Xabi Alonso Wanti-Wanti Pemain Chelsea Jelang Duel Kontra Tottenham, Tak Mau Insiden Battle of the Bridge Terulang

Manajer Chelsea, Xabi Alonso, meminta para pemainnya menjaga emosi saat menghadapi rival sekota, Tottenham Hotspur.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 24 Oktober 2026, 12:30 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso saat laga Grup H Piala Dunia Antarklub 2025 melawan Al Hilal di Hard Rock stadium, Miami, Amerika Serikat, Kamis (19/06/2025) WIB. (AFP/Dan Mullan)

Bola.com, Jakarta - Manajer Chelsea, Xabi Alonso, meminta para pemainnya menjaga emosi saat menghadapi rival sekota, Tottenham Hotspur, dalam lanjutan Premier League, Sabtu (24/10/2026) pukul 23.30 WIB. 

Alonso tidak ingin catatan disiplin The Blues yang semakin membaik rusak akibat tindakan ceroboh dalam pertandingan derbi tersebut.

Advertisement

Chelsea dijadwalkan menghadapi Tottenham dalam laga yang diprediksi berlangsung panas. Pertemuan kedua tim juga mengingatkan publik pada insiden terkenal bertajuk Battle of the Bridge pada 2016, ketika duel sengit mereka diwarnai banyak pelanggaran dan ketegangan antarpemain.

Alonso menaruh perhatian besar terhadap kedisiplinan timnya sejak datang ke Stamford Bridge pada musim panas lalu. Langkah tersebut diambil setelah Chelsea mengalami masalah disiplin pada awal musim sebelumnya.

Pada Agustus, September, dan Oktober musim lalu, Chelsea menerima enam kartu merah di semua kompetisi. Salah satunya bahkan diberikan kepada pelatih mereka saat itu, Enzo Maresca.

Situasi tersebut berkontribusi terhadap buruknya perjalanan Chelsea hingga akhirnya finis di posisi ke-10 dan gagal lolos ke kompetisi Eropa.

Namun, di bawah arahan Alonso, Chelsea belum pernah bermain dengan 10 orang akibat kartu merah pada musim ini. Pelatih asal Spanyol itu ingin mempertahankan perkembangan positif tersebut, terutama ketika menghadapi pertandingan dengan tensi tinggi seperti derbi melawan Tottenham.

"Kami masih bisa melakukan yang lebih baik," ujar Alonso ketika ditanya mengenai masalah kartu merah Chelsea pada musim lalu, seperti dikutip dari The Standard, Sabtu (24/10/2026). 

"Bagi saya, ini sangat berkaitan dengan pengendalian emosi dan kemampuan mengendalikan pertandingan. Jika Anda fokus pada tugas yang harus dilakukan dan siap menghadapi situasi yang muncul, biasanya Anda tidak melakukan banyak kesalahan atau bereaksi berlebihan terhadap situasi tertentu," lanjutnya.

Simak update terkini klasemen Liga Inggris 2026/2027 di sini. 

 


Jordan Henderson Bantu Chelsea Kendalikan Emosi

Gelandang Chelsea asal Inggris, Jordan Henderson, merayakan gol kelima timnya bersama rekan-rekan setimnya dalam pertandingan Liga Inggris antara Chelsea dan Bournemouth di Stamford Bridge, London, pada 10 Oktober 2026. (Glyn KIRK / AFP)

Alonso juga menyoroti peran gelandang Jordan Henderson dalam meningkatkan kedisiplinan tim. Pemain berusia 36 tahun itu didatangkan pada musim panas dan dinilai membawa pengalaman serta ketenangan yang dibutuhkan Chelsea.

Henderson berpeluang kembali tampil sejak menit pertama melawan Tottenham. Jika dimainkan selama 90 menit penuh, ia akan mencatatkan penampilan penuh dalam empat pertandingan beruntun.

Menurut Alonso, kehadiran Henderson membantu rekan-rekannya tetap tenang ketika pertandingan mulai berjalan di luar kendali.

"Tentu saja itu membantu. Pengalaman dan ketenangan seperti itu sangat dibutuhkan pada momen-momen tertentu," kata Alonso.

"Anda memiliki pemain yang terkadang mengambil langkah mundur, melihat apa yang sedang terjadi, lalu menyadari bahwa tim harus tetap fokus dan tenang," imbuhnya.

Alonso menegaskan pengendalian emosi merupakan bagian mendasar dalam sepak bola. Para pemain harus mampu membaca momentum pertandingan tanpa terpancing melakukan pelanggaran yang tidak perlu.

"Ketika momentum datang, kami harus tetap tenang. Saya tidak boleh kehilangan kendali, mendapatkan kartu kuning yang tidak perlu, atau melakukan pelanggaran konyol di kotak penalti. Anda harus mempersiapkan diri agar bisa mengendalikan situasi dengan lebih baik," tuturnya.

 


Alonso Prediksi Derbi Berlangsung Panas

Manajer Chelsea, Xabi Alonso, berteriak dari pinggir lapangan saat pertandingan melawan Brentford pada lanjutan Liga Inggris 2026/2027 di Gtech Community Stadium, pada Sabtu (18/9/2026). (Glyn Kirk/AFP)

Alonso menyadari menjaga emosi bukan perkara mudah di Premier League. Atmosfer stadion, dukungan suporter, serta intensitas duel antarpemain bisa membuat pertandingan berjalan semakin panas.

Chelsea harus siap menghadapi tekanan tersebut ketika bertandang ke markas Tottenham.

"Ini benar-benar sulit. Ketika Anda kebobolan, momentum dan energi pertandingan bisa berubah. Anda harus mampu mengendalikan situasi tersebut," ujar Alonso.

"Anda perlu mempersiapkan mental dan memiliki ketenangan untuk menghadapi momen-momen seperti itu. Kami harus mengatakan kepada para pemain bahwa kami tahu apa yang harus dilakukan, sudah mempersiapkan diri, dan kesempatan berikutnya akan datang," lanjutnya.

Pelatih berusia 44 tahun itu juga memperkirakan pertandingan akan berlangsung dengan atmosfer yang meriah dan penuh gairah. Ia meminta para pemain Chelsea memanfaatkan energi tersebut secara positif.

"Kami mengharapkan atmosfer yang luar biasa, penuh energi, dan elektrik. Dalam pertandingan derbi, gairah seperti itu benar-benar terasa di stadion. Kami harus menggunakannya dengan cara yang tepat karena itulah daya tarik pertandingan seperti ini," jelasnya.

Sumber: The Standard

 

Berita Terkait