10 Statistik Bobrok yang Bisa Mengakhiri Karier Michael Carrick di Manchester United

Berikut 10 statistik memalukan yang bikin Michael Carrick di ambang pemecatan dari MU.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 26 Oktober 2026, 11:00 WIB
Pelatih kepala Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, memberikan isyarat dari pinggir lapangan saat pertandingan Liga Champions UEFA (League Phase, pekan kedua) antara Club Atletico de Madrid dan Manchester United di Stadion Metropolitano, Madrid, pada 14 Oktober 2026. (Oscar DEL POZO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Posisi Michael Carrick sebagai pelatih Manchester United makin terancam setelah timnya menelan kekalahan telak 0-3 dari Bournemouth di stadion keramat, Old Trafford, Minggu (25-10-2026).

Rentetan hasil buruk yang dialami Setan Merah membuat masa depan Carrick di Old Trafford kembali menjadi sorotan.

Advertisement

Sejak ditunjuk sebagai manajer permanen, Carrick baru membawa MU meraih satu kemenangan dalam delapan pertandingan Premier League musim ini.

Catatannya di kompetisi piala juga tidak menggembirakan, dengan tiga kekalahan dari empat pertandingan.

Dukungan suporter kepada Carrick memang masih terlihat. Namun, seruan yang ditujukan kepadanya seusai pertandingan tidak mengubah kenyataan bahwa posisinya kini berada dalam tekanan.

Jamie Carragher bahkan mendesak MU segera mengambil keputusan. Berbicara di Sky Sports, mantan bek Liverpool itu menilai Carrick seharusnya dibebastugaskan demi kepentingan klub sekaligus dirinya sendiri.

"Michael Carrick harus dibebastugaskan malam ini, bukan hanya demi kebaikan Manchester United ke depannya, tetapi juga demi kebaikan Michael Carrick," ujar Carragher.

Planet Football membedah statistik yang menggambarkan buruknya performa MU pada awal musim dan menjadi alasan mengapa posisi Carrick makin sulit dipertahankan.

 

Merapat ke sini ya untuk mendapatkan klasemen terkini Premier League 2026/2027.


Start Terburuk

Pemain Bournemouth James Tavernier rayakan gol ke gawang Manchester United pada laga Liga Inggris di Old Trafford, Minggu (25/10/2026). (AFP/Darren Staples)

1. Start terburuk sejak musim 1986/1987

MU hanya mengumpulkan tujuh poin dari delapan pertandingan liga pertamanya. Catatan itu menjadi yang terburuk bagi klub sejak musim 1986/1987.

2. Gagal menciptakan peluang besar saat menghadapi Bournemouth

MU tidak mampu menciptakan satu pun peluang besar ketika berhadapan dengan Bournemouth.

Sebaliknya, tim tamu menghasilkan enam peluang besar dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 0-3 bagi Setan Merah.


4 Pemain

Gelandang Manchester United asal Kamerun bernomor punggung 19, Bryan Mbeumo (tengah), merayakan gol kelima timnya bersama rekan-rekan setim dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Ipswich Town di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 30 Agustus 2026. (Paul ELLIS/AFP)

3. Kebobolan 13 gol dalam delapan pertandingan

Lini pertahanan MU sudah kemasukan 13 gol dalam delapan laga pertama Premier League musim ini. Jumlah itu menjadi yang terbanyak pada tahap kompetisi yang sama sejak musim 2020/2021.

4. Hanya empat pemain berbeda yang mencetak gol

Produktivitas MU juga belum merata. Sejauh ini, hanya empat pemain berbeda yang mencatatkan gol untuk Setan Merah di Premier League. Jumlah itu menyamai catatan terendah mereka sejak musim 2019/2020.


Awal Terburuk Pelatih Permanen

Pelatih asal Inggris untuk Manchester United, Michael Carrick, menunjukkan reaksi setelah mengalami kekalahan dalam pertandingan Liga Champions UEFA—laga ketiga League Phase—antara Como 1907 dan Manchester United di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia bagian utara, pada 21 Oktober 2026. (PIERO CRUCIATTI/AFP)

5. Tertinggal 14 poin dari pemuncak klasemen

MU sudah terpaut 14 poin dari pemimpin klasemen. Jarak itu menjadi yang terlebar bagi MU pada tahap musim seperti sekarang sejak 2019/2020.

6. Catatan awal terburuk bagi manajer permanen sejak 1972/1973

Manajer terakhir MU sebelum Carrick yang mengawali masa jabatan permanennya dengan hanya satu kemenangan dalam delapan pertandingan adalah Tommy Docherty. Catatan itu terjadi pada musim 1972/1973.


Selalu Kebobolan

Selebrasi pemain Manchester United, Benjamin Sesko, yang mencetak gol ke gawang Sabah FK dalam laga matchday pertama Liga Champions 2026/2027 di Old Trafford, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

7. Hanya Sabah yang gagal membobol gawang MU

Dari seluruh lawan yang dihadapi MU musim ini, Sabah menjadi satu-satunya tim yang gagal mencetak gol ke gawang mereka. Statistik ini memperlihatkan betapa sulitnya Setan Merah menjaga gawang tetap aman.

8. Selalu kebobolan dalam delapan laga liga pertama

MU kebobolan setidaknya satu gol dalam setiap pertandingan menghadapi delapan lawan pertama mereka di Premier League musim ini. Mereka terakhir kali mengalami catatan serupa pada awal musim 1986/1987.


Terancam 33 Poin

Pelatih kepala Manchester United asal Inggris Michael Carrick memberi isyarat di tepi lapangan selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Bournemouth di Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 25 Oktober 2026. (Darren Staples/AFP)

9. Lebih sering tertinggal dua gol pada babak pertama dibanding era Ruben Amorim

Jika periode ketika Carrick bertugas sebagai pelatih interim musim lalu ikut dihitung, MU asuhannya sudah lebih sering tertinggal dengan selisih minimal dua gol pada babak pertama dalam pertandingan Premier League dibandingkan sepanjang masa kepelatihan Ruben Amorim.

10. Berisiko mengakhiri musim dengan 33 poin

Berdasarkan rata-rata poin per pertandingan saat ini, MU diproyeksikan hanya mengumpulkan 33 poin hingga akhir musim. Jumlah itu cukup rendah untuk membuat mereka finis di zona degradasi dalam tujuh dari 10 musim terakhir.

 

Sumber: Planet Football

Berita Terkait