Ukir Sejarah 4 Emas Beruntun Asian Para Games, Leani Ratri/Hikmat Bangkit Dramatis Taklukkan India

Leani Ratri Oktila kembali mengukir sejarah di Asian Para Games 2026.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 23 Oktober 2026, 16:43 WIB
Atlet Indonesia di Paralimpiade 2024 tak henti ukir prestasi. Ganda campuran bulu tangkis, Hikmat Ramdani dan Leani Ratri Oktila raih medali emas pertama. (Foto: NPC Indonesia dari Instagram @jokowi)

Bola.com, Jakarta - Leani Ratri Oktila kembali mengukir sejarah di Asian Para Games 2026. Berpasangan dengan Hikmat Ramdani, Ratri sukses merebut medali emas nomor ganda campuran SL3-SU5 setelah menaklukkan wakil India, Thulasimathi Murugesan/Nitesh Kumar, di partai final, Jumat (23/10/2026).

Ratri/Hikmat harus berjuang keras untuk memastikan medali emas. Sempat kehilangan gim pertama, pasangan andalan Indonesia itu mampu bangkit dan membalikkan keadaan untuk menang 11-21, 21-19, 21-14 dalam pertandingan berdurasi 51 menit.

Advertisement

Kemenangan tersebut terasa istimewa bagi Ratri. Atlet para bulu tangkis Indonesia itu mencatatkan quattrick alias empat kali berturut-turut meraih emas ganda campuran Asian Para Games, mulai dari Incheon 2014, Jakarta 2018, Hangzhou 2022, hingga Nagoya 2026.

Tambahan emas dari Ratri/Hikmat juga menjadi medali emas ke-11 bagi kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026 yang berlangsung di Nagoya, Jepang.

Perjuangan Ratri/Hikmat di partai final tidak berjalan mulus. Pasangan Indonesia tersebut sempat kesulitan mengembangkan permainan pada gim pertama dan harus mengakui keunggulan wakil India dengan skor 11-21.

Ratri mengakui tekanan di lapangan membuatnya tidak bisa tampil seleluasa biasanya. Padahal, ia dan Hikmat sudah beberapa kali berhadapan dengan pasangan India tersebut dan mampu meraih kemenangan dengan relatif nyaman.

"Sebenarnya hasil emas ini, kalau saya sama Hikmat secara pribadi sudah menargetkan emas. Cuma, saya tidak menyangka kalau tekanan di dalam lapangan sebesar ini," ujar Ratri, seperti dikutip dari rilis NPC Indonesia. 

Ia mengungkapkan rasa tegang masih menyelimuti dirinya pada awal pertandingan. Situasi tersebut membuatnya kesulitan menemukan ketenangan, terutama ketika pasangan Indonesia tertinggal cukup jauh.

"Saya hanya tegang, di belakang juga belum tenang, masih ada beban di lapangan yang berat. Untuk set kedua, saya mencoba tenang. Alhamdulillah," tutur Ratri.

"Padahal, sebelum-sebelumnya kami cukup mudah, cukup enjoy melawan pasangan India ini," imbuhnya.

Memasuki gim kedua, Ratri/Hikmat mulai menemukan permainan terbaik. Mereka mampu memperbaiki penampilan dan mengamankan kemenangan tipis 21-19 untuk memaksakan gim penentuan.

Momentum tersebut berhasil dipertahankan pada gim ketiga. Ratri/Hikmat semakin percaya diri hingga akhirnya menutup pertandingan dengan skor 21-14 sekaligus memastikan medali emas.

 


Berkat Dukungan Suporter Indonesia

Ganda campuran Indonesia di cabang para-bulutangkis klasifikasi SL3 - SU5, Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila, menyabet medali emas pada Paralimpiade Paris 2024, Minggu (2/9/2024). (NPC Indonesia)

Ketatnya persaingan terlihat dari statistik pertandingan. Kedua pasangan mencatatkan perolehan poin yang hampir seimbang, dengan wakil India mengumpulkan 54 poin, sedangkan Indonesia 53 poin. Reli terpanjang dalam laga tersebut bahkan mencapai 90 detik.

Kebangkitan Ratri/Hikmat juga tidak lepas dari dukungan suporter Indonesia yang hadir di tribun. Hikmat mengakui atmosfer pertandingan sempat terasa berbeda ketika mereka tertinggal jauh pada gim pertama.

Namun, sorakan penonton yang kembali terdengar menjadi suntikan motivasi bagi pasangan Indonesia untuk terus berjuang.

"Di poin-poin awal saja, ketika senyap, saya tahu penonton Indonesia banyak. Tapi ketika senyap, saya tahu mereka mungkin belum dapat menerima kami, karena kami memang ketinggalan jauh. Namun, ketika ada suara itu, tetap menambah motivasi," kata Hikmat.

Menurut Hikmat, ketenangan dan komunikasi menjadi faktor penting yang membantu mereka membalikkan keadaan. Ia berusaha menjaga fokus sekaligus terus berkomunikasi dengan Ratri di tengah tekanan pertandingan.

"Saya mencoba tenang. Komunikasi lebih lagi di lapangan. Saya tenang, tenang, tenang untuk mencari kemenangan kita," ujarnya.

Bagi Ratri, nomor ganda campuran memang menjadi spesialisasinya bersama Hikmat. Keduanya berlatih secara rutin untuk mematangkan kerja sama dan strategi di nomor tersebut.

"Karena memang mixed double nomor favorit saya, nomor yang memang saya latihan setiap hari. Saya sama Hikmat itu latihannya setiap hari untuk mixed double. Jadi, kalau emas di mixed double, saya sudah mengira akan emas. Cuma, enggak mengira kalau bakal seramai ini mainnya," ungkap Ratri.

Medali emas Asian Para Games 2026 itu pun dipersembahkan untuk orang-orang terdekat yang selama ini memberikan dukungan kepada mereka.

"Tetap orang tua," ucap Ratri singkat.

 


Koleksi 12 Medali Asian Para Games

Keberhasilan di Nagoya semakin menegaskan dominasi Ratri pada nomor ganda campuran Asian Para Games. Sejak pertama kali tampil di Incheon 2014, ia selalu berhasil meraih medali emas pada nomor tersebut.

Secara keseluruhan, Ratri kini mengoleksi 12 medali Asian Para Games, terdiri dari enam emas, empat perak, dan dua perunggu.

Pada Asian Para Games Incheon 2014, Ratri meraih emas ganda campuran, perak ganda putri, dan perunggu tunggal putri. Empat tahun berselang di Jakarta 2018, ia membawa pulang emas ganda campuran dan ganda putri serta perak tunggal putri.

Prestasi serupa berlanjut di Hangzhou 2022. Ratri kembali meraih emas ganda campuran dan ganda putri, ditambah perak tunggal putri.

Sementara itu, pada Asian Para Games 2026 di Nagoya, Ratri melengkapi koleksinya dengan emas ganda campuran, perak tunggal putri, dan perunggu ganda putri.

Dengan demikian, Ratri juga berhasil membawa pulang medali dari ketiga warna berbeda pada edisi Nagoya.

 


Bidik Paralimpiade Los Angeles 2028

Setelah memastikan emas di Asian Para Games 2026, Ratri/Hikmat langsung mengalihkan perhatian ke target besar berikutnya, yakni Paralimpiade Los Angeles 2028.

Ratri berharap dapat menjaga kondisi fisiknya agar bisa kembali tampil di panggung olahraga terbesar bagi atlet disabilitas tersebut.

"Semoga saya sehat, lebih kesehatan untuk bisa tampil di LA. Target otomatis saya sekarang untuk bisa tampil di LA," tegas Ratri.

Ratri/Hikmat memang tengah menikmati periode gemilang. Selain meraih emas Paralimpiade Paris 2024, keduanya juga menjadi juara Kejuaraan Dunia BWF Para Badminton 2024 di Pattaya dan 2026 di Manama.

Mereka turut mencatatkan tiga gelar ASEAN Para Games secara beruntun serta meraih sejumlah gelar pada sirkuit internasional sepanjang 2026, termasuk di China dan Jepang.

Kemenangan dramatis di Nagoya menjadi tambahan pencapaian penting bagi Ratri/Hikmat sekaligus mempertegas ambisi mereka untuk kembali mengharumkan nama Indonesia di Paralimpiade Los Angeles 2028.

Berita Terkait