Carrick Sengaja Permalukan Bruno Fernandes? Carragher Bongkar Dugaan Panas di MU

Jamie Carragher curiga Michael Carrick sengaja mempermalukan Bruno Fernandes di Manchester United.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 26 Oktober 2026, 09:30 WIB
Pemain Manchester United, Bruno Fernandes dalam laga lanjutan Liga Europa 2024/2025 melawan Lyon di Old Trafford, Manchester, Inggris, Jumat (18/04/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Jon Super)

Bola.com, Jakarta - Jamie Carragher menilai Michael Carrick mungkin sengaja mencadangkan Bruno Fernandes saat Manchester United menghadapi Bournemouth di Old Trafford, Minggu (25-10-2026) malam WIB.

Pengamat sepak bola Sky Sports itu menduga keputusan tersebut merupakan bentuk respons Carrick terhadap kritik sang kapten setelah kekalahan MU dari Como di Liga Champions, tengah pekan lalu.

Advertisement

Situasi Carrick di Old Trafford makin sulit setelah Setan Merah kalah telak 0-3 dari Bournemouth.

Hasil buruk itu menambah tekanan terhadap Carrick, yang hanya meraih tiga kemenangan dari 13 pertandingan di seluruh kompetisi musim ini dan sudah menelan enam kekalahan.

Performa MU juga menjadi sorotan karena sedang menjalani awal musim terburuk dalam 40 tahun terakhir serta delapan pertandingan tanpa kemenangan.

 

Dapatkan jadwal lengkap Premier League 2026/2027 di sini.


Desakan Perubahan

Pemain Manchester United, Matthijs de Ligt (kiri), berbicara dengan rekan setimnya, Bruno Fernandes, saat mereka meninggalkan lapangan pada jeda babak pertama dalam pertandingan fase pembuka Liga Champions antara Como dan Manchester United di Como, Italia, Rabu (21-10-2026). (Foto AP/Antonio Calanni)

Kekalahan 1-4 dari Como turut memperbesar desakan agar manajemen melakukan perubahan.

Persoalan makin panas setelah Bruno Fernandes melontarkan kritik terhadap taktik Carrick di depan kamera seusai pertandingan melawan Como tersebut.

Kapten MU itu juga menunjukkan kekecewaan ketika ditarik keluar pada menit ke-66 dalam laga melawan tim asuhan Cesc Fabregas tersebut.

Carrick kemudian mengambil keputusan mengejutkan saat menghadapi Bournemouth. Untuk pertama kalinya dalam lima tahun, Fernandes memulai pertandingan dari bangku cadangan.

Gelandang asal Portugal itu bahkan tidak dimainkan sama sekali, meski MU sudah tertinggal dua gol saat turun minum.


Kecurigaan Carragher

Gelandang Manchester United Portugal #08 Bruno Fernandes bereaksi selama Liga Champions UEFA, League Phase matchday 3, antara Como 1907 dan Manchester United di Stadio Giuseppe Sinigaglia di Como, Italia utara pada 21 Oktober 2026. (PIERO CRUCIATTI/AFP)

Carragher menilai keputusan itu kemungkinan bukan sekadar pertimbangan taktik. Ia menduga Carrick memang tidak berniat memasukkan Fernandes dan sengaja membiarkannya berada di bangku cadangan di hadapan pendukung MU.

"Saya rasa Michael Carrick memang tidak akan pernah memasukkan Bruno Fernandes," ujar Carragher, dikutip dari Mirror.

"Saya pikir itu keputusan yang disengaja untuk membiarkannya tetap di bangku cadangan dan mungkin mencoba sedikit mempermalukannya di hadapan para pendukung. Entahlah," lanjut mantan bek Liverpool tersebut.

Carragher juga menghubungkan keputusan Carrick dengan reaksi Fernandes setelah pertandingan melawan Como.

"Saya pikir apa yang dilakukan Bruno setelah pertandingan di Como merupakan respons atas keputusannya ditarik keluar. Saya rasa Michael Carrick sejak awal memang tidak pernah berniat memasukkannya. Pergantian pemain itu memang tidak akan terjadi," kata Carragher.


Dukungan Suporter MU

Suporter mengibarkan bendera dan membentangkan spanduk di tribun penonton selama pertandingan Premier League antara Manchester United dan Arsenal di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 17 Agustus 2025. (Paul ELLIS/AFP)

Situasi di Old Trafford memperlihatkan reaksi berbeda dari para pendukung terhadap Fernandes dan Carrick.

Seusai kekalahan dari Bournemouth, Fernandes dan sejumlah pemain MU mendapat cemoohan dari suporter yang kecewa dengan performa tim.

Sebaliknya, Carrick justru menerima dukungan melalui chant yang terus terdengar sepanjang pertandingan.

Meski hasil di lapangan mengecewakan, sebagian pendukung tetap menunjukkan apresiasi kepada Carrick.

Setelah pertandingan berakhir, pelatih berusia 45 tahun itu bahkan terlihat berjalan mengelilingi stadion, dalam suasana yang menyerupai salam perpisahan kepada publik Old Trafford.

Namun, ia menegaskan langkah itu bukan bentuk pamitan.

Carrick juga mengakui belum mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi dalam waktu dekat.

"Saya tidak mengharapkan apa pun," jawab Carrick ketika ditanya mengenai masa depannya.

 

Sumber: Mirror

Berita Terkait