Bola.com, Jakarta - Muhammad Toha menemukan periode terbaik dalam kariernya. Ia menjadi pemain yang tidak tergantikan di DPMM FC, klub asal Brunei Darussalam yang berkompetisi di Liga Super Malaysia.
Kompetisi kasta teratas Malaysia musim 2026/2027 sudah berjalan lima pertandingan, Muhammad Toha menjadi pilar utama alias selalu masuk tim inti klub berjuluk The Wasp alias lebah tersebut.
Ia juga sudah memainkan lima pertandingan Piala FA Malaysia. Menariknya, Toha selalu menjadi starter, dan tidak pernah tergantikan pemain lain sejauh ini di DPMM sebagai bek kanan.
Pemain berusia 29 tahun tersebut diboyong DPMM FC dari Persita Tangerang pada awal musim ini. Toha memiliki kontrak selama satu musim di DPMM.
Sudah 900 Menit
Muhammad Toha selalu bermain dalam 10 pertandingan DPMM FC di semua kompetisi musim ini atau 2026/2027. Lima laga di Liga Super Malaysia, plus lima pertandingan di ajang Piala FC Malaysia.
Dengan 10 penampilannya musim ini, Toha telah bermain total selama 900 menit lebih bersama DPMM. Di Liga Super Malaysia, Toha tak tergantikan di setiap laga. Membawa DPMM FC mengalahkan Penang (1-0), Sabah (2-1), dan Kuching City (3-2).
DPMM hanya menelan dua kekalahan masing-masing dari Kuala Lumpur (0-1) dan tim raksasa Johor Darul Ta'zim (0-3).
Kini DPMM berada di peringkat keempat klasemen sementara Liga Super Malaysia 2026/2027 dengan nilai 9. Berjarak 9 poin dari Johor Darul Ta'zim di urutan teratas.
Tembus Semifinal Piala FA Malaysia
Sementara di Piala FA Malaysia, DPMM dibawanya menembus semifinal. Diawali dari perjalanan di babak 16 besar dengan menyingkirkan Terengganu FC dengan keunggulan agregat 6-3.
Kemudian DPMM tampil perkasa dengan menyingkirkan Kuala Lumpur dengan agregat 4-3. Selanjutnya DPMM lolos ke semifinal dan bertemu tim terkuat di Malaysia, Johor Darul Ta'zim (JDT).
DPMM dipaksa menyerah telak 0-2 dari JDT pada leg pertama pekan lalu, Jumat (23/10/2026). Kedua tim akan bertemu lagi pada leg kedua tanggal 8 November mendatang.
Jadi Contoh
Petualangan Muhammad Toha di Liga Malaysia cukup unik. Ketika sebagian pemain diaspora Indonesia berdatangan untuk bermain di BRI Super League, ia justru berani mengambil keputusan untuk abroad ke negara tetangga seperti Malaysia.
Sementara pemain diaspora yang bermain di Liga Indonesia diawali dari Rafael Struick, Jens Raven. Lalu disusul Eliano Reijnders, Thom Haye, Jordi Amat, Ivar Jenner hingga era kedatangan Ragnar Oratmangoen, Shayne Pattynama dan Dion Markx.
Toha mengakhiri kebersamaan dengan Persita Tangerang selama 9 musim untuk kemudian bergabung dengan DPMM di Liga Malaysia.
"Saya ingin mencari pengalaman baru di luar sana dan semoga saya bisa mempertahankan karakter permainan, attitude, dan gaya hidup. Saya harus bisa memberi contoh buat pemain lain. Terutama pemain muda," kata Toha dalam pemberitaan ileague akhir Juni lalu.