Harry Kane Sabet Ballon d’Or 2026, Guti Curiga Ada Rekayasa, Paman Lamine Yamal Panaskan Situasi

Harry Kane sabet Ballon d’Or 2026, Guti dan paman Lamine Yamal tebar teori konspirasi penghargaan direkayasa.

Bola.com, Jakarta - Kemenangan Harry Kane dalam perebutan Ballon d'Or 2026 menuai reaksi dari kubu para pesaingnya.

Sejumlah pihak mempertanyakan hasil penghargaan yang mengantarkan striker Bayern Munchen itu menjadi pemain terbaik dunia, bahkan melontarkan dugaan adanya rekayasa di balik pemungutan suara.

Mantan pemain Real Madrid, Guti, menyoroti keputusan penyelenggara menggelar seremoni di London.

Sementara itu, Abdul, paman Lamine Yamal, secara terbuka menilai keponakannya lebih pantas membawa pulang trofi utama daripada Kane.

Kane mencetak 73 gol sepanjang musim 2025/2026 dan menjadi pemain Inggris pertama yang memenangi Ballon d’Or dalam 25 tahun terakhir.

Sebelumnya, penghargaan itu terakhir kali diraih pemain Inggris melalui Michael Owen pada 2001.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Guti Soroti Seremoni di London

Guti menyampaikan kecurigaannya dalam acara televisi Spanyol, El Chiringuito. Ia mempertanyakan kebetulan di balik pemindahan seremoni Ballon d'Or dari Paris ke London pada edisi peringatan ke-70, yang kemudian dimenangi Kane.

"Untuk perayaan ulang tahun ke-70, mereka memindahkan seremoni ke London, lalu seseorang dari London yang memenangkannya. Luar biasa kebetulannya, bukan?" ujar Guti, dikutip Daily Mail.

Ia kemudian mengisyaratkan kemenangan Kane seolah telah diatur. Ketika seorang anggota panel menyebut kata "direkayasa", Guti menyetujuinya dan mengaku sudah lama memiliki pandangan serupa terhadap penghargaan tersebut.

Guti juga menyoroti ekspresi Kane ketika namanya diumumkan sebagai pemenang. Menurutnya, striker Inggris itu terlihat tidak menyangka akan mendapatkan trofi tersebut karena kemungkinan memperkirakan Lamine Yamal dan Kylian Mbappe bakal finis di atasnya.

Namun, pemindahan seremoni ke London memiliki alasan khusus. Penyelenggara ingin memberikan penghormatan kepada Sir Stanley Matthews, penerima Ballon d’Or pertama.

Keluarga legenda Stoke City itu hadir dalam acara dan turut tampil di karpet merah.

Paman Yamal Anggap Keponakannya Lebih Layak

Abdul turut menyuarakan ketidakpuasannya terhadap hasil Ballon d'Or 2026.

Dalam wawancara dengan Cadena SER setelah pengumuman pemenang, ia menegaskan bahwa Yamal tampil sebagai pemain terbaik dunia menurut penilaiannya.

"Keponakan saya tampil luar biasa. Dia adalah pemain terbaik di dunia," kata Abdul.

Ia kemudian membandingkan usia dan pencapaian Yamal dengan Kane.

Menurut Abdul, pemain Barcelona berusia 19 tahun itu masih memiliki banyak kesempatan untuk meraih Ballon d'Or, sedangkan ia melontarkan komentar bernada sindiran mengenai kesempatan Kane.

"Lamine masih sangat muda, usianya 19 tahun, dan dia akan memenangkannya lagi. Namun, Harry hanya punya tiga hari kompetisi tersisa dan dia justru mendapatkan Ballon d'Or," ujarnya.

Abdul menonjolkan kemampuan Yamal dalam mencetak gol, memberikan umpan, dan menciptakan assist. Ia menyebut gelar Piala Dunia, La Liga, serta Piala Super sebagai bagian dari pencapaian keponakannya.

Ia bahkan memperkirakan Yamal mampu mengoleksi lima trofi Ballon d'Or sepanjang kariernya.

Pada malam penghargaan tersebut, Yamal menerima trofi Young Talent of the Year untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Saat Thierry Henry bertanya apakah penghargaan itu yang sebenarnya ia inginkan, Yamal menjawab dengan rendah hati dan menilai rekan setimnya di Barcelona serta Timnas Spanyol, Pau Cubarsi, lebih layak mendapatkannya.

Persaingan Kane dan Mbappe Sangat Ketat

Di tengah munculnya berbagai spekulasi, pemimpin redaksi France Football, Vincent Garcia, menjelaskan persaingan Kane dan Mbappe memang berlangsung ketat.

Keduanya menjadi dua kandidat teratas dengan selisih poin yang sangat tipis.

Garcia bahkan menyebut jarak perolehan poin mereka lebih kecil daripada selisih antara Rodri dan Vinicius Junior pada Ballon d'Or 2024, yang mencapai 41 poin.

"Kylian memimpin persaingan untuk waktu yang lama, tetapi Harry Kane kembali masuk perburuan. Pada akhirnya, hasilnya ditentukan oleh selisih poin yang sangat, sangat kecil," kata Garcia.

Ketatnya persaingan itu turut menjadi sorotan setelah seremoni di London Palladium.

Rekaman memperlihatkan Mbappe dan Ousmane Dembele, pemenang Ballon d’Or 2025, tidak berdiri untuk menyalami Kane setelah sang striker menerima Ballon d'Or 2026.

Rayakan Kemenangan

Kane tidak menunjukkan tanggapan yang mengindikasikan adanya ketegangan dengan para pesaingnya.

Setelah menerima penghargaan, ia melanjutkan perayaan di klub malam Cirque Le Soir di London.

Mantan rekan setim dan koleganya, termasuk Eric Dier, Tim Sherwood, dan James Maddison, turut bergabung dalam pesta tersebut.

Kane dan istrinya, Katie Goodland, menikmati perayaan yang dihiasi parade botol sampanye dan kembang api kecil.

Meski begitu, Kane tidak berlebihan mengonsumsi alkohol karena harus kembali menjalani latihan bersama Bayern Munchen, Selasa waktu setempat.

Ia dijadwalkan kembali bermain ketika Bayern menghadapi Magdeburg, Kamis (29-10-2026) dini hari WIB.

 

Sumber: Daily Mail

Video Populer

Foto Populer