Pelatih yang Taktiknya Cemerlang di Pekan Ke-7 BRI Super League: Kecermatan STY Bawa Persija Comeback

Beberapa pelatih yang sukses memperlihatkan kecermatannya untuk membawa hasil positif pada pekan ke-7 BRI Super League 2026/2027.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 28 Oktober 2026, 08:00 WIB
Selebrasi Shin Tae-yong usai membawa Persija Jakarta menang 2-1 atas Persib Bandung dalam laga pekan kedua BRI Super League 2026/2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/9/2026). (Dok. Persija)

Bola.com, Jakarta - Sejumlah klub berhasil mengamankan hasil positif yang fantastis pada pekan ke-7 BRI Super League 2026/2027. Catatan ini memunculkan sejumlah pelatih yang sukses mencuri perhatian karena taktiknya membuahkan kemenangan.

Duel pekan ketujuh ini memang menyajikan rekor yang cukup menarik. Sebab, ada sederet tim papan atas yang dihantam hasil minor, seperti Madura United dan Dewa United yang harus tumbang di laga tandang.

Advertisement

Sementara itu, ada Persib Bandung yang perlahan-lahan mengerek posisinya ke papan atas setelah menumbangkan Garudayaksa FC. Adapun Persija Jakarta berhasil mengukir hasil positif untuk mempertahankan posisinya di puncak.

Lalu, ada juga Arema FC yang akhirnya berhasil mengakhiri tren tanpa kemenangannya bersama sang pelatih baru. Di balik kemenangan ini, ada beberapa pelatih yang sukses memperlihatkan kecermatannya untuk membawa hasil positif. Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.


Shin Tae-yong

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, tersenyum usai timnya mengalahkan PSMS Medan 4-1 pada laga terakhir Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (1/8/2026). Kemenangan tersebut menjaga peluang Macan Kemayoran melaju ke semifinal, yang akhirnya dipastikan setelah Persebaya Surabaya menaklukkan Port FC 2-1 pada laga penutup Grup B. Persija selanjutnya akan menghadapi rival klasiknya, Persib Bandung, pada babak semifinal di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. (Bola.com/Wahyu Pratama)

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, sukses mengambil keputusan yang jitu saat timnya menumbangkan Persik Kediri. Padahal, Macan Kemayoran sempat dibuat kesulitan oleh tim tamu karena kebobolan pada menit ke-10.

Upaya Persija untuk menyamakan kedudukan masih sulit terwujud di babak pertama. Meskipun berhasil mendominasi permainan, tim asal Ibu Kota ini belum berhasil untuk memecah kebuntuan pada periode 45 menit pertama.

Di awal babak kedua, STY memutuskan untuk memainkan Rizky Ridho dan Kwon Chang-hoo. Pergantian ini memberikan dampak yang cukup signifikan di lini tengah Persija. Hasilnya, di pertengahan babak kedua, tuan rumah bisa memecah kebuntuan.

Awalnya, Persija mampu menyamakan kedudukan lewat gol Denis Kolinger yang memanfaatkan umpan Rayhan Hannan (64’). Dua menit berselang, giliran Golinger yang menyediakan assist kepada Rizky Ridho untuk berbalik unggul 2-1.

Dengan hasil ini, Persija sukses melanjutkan tren positifnya sekaligus mempertahankan puncak klasemen sementara. Mereka masih kokoh di posisi pertama dengan koleksi 18 poin dari tujuh pertandingan BRI Super League

 


Andre Caldas

Selain itu, ada reuni antar Brasil di laga ini. Seperti pelatih kedua tim yang berasal dari negara sama. Yakni Carlos Parreira dari Madura United dan asisten pelatih Arema, Andre Caldas. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Setelah sempat mengalami serangkaian catatan buruk dalam beberapa pekan terakhir, Arema FC akhirnya bisa mengakhiri rekor itu pada pekan ketujuh. Menariknya, catatan ini diraih bersama caretaker-nya, Andre Caldas.

Lelaki yang sebelumnya menjadi asisten Marquinhos Santos itu sukses mempersembahkan hasil positif ketika Singo Edan menjamu Dewa United. Di bawah asuhannya, Arema FC sukses meraih kemenangan telak empat gol tanpa balas.

Beberapa perubahan komposisi pemain tersaji di laga ini. Hasilnya, Careca sukses menyumbangkan dua gol (30’ dan 50’). Setelah itu, giliran Samuel Otusanya (65’) dan Julian Guevara (90+5) yang menambah keunggulan.

Ini menjadi kemenangan pertama bagi Singo Edan dalam enam laga terakhir. Sebelum ditangani Andre Caldas, mereka sempat dihantam lima laga tanpa kemenangan, dengan rincian dua kekalahan dan tiga hasil imbang.

Meskipun demikian, juru taktik berusia 38 tahun ini akan mendapatkan ujian yang tak mudah saat menghadapi dua laga berikutnya, karena Arema FC sudah dinanti dua tim papan atas, yakni Bali United dan Madura United.

Berita Terkait