Bola.com, Jakarta - Piala Asia 2027 terasa makin dekat. Turnamen antarnegara paling mentereng di Asia itu akan digelar di Arab Saudi mulai 7 Januari 2027.
Tuan rumah Arab Saudi tampak sangat berambisi di Piala Asia 2027. Mereka ingin meraih dua kesuksesan, yakni menjadi tuan rumah yang baik serta mengakhiri paceklik gelar juara.
Sebagai satu di antara kekuatan sepak bola Asia, Timnas Arab Saudi sudah tiga kali menjuarai Piala Asia, yakni pada edisi 1984, 1988, dan 1996.
Ya, gelar terakhir Timnas Arab Saudi di Piala Asia terjadi pada 1996 di Uni Emirat Arab.
Lebih dari 30 tahun kemudian mereka masih belum berhasil meraih kembali gelar bergengsi itu.
Petaka 2 Kali Runner-Up
Setelah menjuarai Piala Asia 1996, Timnas Arab Saudi sebenarnya tampil apik pada edisi-edisi selanjutnya turnamen itu. Bahkan, The Green Falcons sempat tiga kali menembus babak final pada edisi 2000 dan 2007.
Hanya, pada dua kesempatan final itu Timnas Arab Saudi selalu menelan kekalahan. Termasuk kekalahan 0-1 dari Timnas Irak di Piala Asia 2007 dalam laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Akan tetapi, kejayaan di tingkat kontinental sulit diraih dalam beberapa edisi terakhir, dengan Arab Saudi gagal melaju melampaui babak 16 besar, baik pada turnamen di UEA tahun 2019 maupun di Qatar tahun 2023.
Kesempatan Emas
Salem Al Dawsari, Pemain Terbaik AFC tahun 2025, tetap menjadi ancaman utama di lini serang Timnas Arab Saudi di Piala Asia 2027. Sementara Firas Al Brikan menghadirkan ketajaman dalam mencetak gol.
Bakat-bakat baru seperti Musab Al Juwayr makin memperdalam kualitas skuad yang bertekad untuk meraih kembali kejayaan Timnas Arab Saudi di Piala Asia 2027.
Tergabung dalam Grup A, Green Falcons akan mengawali kiprah dengan menghadapi Palestina di Riyadh pada 7 Januari, sebelum bersua Oman lima hari berselang.
Mereka akan menutup rangkaian pertandingan fase grup dengan melawan Kuwait di Jeddah pada 17 Januari.