Harry Kane Sebut Kandidat Terkuat Juara Liga Champions Musim Ini, Bukan Bayern Munchen atau Arsenal

Striker Bayern Munchen, Harry Kane, menjagokan Paris Saint-Germain (PSG) sebagai kandidat terkuat untuk menjuarai Liga Champions 2026/2027.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 23 Oktober 2026, 06:29 WIB
Penyerang Bayern Munchen, Harry Kane, merayakan gol kedua timnya melalui tendangan penalti dalam pertandingan Liga Champions melawan Arsenal di Munchen, Jerman selatan, Kamis (22/10/2026) dini hari WIB. (Karl-Josef Hildenbrand / AFP)

Bola.com, Jakarta - Striker Bayern Munchen, Harry Kane, menjagokan Paris Saint-Germain (PSG) sebagai kandidat terkuat untuk menjuarai Liga Champions 2026/2027. Menurutnya, klub asal Prancis itu masih menjadi tim yang paling menonjol di Eropa setelah sukses meraih gelar juara dalam dua musim beruntun.

Pernyataan Kane muncul setelah Bayern Munchen bermain 2-2 melawan Arsenal pada laga fase liga Liga Champions di Allianz Arena, Rabu (21/10/2026) malam waktu setempat.

Advertisement

Arsenal lebih dulu unggul melalui Eberechi Eze. Bayern kemudian menyamakan kedudukan lewat Alphonso Davies sebelum Kane membawa tim tuan rumah berbalik unggul melalui eksekusi penalti.

Namun, Arsenal berhasil menyelamatkan satu poin setelah Declan Rice mencetak gol penyeimbang pada menit ke-82. Hasil tersebut membuat kedua tim harus puas berbagi angka dalam duel sengit yang mempertemukan dua kandidat kuat juara.

Di sisi lain, PSG menunjukkan kekuatan mereka dengan mengalahkan Barcelona 4-2 di Parc des Princes, Selasa (20/10/2026). Hasil itu terasa istimewa karena Barcelona sebelumnya selalu menang dalam 11 pertandingan yang mereka jalani pada musim ini.

Kane menilai PSG masih layak ditempatkan di posisi teratas dalam persaingan menuju trofi Si Kuping Besar.

"Saya rasa PSG, kami sendiri, Arsenal, Barcelona, dan Real Madrid selalu menjadi tim yang kuat. Ada banyak tim hebat," ujar Kane kepada Canal+.

"Namun, PSG tentu menjadi favorit setelah menjuarai Liga Champions dua musim berturut-turut," lanjutnya, seperti dikutip dari Metro. 

 


Masih Awal Musim

Penyerang Bayern Munich asal Inggris bernomor punggung 09, Harry Kane, merayakan gol yang membuat skor menjadi 0-2 dalam pertandingan Bundesliga divisi pertama Jerman antara SV Werder Bremen dan FC Bayern Munich di Bremen, Jerman utara, 14 Februari 2026. (Focke Strangmann/AFP)

Meski demikian, Kane tidak menganggap Bayern Munchen dan Arsenal berada jauh di belakang PSG. Ia menilai persaingan masih terbuka karena musim baru berjalan dan perjalanan menuju partai final masih panjang.

"Kami menjalani pertandingan yang hebat melawan mereka musim lalu. Pertandingannya sangat ketat, begitu juga ketika menghadapi Arsenal di sini," kata Kane.

"Kita harus melihat bagaimana perkembangannya. Ini masih awal musim dan perjalanan masih panjang. Kita akan melihat apa yang terjadi pada April dan Mei," imbuhnya.

Selain berbicara mengenai kandidat juara, Kane juga memberikan pujian kepada Arsenal. Ia mengakui pergerakan para pemain asuhan Mikel Arteta membuat Bayern Munchen kesulitan menentukan pemain yang harus mendapat tekanan.

Menurut Kane, Arsenal memiliki pola pergerakan yang cukup rumit untuk diantisipasi, terutama pada babak kedua. Situasi tersebut membuat Bayern sempat kehilangan kejelasan dalam melakukan pressing.

"Menurut saya, Arsenal cukup sulit dihadapi, terutama dari cara mereka bergerak," ujar Kane.

"Biasanya, kami memiliki acuan yang cukup jelas mengenai siapa yang harus ditekan. Namun, karena pergerakan mereka, khususnya pada babak kedua, saya merasa kami sedikit kebingungan menentukan siapa yang harus dijaga," lanjutnya.

 

 

 


Hasil yang Adil

Pemain Arsenal, Bukayo Saka berebut bola dengan pemain Bayern Munchen, Konrad Laimer dalam laga Liga Champions 2025/2026 di Emirates Stadium, London, Rabu (26/11/2025) waktu setempat. (AP Photo/Kin Cheung)

Kane juga menyoroti bagaimana Bayern terlalu lama bertahan dengan blok pertahanan rendah. Situasi itu semakin terasa setelah Arsenal mencetak gol penyeimbang pada 10 hingga 15 menit terakhir pertandingan.

"Kami terlalu lama bertahan dengan blok rendah, terutama setelah mereka mencetak gol kedua. Dalam 10 hingga 15 menit terakhir, kami kesulitan keluar dari tekanan dan memulai pressing," kata Kane.

"Itu jelas menjadi sesuatu yang bisa saya perbaiki, begitu juga dengan tim. Kami harus lebih jelas dalam menentukan siapa yang harus mendapat tekanan pada situasi seperti itu," imbuhnya.

Kane menilai hasil 2-2 merupakan hasil yang cukup adil bagi kedua tim. Bayern sempat memiliki momentum setelah berbalik unggul 2-1, tetapi gagal memanfaatkannya untuk memastikan kemenangan.

Di sisi lain, Arsenal juga mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya, terutama melalui situasi bola mati.

"Pada akhirnya, hasil imbang mungkin merupakan hasil yang adil. Kami memiliki beberapa momen bagus dan momentum yang baik setelah unggul 2-1. Kami seharusnya bisa menghukum mereka dan menyelesaikan pertandingan," ujar Kane.

"Namun, kami menghadapi tim yang tangguh. Mereka juga memiliki beberapa peluang bagus, terutama dari situasi bola mati. Sekarang, kami harus terus berkembang karena pertandingan berikutnya sudah menanti dalam waktu dekat," lanjutnya.

Sumber: ESPN

 

Berita Terkait