Bola.com, Jakarta - Harry Kane berpeluang kembali meraih Ballon d'Or pada 2027 setelah mencatatkan performa luar biasa bersama Bayern Munchen. Namun, mempertahankan penghargaan individu paling bergengsi di sepak bola dunia membutuhkan konsistensi sepanjang musim 2026/2027.
Penyerang Inggris itu baru saja dinobatkan sebagai pemain dengan jumlah gol terbanyak dalam upacara Ballon d'Or di London pada 26 Oktober. Produktivitasnya menjadi modal penting untuk kembali bersaing di tengah ketatnya persaingan pemain elite dunia.
Kane mengawali musim ini dengan catatan impresif, yakni 10 gol dalam 12 pertandingan bersama Bayern. Ditambah enam gol dalam empat laga Nations League bersama timnas Inggris, ia telah mengemas 16 gol dari 16 pertandingan.
Meski demikian, Kane tidak akan berjuang sendirian dalam perburuan Ballon d'Or 2027. Lamine Yamal dan Kylian Mbappe juga tampil tajam, sementara keberhasilan klub di Liga Champions berpotensi menjadi faktor penentu.
Produktivitas Gol Mengukuhkan Modal Harry Kane
Kane menutup musim lalu dengan torehan 61 gol dalam 51 pertandingan bersama Bayern Munchen, rekor gol terbanyak seorang pemain dalam satu musim untuk klub tersebut. Jika penampilannya bersama timnas Inggris turut dihitung, total kontribusinya mencapai 73 gol dan delapan assist dalam 65 pertandingan.
Awal musim 2026/2027 juga menunjukkan bahwa ketajaman Kane belum meredup. Bayern belum terkalahkan di Bundesliga maupun Liga Champions, sehingga peluang meraih trofi besar tetap terbuka.
Jika Bayern mampu menyelesaikan musim dengan gelar treble dan Kane mempertahankan rata-rata satu gol per pertandingan, peluangnya meraih Ballon d'Or kembali akan semakin kuat. Tanpa turnamen besar tim nasional seperti Piala Dunia, Piala Eropa, atau Copa America pada 2027, performa bersama klub berpotensi mendapat perhatian lebih besar.
Meski begitu, mempertahankan Ballon d'Or dalam dua tahun beruntun bukan perkara mudah. Pemain terakhir selain Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang melakukannya adalah Marco van Basten, yang meraih penghargaan tersebut pada 1988 dan 1989.
Lamine Yamal dan Kylian Mbappe Jadi Pesaing Utama
Lamine Yamal menjadi salah satu pesaing terkuat Kane setelah finis di posisi kedua dan ketiga dalam dua edisi terakhir Ballon d'Or. Bintang Barcelona itu mengawali musim dengan 10 gol dan 10 assist dalam 13 pertandingan di La Liga dan Liga Champions.
Barcelona juga masuk dalam persaingan gelar Liga Champions, yang dapat memperkuat peluang Yamal jika mampu mengantarkan klubnya menjadi juara. Jika menang pada 2027, ia berpeluang menjadi peraih Ballon d'Or termuda pada usia 20 tahun.
Kylian Mbappe juga memiliki peluang besar untuk meraih penghargaan tersebut untuk pertama kalinya. Penyerang Real Madrid itu telah mencetak 14 gol dalam 13 penampilan bersama klub dan tim nasionalnya.
Selain Bayern, Barcelona, dan Real Madrid, Arsenal serta Paris Saint-Germain juga menjadi kandidat kuat dalam persaingan Liga Champions. Pada akhirnya, peluang Kane mempertahankan Ballon d'Or akan sangat bergantung pada konsistensi gol, keberhasilan Bayern meraih trofi, dan kemampuannya mengungguli para pesaing sepanjang musim.
Sumber: BBC Sport