Harry Kane Pernah Ditolak Arsenal karena Dianggap 'Chubby', Kini Justru Raih Ballon d'Or 2026!

Harry Kane menjuarai Ballon d'Or 2026 di usia 33. Ia pernah dilepas Arsenal saat delapan tahun karena dinilai 'chubby', lalu bersinar bersama Tottenham dan Baye

Bola.com, Jakarta - Tidak semua pemain yang kini berada di puncak sepak bola dunia langsung terlihat istimewa sejak usia dini. Harry Kane membuktikannya lewat perjalanan karier yang penuh penolakan sebelum akhirnya meraih Ballon d'Or 2026.

Penyerang Bayern Munchen itu menjadi pemain Inggris pertama yang memenangkan penghargaan tersebut sejak Michael Owen pada 2001. Prestasi ini sekaligus menempatkannya dalam jajaran elite pesepak bola Inggris yang pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia.

Namun, jalan Kane menuju puncak tidak selalu mulus. Saat masih berusia delapan tahun, ia pernah direkrut Arsenal sebelum dilepas hanya setahun kemudian karena dinilai tidak memiliki postur dan kemampuan atletis yang ideal.

Kini, penilaian tersebut menjadi bagian menarik dari perjalanan seorang pemain yang berkembang menjadi pencetak gol kelas dunia. Kisah Kane memperlihatkan bagaimana ketekunan dan kesempatan dapat mengubah karier yang sempat diragukan menjadi sejarah besar.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Saat Arsenal Melepas Harry Kane karena Fisiknya

Kane mulai menapaki jalur sepak bola sejak kecil bersama klub lokal Ridgeway Rovers. Bakatnya membawanya ke akademi Arsenal ketika berusia delapan tahun, tetapi kebersamaan itu hanya berlangsung selama 12 bulan.

Mantan direktur akademi Arsenal, Liam Brady, mengungkapkan bahwa klub menilai Kane belum memiliki profil fisik yang sesuai untuk menjadi pemain elite. Penilaian tersebut membuat The Gunners memutuskan untuk melepas calon bintang masa depan itu.

"Dia agak 'chubby' (gemuk) dan tidak terlalu atletis, tetapi kami memang melakukan kesalahan," kata Liam Brady.

Pengakuan Brady menjadi pengingat bahwa penilaian terhadap pemain muda tidak selalu mampu menggambarkan potensi jangka panjang mereka. Kane kemudian membuktikan bahwa perkembangan fisik, kemampuan teknis, dan mentalitas dapat mengubah perjalanan kariernya secara drastis.

Perjalanan Harry Kane di Tottenham hingga Ballon d'Or 2026

Setelah meninggalkan Arsenal, Kane melanjutkan perjalanan bersama Tottenham Hotspur. Namun, Spurs juga tidak langsung memberinya tempat utama dan meminjamkannya ke sejumlah klub, termasuk Leyton Orient, Millwall, Norwich City, dan Leicester City.

Periode tersebut menjadi bagian penting dalam proses perkembangan Kane sebelum mendapat kesempatan lebih besar di tim utama Tottenham. Ia mulai mencuri perhatian pada musim 2014/2015 dan meraih penghargaan PFA Young Player of the Year.

Kane kemudian berkembang menjadi salah satu pencetak gol paling produktif dalam sejarah Tottenham. Ia mengoleksi 280 gol untuk klub London Utara tersebut sebelum pindah ke Bayern Munchen pada 2023, melanjutkan kariernya di level tertinggi sepak bola Eropa.

Puncak pengakuan individu datang ketika Kane memenangkan Ballon d'Or 2026 pada usia 33 tahun. Ia menjadi pemain Inggris kelima yang meraih penghargaan itu setelah Stanley Matthews pada 1956, Bobby Charlton pada 1966, serta Kevin Keegan pada 1978 dan 1979, sekaligus mengakhiri penantian Inggris sejak kemenangan Michael Owen pada 2001.

Sumber: Planet Football

Klasemen Premier League 2026/2027

Video Populer

Foto Populer