Asian Para Games 2026: Indonesia Lampaui Target Setelah Raih 14 Emas, Langsung Bidik Paralimpiade

Kontingen Indonesia mencatatkan prestasi gemilang di Asian Para Games 2026. Torehan medali Merah Putih di Nagoya, Jepang, jauh melampaui target awal.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 24 Oktober 2026, 10:30 WIB
Pelari Indonesia, Partin Muhlisin, menutup gelaran pertandingan cabang olahraga (cabor) para atletik di Asian Para Games 2026, Jumat (23/10/2026) dengan raihan medali emas. (NPC Indonesia)

Bola.com, Jakarta - Kontingen Indonesia mencatatkan prestasi gemilang di Asian Para Games 2026. Torehan medali Merah Putih di Nagoya, Jepang, jauh melampaui target awal.

Kini, fokus mulai diarahkan pada dua ajang besar berikutnya, yakni ASEAN Para Games 2027 di Kuala Lumpur, Malaysia, dan Paralimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat.

Advertisement

Indonesia bertolak ke Jepang pada 13 Oktober 2026 dengan membawa 103 atlet yang bersaing di 12 cabang olahraga. Kontingen Merah Putih dibebani target tujuh medali emas, delapan perak, dan 17 perunggu.

Target tersebut disusun berdasarkan hasil evaluasi performa atlet selama persiapan menuju Asian Para Games 2026. Indonesia juga memperhitungkan absennya cabang olahraga para catur yang sebelumnya menjadi salah satu lumbung medali pada Asian Para Games 2022 di Hangzhou.

Namun, hasil di lapangan justru melampaui ekspektasi. Hingga Jumat (23/10/2026) malam, Indonesia telah mengoleksi 14 medali emas, 20 perak, dan 37 perunggu. Jumlah emas tersebut sudah mencapai dua kali lipat dari target awal.

Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, mengapresiasi perjuangan para atlet, pelatih, dan ofisial yang telah mengharumkan nama bangsa di Nagoya.

"Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Dari hari pertama hingga hari kelima, kami mendapatkan 14 emas, 20 perak, dan 37 perunggu. Artinya, capaian ini sudah melampaui target lebih dari 100 persen karena target awal kami hanya tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu," ujar Reda di Headquarter Indonesia, Jumat (23/10/2026) malam.

 


Ucapan Terima Kasih

Atlet para atletik Indonesia, I Kadek Dwi Purwana Yasa, meraih medali emas nomor lempar cakram putra F57 sekaligus memecahkan rekor dunia pada Asian Para Games 2026 di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Jepang, Selasa (20/10/2026). (NPC Indonesia)

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia, baik yang berada di Tanah Air maupun di Jepang, atas dukungan dan doa yang diberikan kepada para atlet.

"Terima kasih atas segala dukungan dari masyarakat Indonesia, baik yang ada di Indonesia maupun di Jepang. Terima kasih atas doa, restu, dan segala dukungan yang telah diberikan kepada kami," lanjutnya.

Kesuksesan Indonesia di Asian Para Games 2026 bukan hanya terlihat dari jumlah medali. Sejumlah atlet muda dan debutan juga mampu menunjukkan kemampuan luar biasa, bahkan mencatatkan prestasi di level Asia hingga dunia.

Salah satunya adalah atlet asal Bali, I Kadek Dwi Purwana Yasa. Atlet berusia 18 tahun itu meraih medali emas lempar cakram putra F57 dengan catatan 49,75 meter. Hasil tersebut sekaligus mempertajam rekor dunia di nomor tersebut.

Prestasi membanggakan juga datang dari atlet para renang asal Kabupaten Kampar, Abdil Majid Rahman. Pada usia 17 tahun, ia berhasil meraih medali emas dan menunjukkan potensi besar untuk menjadi andalan Indonesia pada masa mendatang.

Selain keduanya, sejumlah atlet muda dan debutan Asian Para Games lainnya juga berhasil menyumbangkan medali perak maupun perunggu.

Reda menilai potensi para atlet tersebut perlu dijaga melalui program pemusatan latihan nasional (Pelatnas) jangka panjang. Menurutnya, kesinambungan pembinaan sangat penting agar para atlet dapat mempertahankan performa sekaligus meningkatkan prestasi.

Ia pun berharap pemerintah, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), memperpanjang durasi Pelatnas untuk mendukung persiapan menuju ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028.

"Makanya, kami ingin mendorong pemerintah, khususnya Kemenpora, untuk memperpanjang Pelatnas. Ini menjadi salah satu cara agar atlet-atlet bisa tetap konsisten," tutur Reda.

 


Hasil Regenarasi

Barce Layaba dan Leli Marlina membeberkan kunci suksesnya setelah berhasil meraih medali emas di Asian Para Games 2026. (NPC Indonesia)

Menurutnya, durasi Pelatnas selama tiga bulan yang diberikan untuk persiapan Asian Para Games kali ini belum cukup optimal. Ia menilai para atlet setidaknya membutuhkan enam bulan persiapan agar dapat mencapai performa terbaik.

"Saya melihat banyak atlet yang tidak mendapatkan medali atau hanya meraih perunggu karena rata-rata terkendala masalah fisik. Untuk Asian Para Games ini saja, pemerintah melalui Kemenpora hanya memberikan jatah Pelatnas tiga bulan. Itu sebenarnya kurang cukup," ujarnya.

"Makanya, diperlukan paling tidak enam bulan. Terlebih, tahun depan ada ASEAN Para Games di Malaysia dan pada 2028 ada Paralimpiade di Los Angeles," tambah Reda.

Apresiasi terhadap para atlet muda juga disampaikan perenang senior Indonesia, Jendi Pangabean. Meski harus puas dengan medali perak di Nagoya, ia tetap bangga melihat rekan-rekan juniornya mampu menyumbangkan tiga medali emas bagi Indonesia melalui Abdil Majid Rahman dan Maulana Rifky Yavianda.

Menurut Jendi, hasil tersebut menjadi bukti bahwa regenerasi di cabang olahraga para renang berjalan dengan baik.

"Ini membuktikan adanya regenerasi di para renang. Saya berharap ke depannya semakin banyak atlet muda karena saya juga menyadari sudah senior atau berumur," kata Jendi.

"Saya sangat senang dengan atlet-atlet baru seperti Majid, Cantik, dan Rifky. Mereka luar biasa, begitu juga atlet-atlet lainnya," lanjut peraih medali emas Asian Para Games 2018 dan 2022 tersebut.

Sumber: NPC Indonesia

 

Berita Terkait