan pertandingan fase liga Liga Europa 2026/2027 antara Bournemouth dan AC Milan di Vitality Stadium, Bournemouth, Inggris selatan, Jumat (22/10/2026) dini hari WIB. (Glyn Kirk / AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, tak bisa menyembunyikan kekecewaan setelah timnya dibantai Bournemouth dengan skor 0-3 pada matchday ketiga fase liga Liga Europa 2026/2027 di Stadion Vitality, Jumat (23/10/2026) dini hari WIIB.

Amorim menilai pertandingan praktis berakhir setelah AC Milan kehilangan satu pemain pada menit ke-28. Dua kesalahan fatal pada babak pertama membuat Rossoneri kesulitan mengembangkan permainan hingga akhirnya harus mengakui keunggulan tuan rumah.

Advertisement

"Penalti dari situasi sepak pojok dan kartu merah mengubah segalanya. Setelah itu, tidak ada pertandingan. Tidak ada pertandingan," ujar Amorim kepada Sky Sport Italia.

AC Milan sebenarnya sudah tertinggal lebih dulu melalui penalti Justin Kluivert. Bek Koni De Winter melakukan handball di kotak terlarang sehingga wasit menunjuk titik putih setelah meninjau VAR.

Situasi Milan semakin sulit ketika kiper Mike Maignan diganjar kartu merah akibat mendorong wajah gelandang Bournemouth, Tyler Adams, pada menit ke-27.

Wasit kembali memberikan penalti kepada Bournemouth. Marcus Tavernier yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan menggandakan keunggulan The Cherries menjadi 2-0.

Bournemouth kemudian memastikan kemenangan 3-0 melalui tendangan bebas Amine Adli pada menit-menit akhir pertandingan.

 


Tak Punya Waktu Bangkit

Bek AC Milan, Davide Bartesaghi (33), menunjukkan reaksi seusai pertandingan Liga Europa UEFA antara Bournemouth melawan AC Milan di Stadion Vitality, Bournemouth, Inggris selatan, Jumat (23/10/2026). (Glyn Kirk / AFP)

Amorim mengakui timnya tidak memiliki cukup waktu untuk bangkit setelah dua insiden tersebut. Ia juga menyebut gol ketiga Bournemouth semakin menyulitkan Milan untuk mengejar ketertinggalan.

"Kami tidak punya waktu untuk memulihkan keadaan setelah penalti pertama. Kami mencoba menekan pada akhir pertandingan, tetapi gol ketiga membuat situasi semakin sulit," kata Amorim.

Pelatih asal Portugal itu juga mendapat pertanyaan mengenai keputusannya melakukan rotasi pemain. Sebelumnya, AC Milan mampu mengalahkan RB Salzburg dengan skor telak 4-1 di Liga Europa.

Namun, Amorim menegaskan bahwa persoalan utama dalam kekalahan dari Bournemouth bukanlah ritme permainan ataupun perbedaan kualitas lawan.

"Ini bukan soal ritme atau pertandingan melawan Salzburg. Tidak ada pertandingan setelah kejadian itu. Bournemouth adalah tim yang berbeda, tetapi kami tidak boleh memberikan penalti di situasi seperti itu dan tidak boleh mendapatkan kartu merah dengan cara tersebut," ujarnya.

Amorim secara khusus menyoroti tindakan Maignan yang dinilai tidak seharusnya dilakukan oleh pemain berpengalaman. Menurutnya, Milan harus mampu menjaga disiplin agar tetap bermain dengan 11 pemain.

"Benar, kami tidak boleh melakukan hal seperti itu. Kami harus menjaga agar tetap ada 11 pemain di lapangan. Sekarang, kami harus memulihkan kondisi dan bersiap menghadapi pertandingan berikutnya," tutur Amorim.

 


Harus Bekerja Keras

Pelatih kepala AC Milan, Ruben Amorim, memegang bola saat pertandingan Serie A antara AC Milan dan Lecce di Milan, Italia, Senin (21-9-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Antonio Calanni)

Bermain dengan 10 pemain membuat Milan harus bekerja lebih keras, terutama ketika berusaha menekan pertahanan lawan. Amorim mengakui situasi tersebut berdampak negatif terhadap hampir seluruh aspek permainan timnya.

Ia juga menjelaskan bahwa keputusan taktik dan pergantian pemain diambil untuk menempatkan para pemain dalam posisi yang lebih nyaman setelah Maignan diusir dari lapangan.

Ketika ditanya apakah sudah berbicara dengan Maignan setelah insiden tersebut, Amorim mengaku belum sempat melakukannya.

"Saya belum punya waktu. Sekarang, saya harus kembali ke Milan untuk mempersiapkan pertandingan melawan Udinese. Kami akan membicarakannya setelah kembali," katanya.

Sumber: Football Italia

 

Berita Terkait