Arsenal Terbukti Mampu Bersaing Tanpa Bukayo Saka, tapi Tantangan Berat Menanti

Tanpa diperkuat Bukayo Saka, Arsenal menang 2-0 atas Everton di Premier League.

Bola.com, Jakarta - Arsenal menunjukkan mereka masih mampu meraih kemenangan tanpa Bukayo Saka. The Gunners mengalahkan Everton dengan skor 2-0 dalam pertandingan Premier League yang menjadi laga pertama mereka setelah sang winger mengalami cedera, Sabtu (24/10/2026).

Namun, hasil positif ini belum menghapus kekhawatiran mengenai dampak absennya salah satu pemain terpenting Mikel Arteta tersebut.

Ezri Konsa dan Gabriel Magalhaes menjadi pembeda melalui gol-gol mereka. Arsenal juga memperlihatkan variasi serangan yang menarik, terutama lewat Eberechi Eze dan Noni Madueke.

Meski demikian, ujian sesungguhnya akan datang ketika mereka menghadapi rangkaian pertandingan berat dalam beberapa pekan ke depan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Arsenal Menang Tanpa Saka, tetapi Jadwal Berat Menanti

Arsenal diperkirakan harus kehilangan Saka setidaknya selama enam pekan akibat cedera paha depan yang dialami saat menghadapi Bayern Munchen pada Kamis (22/10/2026) dini hari WIB.

Absennya winger andalan itu menjadi persoalan serius bagi Arteta. Dalam periode itu, Arsenal dijadwalkan menghadapi sejumlah lawan tangguh.

Arsenal akan menghadapi Liverpool di kandang lawan, Borussia Dortmund, Manchester City, Tottenham Hotspur, dan Real Madrid.

Dengan jadwal yang semakin padat, Arsenal tidak memiliki banyak ruang untuk kehilangan poin.

Sebagai tim yang berstatus juara bertahan, mereka dituntut tetap konsisten meski harus kehilangan salah satu pemain paling berpengaruh di lini serang. Kemenangan atas Everton menjadi awal yang positif.

Namun, Arsenal tetap harus membuktikan bahwa mereka bisa mempertahankan performa ketika menghadapi lawan dengan kualitas dan tekanan yang lebih tinggi.

Eze dan Madueke Bisa Menjadi Solusi di Lini Serang

Absennya Saka tidak membuat Arsenal kehilangan seluruh daya gedor. Eberechi Eze dan Noni Madueke justru tampil dengan kepercayaan diri serta kebebasan mengeksplorasi permainan dari sisi sayap.

Keduanya memberikan variasi dalam membangun serangan. Arsenal mampu mengancam dari kedua sisi lapangan, sehingga permainan mereka tidak bergantung pada satu pemain saja.

Arteta juga masih memiliki sejumlah opsi untuk melakukan rotasi. Christos Tzolis dilaporkan masih menepi karena cedera, sedangkan talenta muda berusia 16 tahun, Max Dowman, turut membuka peluang untuk mendapatkan kesempatan bermain.

Situasi ini menunjukkan Arsenal tidak harus mencari pemain yang benar-benar menggantikan peran Saka secara langsung.

Sebaliknya, mereka perlu menyesuaikan pendekatan permainan dan memaksimalkan kemampuan pemain lain. Meski demikian, menggantikan kontribusi Saka bukan perkara mudah.

Sang winger memiliki peran penting dalam menciptakan peluang, memberikan ancaman individu, serta menjaga konsistensi serangan Arsenal.

Gol dari Situasi Bola Mati Kembali Menjadi Senjata

Salah satu aspek menarik dari kemenangan atas Everton adalah gol pembuka yang lahir melalui situasi bola mati.

Ezri Konsa mencetak gol pada menit ketujuh setelah memanfaatkan bola di tiang jauh.

Gol tersebut terasa penting karena Arsenal sebelumnya belum mencetak gol dari situasi bola mati di Premier League musim ini, di luar penalti Bukayo Saka ketika menang 2-0 atas Sunderland.

Padahal, bola mati merupakan salah satu kekuatan utama Arsenal dalam perjalanan mereka meraih gelar juara musim lalu.

Mereka bahkan mencatatkan 19 gol dari situasi tersebut, sebuah rekor dalam satu musim Premier League yang menyumbang lebih dari seperempat total gol mereka di kompetisi itu.

Perubahan ini memperlihatkan bahwa Arsenal masih perlu menghidupkan kembali salah satu senjata andalan mereka.

Dalam pertandingan melawan Everton, permainan sayap yang lebih berani juga membantu mereka mendapatkan 12 tendangan sudut, jauh lebih banyak dibandingkan rata-rata lima tendangan sudut per pertandingan dalam tujuh laga liga sebelumnya musim ini.

Konsistensi dalam memanfaatkan bola mati bisa menjadi faktor penting ketika Arsenal harus melewati periode tanpa Saka.

Arsenal Harus Menemukan Cara Baru untuk Tetap Konsisten

Statistik sebelum pertandingan melawan Everton memperlihatkan perbedaan performa Arsenal ketika Saka bermain dan saat ia absen.

Arsenal rata-rata mencetak 2 gol per 90 menit ketika Saka tampil, dibandingkan 1,6 gol tanpa dirinya.

Jumlah tembakan mereka juga turun dari 15,1 menjadi 13,7 per 90 menit, sedangkan penguasaan bola berkurang dari 56,7 persen menjadi 55 persen.

Perbedaan juga terlihat pada rasio kemenangan. Arsenal mencatatkan 64,2 persen ketika Saka bermain, sedangkan angka tersebut turun menjadi 53,3 persen saat ia tidak tampil.

Angka-angka itu menegaskan kehilangan Saka bukan persoalan kecil. Arsenal harus mencari cara untuk mempertahankan produktivitas sekaligus menjaga soliditas pertahanan.

Dengan jadwal yang berpotensi membuat mereka bermain hingga 15 kali sebelum akhir tahun, Arteta membutuhkan kontribusi dari seluruh anggota skuad.

Kemenangan atas Everton memberikan alasan untuk optimistis, tetapi perjalanan tanpa Saka baru saja dimulai.

Arsenal telah membuktikan bahwa mereka bisa menang tanpa winger andalannya. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan hasil itu ketika menghadapi lawan-lawan yang lebih berat dan persaingan gelar semakin ketat.

Sumber: Football London

Persaingan di Premier League

Video Populer

Foto Populer