Bola.com, Jakarta - Cristiano Ronaldo sudah menunjukkan mentalitas luar biasa sejak pertama kali bergabung dengan Timnas Portugal.
Bahkan ketika masih berusia 18 tahun, megabintang tersebut tidak pernah merasa minder meski harus berada satu ruang ganti dengan pemain-pemain senior seperti Luis Figo, Deco, hingga Maniche.
Maniche, mantan gelandang Chelsea dan rekan Ronaldo di Timnas Portugal pada awal kariernya, mengenang bagaimana sang megabintang menunjukkan ambisi besar sejak mendapat panggilan pertamanya pada 2003.
Saat itu, Ronaldo baru memulai perjalanan panjang bersama Selecao das Quinas. Tidak banyak yang menyangka debut tersebut akan menjadi awal karier internasional selama lebih dari dua dekade, dengan berbagai rekor dan penghargaan individu berhasil diraihnya.
Dalam wawancara dengan FourFourTwo, Minggu (25/10/2026), Maniche mengungkapkan bahwa dirinya bersama Deco menjadi dua pemain pertama yang menyambut Ronaldo di skuad Portugal. Keduanya juga berusaha melindungi dan membantu sang pemain muda beradaptasi dengan lingkungan tim.
"Deco dan saya menjadi orang pertama yang menyambutnya ke dalam skuad dan melindunginya saat itu karena usianya masih sangat muda, baru sekitar 18 tahun," ujar Maniche.
"Dia sangat usil. Meski masih muda, dia suka menggoda pemain lain karena memiliki jiwa kompetitif. Cristiano tidak pernah merasa terintimidasi oleh rekan-rekan yang memiliki status lebih besar, seperti Luis Figo, Fernando Couto, atau Pauleta," lanjutnya.
Latiha Tambahan
Menurut Maniche, Ronaldo juga sudah memiliki kepribadian kuat sejak awal. Mentalitas seperti itu, menurutnya, hanya dimiliki oleh segelintir pemain dalam sejarah sepak bola.
Selain kepercayaan diri, etos kerja Ronaldo juga menjadi hal yang paling diingat Maniche. Sang megabintang dikenal sebagai pemain yang selalu datang lebih awal ke ruang ganti dan menjadi orang terakhir yang meninggalkan sesi latihan.
Kebiasaan tersebut membuat rekan-rekannya terkesan. Ronaldo seolah tidak pernah puas dengan kemampuan yang dimilikinya dan selalu berusaha meningkatkan kualitas permainan.
"Dia menjadi orang pertama yang masuk ke ruang ganti dan orang terakhir yang meninggalkan latihan. Kami sampai melihatnya dan berpikir, bagaimana mungkin anak ini memiliki fokus mental yang begitu kuat dan selalu menginginkan lebih?" kata Maniche.
Bahkan, pelatih Portugal kala itu, Luiz Felipe Scolari, beberapa kali harus menghentikan sesi latihan tambahan Ronaldo. Sang pemain terkadang berlatih terlalu lama hingga berisiko kelelahan pada hari berikutnya.
"Pelatih Luiz Felipe Scolari sering kali harus menghentikannya karena keesokan harinya dia bisa kelelahan. Namun, Cristiano ingin berlatih tambahan selama dua atau tiga jam," ungkap Maniche.
Ambisi Ronaldo Tidak Pernah Padam
Bagi Maniche, kebiasaan menjaga disiplin dan terus meningkatkan kemampuan menjadi salah satu faktor utama yang membuat Ronaldo mampu bertahan di level tertinggi hingga usia 40 tahun lebih.
Menurutnya, pencapaian tersebut tidak mungkin diraih hanya dengan mengandalkan bakat atau keberuntungan. Ronaldo harus menjaga profesionalisme dan menghormati setiap aspek dalam pekerjaannya sebagai pesepak bola.
"Untuk mencapai usia 40 tahun dan masih bermain, Anda harus sangat profesional dan benar-benar menghormati segala sesuatu yang Anda lakukan. Tidak ada yang datang hanya karena keberuntungan," ujar Maniche.
"Dia menjadi contoh bagi pemain muda. Anda tidak bisa hanya memikirkan uang. Ada banyak hal yang harus dilakukan dengan benar untuk mencapai puncak," tambahnya.
Maniche juga menilai Ronaldo sebenarnya bisa mengakhiri karier lebih awal karena sudah memiliki kestabilan finansial sejak usia muda. Namun, kecintaannya terhadap persaingan dan ambisi untuk terus menjadi yang terbaik membuatnya tetap bertahan.
"Dia sebenarnya bisa mengakhiri karier pada usia 29 atau 30 tahun karena saat itu pun kondisi finansialnya sudah sangat stabil. Namun, dia suka berkompetisi, mendorong dirinya sendiri, dan menjadi bintang. Dia suka menjadi yang terbaik di dunia dan senang ketika orang-orang membicarakannya. Itu bagian dari kepribadiannya," tutur Maniche.
Maniche Yakin Ronaldo Bisa Cetak 1.000 Gol
Ronaldo kini telah mengumpulkan lebih dari 230 penampilan bersama Timnas Portugal. Meski usianya sudah memasuki kepala empat, ia belum menunjukkan tanda-tanda ingin segera gantung sepatu.
Maniche bahkan meyakini mantan rekan setimnya tersebut akan mengakhiri karier setelah mencapai tonggak 1.000 gol sepanjang perjalanan profesionalnya.
"Cristiano akan pensiun ketika mencapai 1.000 gol, dan dia pasti akan melakukannya. Saya tidak meragukannya," kata Maniche.
Menurutnya, cerita karier Ronaldo akan terasa semakin sempurna jika sang megabintang juga mendapat kesempatan bermain bersama putranya sebelum benar-benar mengakhiri perjalanan di dunia sepak bola.
"Jika dia berhasil mencapai itu dan juga bermain bersama putranya, maka itu akan menjadi akhir yang sempurna bagi kisahnya," pungkas Maniche.
Sumber: Four Four Two