Sosok Pelatih Ideal untuk Manchester United jika Michael Carrick Dipecat

Kekalahan 0-3 dari Bournemouth menekan Michael Carrick. Martin Keown menilai Antonio Conte bisa jadi opsi pelatih Manchester United, namun Meulensteen menolak.

BolaCom | Aga Deta AndityaDiterbitkan 26 Oktober 2026, 19:29 WIB
Pelatih kepala Manchester United asal Inggris Michael Carrick menyaksikan pertandingan Liga Inggris antara Leeds United dan Manchester United di Elland Road di Leeds, Inggris utara pada 18 Oktober 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Manchester United mulai menghadapi tekanan besar setelah kekalahan telak dari Bournemouth membuat posisi Michael Carrick sebagai pelatih semakin tidak pasti. Di tengah situasi tersebut, legenda Arsenal Martin Keown menyebut Antonio Conte sebagai sosok yang bisa dipertimbangkan jika Setan Merah memutuskan mencari pengganti.

Manchester United dipermalukan Bournemouth dengan skor 0-3 di Old Trafford pada lanjutan Premier League, Minggu. Hasil itu membuat mereka hanya berjarak satu poin dari zona tiga terbawah klasemen.

Advertisement

Manajemen klub dikabarkan tengah mengevaluasi situasi yang dialami tim. CEO Omar Berrada dan direktur sepak bola Jason Wilcox berada di Carrington pada Senin pagi untuk membahas keputusan terkait masa depan Carrick.

Keown memandang Conte sebagai salah satu opsi yang dapat membawa perubahan di Old Trafford. Namun, Rene Meulensteen, mantan staf kepelatihan Manchester United, memiliki pandangan berbeda dan menilai persoalan klub tidak cukup diselesaikan dengan mendatangkan pelatih baru.


Keown Sebut Conte Bisa Mengubah Manchester United

Mantan pelatih Tottenham Hotspur dan Chelsea, Antonio Conte ditunjuk Napoli untuk menjadi pelatih baru mereka. (AP Photo/Frank Augstein, File)

Keown menilai Conte memiliki karakter yang sesuai untuk menangani klub yang sedang membutuhkan perubahan. Pelatih asal Italia itu dikenal menerapkan disiplin ketat dan menuntut komitmen tinggi dari para pemainnya.

Pengalaman Conte dalam meraih gelar juga menjadi salah satu aspek yang membuat namanya diperhitungkan. Ia pernah menjuarai Serie A tiga kali bersama Juventus, memenangi Premier League bersama Chelsea, serta meraih gelar liga Italia bersama Inter Milan dan Napoli.

"Saya tidak benar-benar tahu apakah mereka melakukan itu bersama dia," kata Keown di talkSPORT.

"Bagi saya, Conte bukan pilihan yang buruk karena saya pikir dia ingin menciptakan perubahan," lanjut Keown.


Meulensteen Meragukan Conte sebagai Pengganti Carrick

Pelatih Napoli asal Italia, Antonio Conte, bereaksi selama pertandingan Serie A Italia antara Napoli dan Lecce di stadion Diego Armando Maradona di Naples pada 26 Oktober 2024. (CARLO HERMANN/AFP)

Meulensteen tidak sependapat dengan gagasan menunjuk Conte sebagai pelatih baru Manchester United. Ia memperkirakan kehadiran pelatih tersebut mungkin memberikan efek positif pada awal masa kerja, tetapi mempertanyakan apakah dampaknya bisa bertahan dalam jangka panjang.

Menurut Meulensteen, pergantian pelatih bukan satu-satunya hal yang perlu dipikirkan manajemen Manchester United. Ia menilai persoalan mendasar klub harus diselesaikan sebelum keputusan mengenai sosok pelatih berikutnya diambil.

"Saya melihat nama itu disebut-sebut dan saya sama sekali tidak akan mendukung penunjukan tersebut. Menurut saya, hal itu mungkin memberikan peningkatan performa dalam waktu sangat singkat, tetapi semuanya akan runtuh dengan sangat cepat jika melihat cara Conte menjalankan pekerjaannya," ujar Meulensteen, seperti dikutip Metro.

"Saya tidak akan mendukung keputusan itu. Jika Anda bertanya kepada saya tentang nama lain, saya tidak bisa menyebutkannya karena masalahnya bukan terletak pada siapa pelatih berikutnya," lanjutnya.


Meulensteen Soroti Peran Pemilik Manchester United

Gelandang Manchester United asal Kamerun bernomor punggung 19, Bryan Mbeumo (tengah), merayakan gol kelima timnya bersama rekan-rekan setim dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Ipswich Town di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 30 Agustus 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Meulensteen mengakui Manchester United membutuhkan pelatih dengan karakter kuat dan prinsip yang tegas. Sosok tersebut juga harus mempunyai gagasan yang jelas mengenai cara membangun serta mengelola tim.

Namun, ia menilai persoalan yang dihadapi Manchester United lebih kompleks daripada sekadar menentukan pelatih. Menurutnya, pendekatan yang disampaikan para pelatih sebelumnya tidak akan cukup jika masalah di tingkat kepemilikan klub tidak ikut ditangani.

"Ya, dia membutuhkan sosok dengan kepribadian kuat, karakter tangguh, serta pandangan yang jelas mengenai bagaimana dia ingin menjalankan tim. Namun, jika membaca situasi yang ada, setiap pelatih sebelumnya juga telah menyampaikan hal serupa," kata Meulensteen.

"Masalahnya adalah pemilik telah mencengkeram Manchester United begitu erat hingga klub kesulitan melepaskan diri. Itulah masalahnya," tegas Meulensteen.

Sumber: Football365


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Berita Terkait