Bola.com, Sleman - PSS Sleman keok dari Borneo FC pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (27/10/2026) sore WIB, Super Elang Jawa kalah dengan skor 1-2.
Dua gol Borneo FC dicetak Rahmad Dandy Sonriza pada menit ke-38 dan Hugo Samir (75'). Sementara PSS hanya mampu membalas melalui Matheus Fornazari (86').
Pelatih PSS, Pieter Huistra, menilai laga berjalan cukup seimbang sebelum timnya bermain dengan 10 orang. Bek Stefan Askovski diganjar kartu merah pada menit ke-43 akibat melakukan tekel kepada lawan.
"Saya mengerti suporter sangat kecewa, para pemain kecewa, staf juga kecewa. Kalau Anda lihat pertandingan, saya pikir kedua tim kurang lebih seimbang," ujar Huistra seusai laga.
"Kami harus bertahan lebih baik dan setelah kartu merah, saya pikir keseluruhan dinamika pertandingan berubah. Di sisi lain, para pemain tidak menyerah," lanjutnya.
Memberikan Apresiasi
Huistra mengapresiasi upaya pemainnya yang tetap berusaha mengejar ketertinggalan meski kekurangan jumlah pemain. Menurutnya, PSS berani mengambil risiko dan berjuang maksimal untuk menyamakan kedudukan.
"Bahkan saat tertinggal 0-1 dan bermain dengan 10 orang, kami mencoba melawan. Kami mencoba mengambil risiko dan menciptakan beberapa peluang. Pada akhirnya, kami kalah 1-2," katanya.
"Sedikit kurang beruntung. Setidaknya kami bisa meraih satu poin. Tapi, kartu merah itu adalah hal besar dalam pertandingan," sambung pelatih asal Belanda tersebut.
Kekecewaan juga dirasakan para pemain PSS. Winger Riko Simanjuntak menyampaikan permohonan maaf kepada suporter atas hasil yang didapat timnya di kandang sendiri.
"Saya mewakili pemain tentunya memohon maaf kepada semua suporter yang telah hadir, yang enggak hadir juga, atas hasil ini. Tentunya hasil malam ini bukanlah hasil yang kami inginkan," ucap Riko.
"Dari awal kami berkomitmen ingin selalu mengamankan tiga poin di setiap kandang. Tapi, inilah sepak bola dan di pertandingan semua lihat Borneo juga punya kualitas," imbuh dia.
Perubahan Situasi
Riko turut menyoroti perubahan situasi selepas PSS kehilangan satu pemain. Meski demikian, ia menilai rekan-rekannya sudah berjuang maksimal untuk mengejar ketertinggalan.
"Kami dari awal sudah memberikan perlawanan dan beberapa menciptakan peluang dan Borneo juga demikian. Tapi inilah sepak bola, di saat ada kartu merah pasti ada perubahan," tutur Riko.
"Pelatih di locker room membuat perubahan tadi juga sudah ngomong yang membuat risiko, ternyata luar biasa juga teman-teman berjuang sangat-sangat berjuang. Enggak mudah bermain di 10 pemain melawan Borneo yang sudah berpengalaman."
"Tapi ya itulah sepak bola, hasil tidak memihak buat kami tetapi teman-teman sangat berjuang luar biasa sampai akhir selesai," tutup mantan pemain Persija Jakarta tersebut.
Kekalahan ini membikin PSS tertahan di peringkat ke-15 klasemen sementara dengan koleksi empat poin. Sementara itu, tambahan tiga angka mengangkat Borneo FC ke posisi ke-12 dengan nilai sembilan.