Bola.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Peter Schmeichel, melontarkan kritik keras kepada mantan manajer Setan Merah, Erik ten Hag.
Ia menilai pelatih asal Belanda itu justru memperkeruh situasi klub yang sedang mengalami periode sulit dengan mengungkapkan persoalan internal kepada media.
Dalam wawancara dengan The Athletic pekan lalu, Ten Hag mengkritik Cristiano Ronaldo karena dianggap mengecewakan tim.
Ia juga menyalahkan jajaran petinggi klub atas terciptanya budaya kerja yang toksik serta mengungkapkan dirinya pernah meminta MU merekrut Harry Kane dan Declan Rice.
Dapatkan jadwal lengkap Premier League 2026/2027 di sini.
Kekesalan Schmeichel
Pernyataan tersebut memancing reaksi Schmeichel.
Berbicara dalam program "The Overlap Daily", mantan kiper MU itu mempertanyakan sikap Ten Hag yang kembali menyoroti kegagalan transfer ketika dirinya sendiri dinilai tidak berhasil memenuhi ekspektasi di Old Trafford.
"Apa yang benar-benar membuat saya kesal dalam dua pekan terakhir adalah, Ten Hag muncul dan mengatakan bahwa dia menginginkan Declan Rice serta Harry Kane, seolah-olah dirinya seorang dewa," ujar Schmeichel.
"Ini benar-benar konyol. Dia sendiri yang mendatangkan Lisandro Martinez dan Matthijs de Ligt. Ada pemain-pemain yang dibawanya dan masih berada di klub. Berani sekali dia keluar dan mengatakan hal seperti itu!" lanjutnya.
Schmeichel Minta Ten Hag Becermin
Schmeichel mengakui Harry Kane dan Declan Rice merupakan pemain yang layak direkrut MU. Namun, menurutnya, keinginan mendatangkan kedua pemain itu bukanlah informasi baru yang perlu kembali diungkit Ten Hag.
"Semua orang tahu kami seharusnya merekrut Harry Kane. Semua orang juga tahu kami seharusnya mendatangkan Declan Rice. Itu bukan rahasia. Saya tidak tahu mengapa kami tidak melakukannya," kata Schmeichel.
Ia kemudian mempertanyakan alasan Ten Hag menyampaikan kritik tersebut kepada publik, mengingat rekam jejaknya selama menangani MU juga tidak memuaskan.
"Yang dikatakannya adalah, 'Saya dikecewakan oleh klub.' Mungkin memang ada benarnya dalam hal itu, tetapi dia sendiri tidak cukup bagus," sentilnya.
Ten Hag menangani MU sejak akhir musim 2021/2022 hingga Oktober 2024. Ia dipecat setelah serangkaian hasil buruk membuat Setan Merah terpuruk di peringkat ke-14 Premier League.
Saran Schmeichel
Sebelumnya, posisi Ten Hag sempat terancam setelah MU hanya finis di urutan kedelapan pada musim 2023/2024.
Namun, keberhasilan mengalahkan Manchester City pada final Piala FA ikut memengaruhi keputusan klub untuk memperpanjang kontraknya pada musim panas tahun itu, setelah pembicaraan penting di Ibiza.
Schmeichel juga menyinggung masa singkat Ten Hag di Bayer Leverkusen. Setelah meninggalkan MU, pelatih asal Belanda itu ditunjuk menggantikan Xabi Alonso, tetapi hanya bertahan tiga pertandingan sebelum dipecat.
Ten Hag kemudian mengkritik dewan klub atas keputusan yang disebutnya belum pernah terjadi sebelumnya.
"Mungkin dia sebaiknya mundur selangkah dan tidak menempatkan dirinya dalam situasi seperti ini. Kalau terus melakukannya, dia akan berakhir dengan orang seperti saya yang mengkritiknya, padahal itu tidak perlu. Kami tidak membutuhkan hal seperti ini dalam pemberitaan," ujar Schmeichel.
Sumber: Daily Mail