Bola.com, Jakarta - Sepak bola Spanyol mencatat capaian bersejarah di Ballon d'Or 2026. Dari total 13 penghargaan yang dibagikan di London Palladium Theatre, Senin (26/10/2026), delapan di antaranya dibawa pulang wakil negeri Matador.
Dominasi tersebut menegaskan pengaruh Spanyol di panggung global, terutama pada kategori pemain muda, penjaga gawang, dan pelatih terbaik. Enam trofi putra-putri di tiga bidang itu seluruhnya diraih perwakilan Spanyol.
Sorotan utama datang dari bintang Barcelona, Lamine Yamal, yang kembali memenangkan Trofi Kopa kategori putra. Ia menorehkan rekor pribadi dengan tiga gelar beruntun.
Vicky López mempertahankan gelar pemain muda terbaik putri, sementara Unai Simón (Athletic Club) meraih Trofi Yashin putra dan Cata Coll (Barcelona) memenangi kategori putri. Bagi Simón, pengakuan ini menutup musim 2025/2026 yang impresif, termasuk perannya membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia dengan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen.
Alexia Putellas Amankan Ballon d'Or Féminin Ketiganya
Alexia Putellas kembali dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia setelah merebut Ballon d'Or Féminin 2026. Bintang Spanyol itu melanjutkan tradisi juara di ajang penghargaan bergengsi tersebut.
Trofi tahun ini menjadi gelar Ballon d'Or Féminin ketiga dalam karier Putellas. Raihan itu sekaligus memperpanjang dominasi pesepak bola Spanyol di level individu tertinggi sepak bola putri.
Dalam enam musim terakhir, penghargaan ini selalu jatuh ke tangan pemain Spanyol. Putellas bersama Aitana Bonmatí menjadi dua nama yang menguasai persaingan sejak 2021.
Meski kini berseragam London City Lionesses, Putellas tetap mengapresiasi Barcelona. Ia menegaskan pencapaiannya tak lepas dari dukungan rekan setim, staf pelatih, dan seluruh elemen klub yang menjadi bagian penting perjalanan kariernya.
Dominasi Barcelona
Barcelona juga mendominasi kategori klub. FC Barcelona Femení dinobatkan sebagai Klub Putri Terbaik Tahun Ini setelah menjalani musim 2025/2026 yang gemilang.
Skuad asuhan Pere Romeu mengamankan empat trofi, termasuk gelar Liga F dan Liga Champions Wanita UEFA. Capaian tersebut kian mengukuhkan Barcelona sebagai kekuatan utama sepak bola putri Eropa.
Kontribusi Romeu sepanjang musim berbuah penghargaan Pelatih Terbaik Sepak Bola Putri. Penghargaan itu menjadi pengakuan atas kepemimpinannya dalam mengantar Barcelona melalui kampanye sukses.
Untuk kategori putra, gelar Pelatih Terbaik jatuh kepada Luis de la Fuente. Juru taktik tim nasional Spanyol berusia 65 tahun itu diapresiasi atas perjalanan panjangnya di sepak bola Spanyol, termasuk kiprah membina kelompok usia sebelum menakhodai tim senior.
Harry Kane Sabet Ballon d'Or Putra 2026
Di tengah dominasi Spanyol, Ballon d'Or putra 2026 menjadi milik Harry Kane. Penyerang Bayern Munchen sekaligus kapten tim nasional Inggris itu mengungguli para kandidat top dunia.
Kane meraih penghargaan individu paling prestisius di sepak bola putra pada malam penganugerahan di London. Ia menjadi salah satu wakil Inggris yang membawa pulang trofi.
Di papan atas, persaingan Ballon d'Or putra diwarnai nama-nama dari LaLiga EA SPORTS. Kylian Mbappé finis di posisi kedua, Lamine Yamal di peringkat ketiga, dan Rodri menutup empat besar.
Bagi Mbappé, status runner-up ini merupakan capaian terbaiknya sepanjang mengikuti perebutan Ballon d'Or. Sementara itu, Yamal sudah dua kali masuk tiga besar sebelum menginjak usia 20 tahun, menggarisbawahi kematangannya sebagai talenta elite.
Persaingan Ballon d'Or 2027 Diprediksi Memanas
Performa Kylian Mbappé dan Lamine Yamal pada awal musim 2026/2027 menjadi sorotan. Keduanya menunjukkan penampilan menjanjikan yang berpotensi membawa mereka kembali bersaing tahun depan.
Dominasi Spanyol pada edisi 2026 menggambarkan keberhasilan negara tersebut dalam mengembangkan talenta, baik di sektor putra maupun putri. Delapan penghargaan yang diraih menjadi catatan penting dalam peta kekuatan sepak bola saat ini.
Di sisi lain, kemenangan Harry Kane menegaskan bahwa perebutan gelar pemain terbaik dunia tetap terbuka bagi bintang dari berbagai negara dan kompetisi.
Fokus kini beralih ke musim 2026/2027. Dengan munculnya persaingan baru di antara nama-nama besar seperti Kane, Mbappé, dan Yamal, perebutan Ballon d'Or berikutnya berpotensi kian ketat.