Naik Podium di F1 GP Amerika Serikat, Charles Leclerc Temukan Sensasi Baru Bersama Ferrari

Charles Leclerc mengaku menemukan sensasi bersama Ferrari dan optimis dapat bersaing memperebutkan kemenangan di sisa musim 2026.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 26 Oktober 2026, 11:45 WIB
Pembalap Ferrari asal Monako, Charles Leclerc, mengemudikan mobilnya dalam ajang balap F1 Grand Prix Amerika Serikat di Austin, Texas, Senin (26-10-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Eric Gay)

Bola.com, Jakarta - Pembalap Scuderia Ferrari, Charles Leclerc, optimistis bisa meraih setidaknya satu kemenangan sebelum musim Formula 1 2026 berakhir.

Keyakinan tersebut muncul setelah pembalap asal Monako itu merasakan adanya kemajuan pesat pada performa mobil dan gaya membalapnya dalam beberapa balapan terakhir.

Advertisement

Leclerc berhasil mengamankan posisi kedua dalam balapan GP Amerika Serikat yang berlangsung sengit.

Kendati harus finis 13 detik di belakang sang pemenang balapan sekaligus pimpinan klasemen, Kimi Antonelli, ia berhasil memenangi duel ketat melawan rival-rival terberatnya, Max Verstappen dan Lando Norris.

Hasil manis di Circuit of the Americas ini menjadi podium kedua secara beruntun bagi Leclerc, setelah meraih posisi yang sama pada balapan di Singapura.

Rangkaian hasil positif tersebut kian mempertegas performa Ferrari berada di trek yang tepat.


Peningkatan Performa

Pemenang balapan, Andrea Kimi Antonelli, dari Italia dan Tim F1 Mercedes AMG Petronas, peringkat kedua, Charles Leclerc, dari Monako dan Scuderia Ferrari dan peringkat ketiga, Max Verstappen, dari Belanda dan Oracle Red Bull Racing merayakan di parc ferme selama Grand Prix F1 Amerika Serikat di Sirkuit Amerika pada 26 Oktober 2026 di Austin, Texas. (Sona Maleterova/Getty Images melalui AFP)

Perkembangan signifikan ini disambut positif oleh Leclerc. Dalam sesi konferensi pers seusai balapan, ia mengungkapkan kepuasannya atas peningkatan performa yang berhasil ditunjukkanny bersama tim.

"Apakah saya bisa mengubah hasil ini menjadi kemenangan, agak sulit diprediksi karena jarak antarpembalap sangat tipis. Hal itu juga tergantung pada rencana pembaruan komponen dari tim-tim lain untuk balapan mendatang," ujar Leclerc.

"Namun, sensasi saat mengendarai mobil terasa makin baik. Mobil-mobil ini sangat spesifik dan unik. Saya merasa dalam dua atau tiga balapan terakhir berhasil menemukan sesuatu yang baru dari cara membalap, terutama penyesuaian set-up yang cocok dengan gaya berkendara saya," ungkapnya.

Perpaduan peningkatan teknis dan kenyamanan dalam mengemudi dinilai menjadi kunci utama kebangkitan Leclerc di paruh akhir musim ini. Ia sangat berharap tren positif ini berbuah podium tertinggi dalam waktu dekat.


Sengit di Klasemen

Pembalap Ferrari Charles Leclerc bisa jadi salah satu ancaman Kimi Antonelli F1 GP Amerika Serikat, Minggu (25/10). (Barry B. Manembu)

GP Amerika Serikat menjadi pembuka dari rangkaian tiga balapan beruntun di penghujung musim. Para pembalap dan tim kini bersiap melanjutkan persaingan menuju seri berikutnya yang akan digelar di Mexico City.

Dengan menyisakan lima seri tersisa hingga penutupan di Qatar dan Abu Dhabi, perburuan posisi papan atas di klasemen pembalap berlangsung kian sengit.

Leclerc saat ini tertahan di peringkat kelima, tetapi peluangnya untuk melesat ke posisi runner-up masih terbuka lebar.

Pembalap Mercedes, George Russell, saat ini menempati peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi 242 poin.

Namun, selisih poin di papan atas sangat ketat, di mana Lewis Hamilton, Max Verstappen, dan Charles Leclerc di posisi kelima hanya terpisah sembilan poin dari Russell.

 

Sumber: Motorsport

Berita Terkait