Max Verstappen Kritik Pedas Red Bull usai Hasil Mengecewakan di GP Amerika Serikat

Max Verstappen kecewa usai menjalani balapan yang penuh kendala di F1 GP Amerika Serikat di Circuit of the Americas, Austin.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 26 Oktober 2026, 11:15 WIB
Pembalap Red Bull asal Belanda, Max Verstappen, mengemudikan mobilnya setelah menjalani pit stop dalam ajang balap F1 Grand Prix Amerika Serikat di Austin, Texas, Senin (26-10-2026) dini hari WIB. (Dustin Safranek/Pool Photo via AP)

Bola.com, Jakarta - Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, tidak dapat menyembunyikan frustrasinya setelah menjalani balapan yang penuh kendala di F1 GP Amerika Serikat di Circuit of the Americas, Austin, Senin (26-10-2026) dini hari WIB.

Kendati berhasil naik podium, juara dunia empat kali tersebut melayangkan kritik tajam terhadap kinerja dan strategi tim sendiri.

Advertisement

Verstappen sejatinya berpeluang bersaing memperebutkan kemenangan di barisan depan.

Namun, keterbatasan kecepatan kendaraan membuat pembalap asal Belanda itu harus puas finis di posisi ketiga setelah terlibat persaingan sengit sepanjang balapan melawan jagoan Ferrari, Charles Leclerc.

Keputusan Red Bull untuk menerapkan strategi dua kali pit stop lebih awal demi menipiskan ketertinggalan rupanya tidak membuahkan hasil manis.

Verstappen gagal menempel ketat Andrea Kimi Antonelli yang tampil dominan di posisi terdepan, hingga akhirnya posisinya berhasil disalip Leclerc pada lap-lap akhir.


Kendala di GP Amerika Serikat

Pemenang balapan, Andrea Kimi Antonelli, dari Italia dan Tim F1 Mercedes AMG Petronas, peringkat kedua, Charles Leclerc, dari Monako dan Scuderia Ferrari dan peringkat ketiga, Max Verstappen, dari Belanda dan Oracle Red Bull Racing merayakan di parc ferme selama Grand Prix F1 Amerika Serikat di Sirkuit Amerika pada 26 Oktober 2026 di Austin, Texas. (Sona Maleterova/Getty Images melalui AFP)

Usai balapan berakhir, Verstappen menyoroti kekeliruan Red Bull dalam menentukan urutan pemakaian jenis ban serta kelambatan tim dalam membaca dinamika lintasan.

Ia menilai pemilihan kompon ban yang lebih lunak justru menjadi bumerang bagi performa mobilnya di Sirkuit Austin.

"Sejujurnya, ini cukup membuat frustrasi. Balapan ini memang tidak berjalan dengan baik bagi kami. Kalau dipikir-pikir lagi, tentu saja mudah saja mengatakannya, tapi entah mengapa, ban dengan kompon yang lebih lunak hari ini tidak berfungsi dengan baik," ujar Verstappen.

Selain masalah ban, pembalap berusia 29 tahun itu mengeluhkan gangguan teknis pada unit daya atau power unit mobilnya yang tidak konsisten di setiap tikungan.

Karakteristik mobil yang berubah-ubah di setiap putaran membuatnya kesulitan membangun ritme balap yang stabil.


Kehilangan Banyak Waktu

Masalah Red Bull kian diperparah oleh lambatnya proses penggantian ban di area pit stop.

Verstappen menegaskan akumulasi dari berbagai kesalahan kecil tersebut berujung pada hilangnya detik-detik berharga yang sangat krusial dalam perebutan tempat kedua.

"Kami kehilangan banyak waktu yang terbuang sia-sia akibat pit stop yang lambat. Biasanya kami sangat unggul dalam hal-hal seperti ini, tetapi hari ini kami tampil buruk. Ada terlalu banyak hal yang tidak berjalan dengan baik dan harus segera kami analisis," lanjut Verstappen.

Datang ke Amerika Serikat dengan modal dua kemenangan beruntun di Malaysia dan Singapura, Verstappen mengingatkan timnya untuk tidak berpuas diri.

Ia menegaskan Red Bull masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi demi menjaga daya saing di sisa musim.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait