Ducati Tak Masalah Aprilia Terapkan Team Order di MotoGP 2026, Davide Tartozzi: Mereka Bebas Pilih

Ducati menegaskan tidak keberatan jika Aprilia menerapkan instruksi tim untuk memperbesar peluang meraih gelar juara dunia MotoGP 2026.

BolaCom | Merisa AmandaDiterbitkan 23 Oktober 2026, 21:45 WIB
Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, berselebrasi di podium setelah memenangi sprint race MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Sabtu (10/10/2026). (Sonny Tumbelaka/AFP)

Bola.com, Jakarta - Persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026 antara Jorge Martin dan Marc Marquez turut memunculkan pembahasan mengenai team order.

Strategi tersebut memungkinkan sebuah tim meminta pembalapnya membantu rekan setim yang memiliki peluang lebih besar untuk menjadi juara.

Advertisement

Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menilai Aprilia berhak mengambil langkah tersebut jika dianggap menguntungkan dalam perebutan gelar. Meski demikian, Ducati mengaku memiliki pendekatan berbeda dalam mengelola para pembalapnya. 

Tardozzi menegaskan Ducati tidak akan mempermasalahkan apabila Aprilia memutuskan menerapkan team order pada sisa musim ini. Menurutnya, setiap pabrikan memiliki kebebasan menentukan strategi untuk menghadapi rival di lintasan.

"Jika mereka berniat melakukannya, itu tidak masalah. Itu keputusan mereka. Ducati belum pernah melakukan hal tersebut pada masa lalu, tetapi setiap orang berhak memilih strateginya sendiri," ujar Tardozzi, dikutip dari Motorsport.com, Jumat (23/10/2026).


Ducati Hormati Keputusan Aprilia

Pembalap Aprilia Racing asal Spanyol, Jorge Martin (kiri) dan pembalap Ducati Lenovo Team asal Spanyol, Marc Marquez (kanan), berkompetisi selama Grand Prix MotoGP Thailand di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 1 Maret 2026. (Lillian SUWANRUMPHA/AFP)

 

Ia juga menyinggung pendekatan Ducati terhadap tim satelit yang selama ini mendapat kesempatan untuk bersaing. Menurut Tardozzi, olahraga seharusnya tetap menjadi prioritas dibandingkan kepentingan bisnis.

"Kami telah menunjukkan sikap fair play terhadap tim satelit kami pada masa lalu. Karena itu, kami percaya olahraga harus didahulukan daripada bisnis. Namun, mereka memiliki hak dan kebebasan penuh untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan," lanjutnya.


Persaingan Jorge Martin dan Marc Marquez

Pembalap asal Spanyol dari tim Aprilia Racing, Jorge Martin (kiri), dan pembalap asal Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, bersaing dalam balapan Sprint MotoGP Grand Prix Austria di Spielberg bei Knittelfeld, Austria, pada 19 September 2026. (Joe Klamar/AFP)

Wacana team order di kubu Aprilia muncul ketika Jorge Martin dan Marc Marquez bersaing ketat dalam perebutan gelar juara dunia. Martin menjadi andalan Aprilia, sedangkan Marquez berupaya membawa Ducati kembali meraih gelar.

Sebelumnya, Aprilia menyatakan para pembalapnya masih bebas bersaing. Namun, manajemen pabrikan tersebut telah membahas kemungkinan menetapkan pedoman tim untuk menghindari insiden yang dapat merugikan peluang mereka.

Bagi Ducati, perkembangan tersebut menjadi bagian dari persaingan menuju akhir musim. Marquez dan Martin masih harus mengumpulkan poin penting pada seri-seri tersisa demi memperbesar peluang menjadi juara dunia MotoGP 2026.

Sumber: Motorsport

Berita Terkait