Bedah Sukses Gennaro Gattuso Bawa Lazio 8 Laga Tanpa Kalah di Serie A: Sepak Bola Agresif dengan Banyak Catatan

Start 7 menang dan 1 imbang mengantar Lazio ke posisi kedua dengan 22 poin. 4-3-3 Gattuso menonjolkan serangan kiri: Zaccagni–Tavares jadi kunci.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 27 Oktober 2026, 17:01 WIB
Para pemain Lazio merayakan bersama para pendukung dalam pertandingan Serie A antara Juventus dan Lazio di Turin, Italia barat laut, Senin (19-10-2026) dini hari WIB. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Bola.com, Jakarta - Lambang elang yang identik dengan Lazio seakan merepresentasikan kiprah mereka pada awal Serie A 2026/2027. Di bawah komando Gennaro Gattuso, I Biancocelesti mencatatkan tujuh kemenangan dan satu hasil imbang dalam delapan pertandingan pertama.

Raihan 22 poin menempatkan Lazio di posisi kedua klasemen, tepat di belakang juara bertahan Inter Milan. Mereka juga menunjukkan keseimbangan permainan dengan mencetak 16 gol dan hanya kebobolan lima kali, catatan pertahanan terbaik di Serie A sejauh ini.

Advertisement

Performa impresif tersebut tidak hanya tercermin dari hasil pertandingan, tetapi juga pendekatan menyerang yang mulai terbentuk. Lazio kerap memanfaatkan sisi kiri lapangan sebagai jalur utama untuk membongkar pertahanan lawan.

Di balik laju positif itu, Gattuso menerapkan sejumlah pendekatan taktis yang menarik untuk dicermati. Formasi 4-3-3, kolaborasi Mattia Zaccagni dan Nuno Tavares, serta dominasi serangan dari satu sisi menjadi bagian penting dari strategi Lazio pada awal musim.


Start Impresif Lazio dan Kebangkitan di Bawah Gattuso

Skuad Lazio. (Marco Bertorello / AFP)

Lazio mengawali musim tanpa kekalahan untuk keenam kalinya sepanjang sejarah klub, sekaligus mencatatkan pencapaian serupa untuk pertama kalinya sejak 1999/2000. Pada musim tersebut, mereka mengakhiri kompetisi dengan menjuarai Serie A.

Tujuh kemenangan dan satu hasil imbang mengantarkan Lazio mengoleksi 22 poin dari delapan laga. Catatan 16 gol dan lima kali kebobolan menunjukkan bahwa efektivitas di lini depan berjalan beriringan dengan soliditas pertahanan.

Awal musim 2026/2027 juga menghadirkan rekor tersendiri bagi kompetisi tertinggi Italia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Serie A, empat tim, yakni Inter Milan, Lazio, AS Roma, dan AC Milan, sama-sama belum terkalahkan setelah melewati delapan pertandingan.

Gattuso mengambil alih kursi pelatih Lazio pada awal musim ini setelah Maurizio Sarri pergi menyusul memburuknya hubungan dengan manajemen klub. Penunjukan Gattuso sempat mengundang perhatian karena reputasinya tercoreng setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 akibat kalah 4-1 dari Bosnia pada final play-off.

Meski demikian, Gattuso memiliki pengalaman menangani klub-klub besar Italia, termasuk AC Milan dan Napoli. Keberhasilannya membawa Napoli menjuarai Coppa Italia 2019/2020 menjadi salah satu modal untuk membangun identitas permainan baru di Lazio.


Formasi 4-3-3 dan Dominasi Serangan dari Sayap Kiri

Striker Lazio Mattia Zaccagni (AFP)

Gattuso mengusung 4-3-3 yang memberi keleluasaan pemain sayap menyerang ruang. Dengan melebar di fase awal, Lazio mampu menarik blok pertahanan lawan sebelum menembus area berbahaya.

Data distribusi serangan WhoScored menegaskan kecenderungan tersebut: 47 persen serangan Lazio berasal dari kiri, 29 persen dari kanan, dan 25 persen melalui tengah.

Dominasi itu bertumpu pada duet Mattia Zaccagni dan Nuno Tavares. Zaccagni mengandalkan kemampuan menggiring dan menusuk ke kotak, sedangkan Tavares dari bek kiri membantu progresi permainan dan menambah intensitas penetrasi.

Kombinasi keduanya kerap menciptakan skenario dua lawan satu, membuka ruang antarlini, sekaligus menyalurkan umpan ke zona berbahaya. Pola ini menjadi ciri yang berulang dalam fase menyerang I Biancocelesti.

Di sisi lain, sektor kanan berkarakter lebih seimbang melalui Gustav Isaksen dan Romano Floriani. Floriani menonjol secara defensif dan telah mencatatkan 16 tekel—terbanyak di skuad Lazio—sehingga flank kanan berperan menjaga stabilitas saat arus serangan bertumpu di kiri.


Sepak Bola Agresif Gattuso dan Masalah Konsistensi

Pelatih Lazio Gennaro Gattuso

Kekuatan Lazio tak semata pada skema serangan, melainkan juga kepercayaan diri yang tumbuh di bawah Gattuso. Intensitas yang lebih tinggi membantu mereka menguasai laga dan menyulitkan lawan.

Namun konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah. Ketika tempo menurun, efektivitas serangan dan kemampuan mengendalikan momen ikut terdampak sehingga dominasi tidak selalu berkelanjutan sepanjang 90 menit.

"Setiap pertandingan memiliki tantangannya sendiri, tetapi tim ini dalam kondisi yang baik. Kami mampu menyulitkan lawan, namun hanya jika kami bermain dengan tempo yang tepat. Jika kami bermain dengan tempo yang lamban, kami tidak akan efektif," kata Gattuso pada Sky Sports.

Situasi ini mengingatkan pada Lazio era Marco Baroni di 2024/2025, ketika start menyerang yang menjanjikan diikuti penurunan performa pada pertengahan musim. Meski Gattuso tidak secara terbuka mengadopsi gaya Baroni, tantangannya serupa: menjaga agresivitas tanpa mengorbankan stabilitas.

Di samping itu, dominasi kanal kiri perlu dikelola agar tidak mudah ditebak. Penutupan ruang terhadap Zaccagni dan Tavares berpotensi memaksa Lazio memindahkan permainan ke kanan atau merapat lewat tengah.


Boikot Suporter dan Ujian Menjaga Momentum Lazio

Pemain Lazio, Fisayo Dele-Bashiru, merayakan gol yang dicetaknya untuk timnya dalam pertandingan Serie A antara Juventus dan Lazio di Turin, Italia barat laut, Senin (19-10-2026) dini hari WIB. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Di luar lapangan, relasi suporter dan manajemen tetap tegang. Kelompok ultras memboikot laga kandang sebagai protes kepada Presiden Claudio Lotito dan telah menolak hadir di Stadio Olimpico selama berbulan-bulan.

Kondisi tersebut menjadi ujian tambahan bagi Gattuso dan para pemain. Performa positif di lapangan belum sepenuhnya meredakan ketegangan yang menyelimuti klub.

"Setiap pertandingan, ada 200-300 orang tambahan yang datang ke stadion, jadi kami harus terus melangkah," kata Gattuso.

"Saya ingin berterima kasih kepada Curva Nord, karena mereka telah menunggu para pemain saat kami tiba di gerbang Stadio Olimpico. Kami harus tetap membumi, terus mempertahankan antusiasme ini, dan kemudian melihat ke mana perjalanan ini akan membawa kami," tegasnya.

Delapan pertandingan tanpa kekalahan merupakan fondasi yang menjanjikan, tetapi musim masih panjang. Jika Gattuso mampu menjaga tempo, memperbaiki konsistensi selama 90 menit, dan menyiapkan alternatif saat sisi kiri terkunci, Lazio berpeluang mempertahankan tempat di papan atas Serie A.


Klasemen Serie A 2026/2027

Berita Terkait