An Se-young Tulis Ulang Sejarah Bulutangkis Dunia

An Se Young memimpin tunggal putri. Dia menempati peringkat pertama selama 169 pekan.

BolaCom | Harley IkhsanDiterbitkan 28 Oktober 2026, 20:25 WIB
Tunggal putri, Korea Selatan, An Se-young. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - An Se Young terus menguasai nomor tunggal putri di saat sektor tunggal putra sulit menjaga posisi teratas. Dominasi An Se-young tidak menunjukkan tanda bakal melonggar.

Menembus panggung dunia pada usia 17 tahun, An Se-young merebut gelar perdana di New Zealand Open 2019. Laju trofi berlanjut hingga ia naik ke puncak ranking BWF pada 1 Agustus 2023.

Advertisement

Pada Oktober 2024 ia sempat turun satu tingkat selama dua pekan, namun total catatan nomor satu mencapai 169 pekan, dengan 107 di antaranya beruntun.

Menurut Badminton Ranks, torehan itu masih di belakang rekor sepanjang masa milik Susi Susanti (245 pekan) dan Tai Tzu-ying (214 pekan). Namun, di usia 24 tahun, tidak akan ada yang berani bertaruh An Se-yong bakal gagal melampaui dua legenda tersebut.


Dominasi An Se-young Tahun Ini

Tunggal putri Korea Selatan, An Se Young, saat merayakan kemenangan atas wakil Jepang, Akane Yamaguchi, pada final turnamen bulutangkis Indonesia Open 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

An Se-young tampil nyaris sempurna tahun ini. Dari 10 turnamen BWF World Tour yang diikuti, ia hanya kalah sekali, yaitu di final All England melawan Wang Zhi Yi. Pada Japan Open, ia mundur di babak 16 besar karena cedera.

Total sembilan trofi World Tour sukses diamankan. Di luar itu, pemain Korea Selatan tersebut memuncaki podium Kejuaraan Asia kategori beregu dan perorangan, merebut emas individu Asian Games, serta mengangkat Piala Uber.

Keunggulan head-to-head turut menegaskan superioritasnya. An unggul 21-5 atas Wang Zhi Yi, sementara rekor melawan peringkat dua dunia Akane Yamaguchi berdiri di angka 24-15, termasuk memenangi 10 pertemuan terakhir.

Terhadap penghuni peringkat 4–10 BWF, rapornya tetap tegas: melawan Chen Yu Fei (18-4), Ratchanok Intanon (15-1), Putri Kusuma Wardani (10-0), Tomoka Miyazaki (8-0), Pusarla Venkata Sindhu (11-0), Nozomi Okuhara (7-0), dan Pornpawee Chochuwong (13-0).


Lampaui Rekor Susi Susanti

Tunggal putri Korea Selatan, An Se Young, saat merayakan kemenangan atas wakil Jepang, Akane Yamaguchi, pada final turnamen bulutangkis Indonesia Open 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Di luar perbincangan soal rekor peringkat satu terlama, An Se-young telah menorehkan sejarah lain. Ia mengoleksi 47 gelar usai menjuarai Denmark Open pada minggu kedua Oktober 2026.

Catatan tersebut melampaui raihan Susi Susanti (46). Selang sepekan, An Se-young kian menjauh setelah menguasai French Open.

"Tidak ada lagi rintangan di jalurnya. An Se-yong bukan lagi sekedar peringkat satu tunggal putri dunia. Dia sudah menulis ulang sejarah bulu tangkis. Ketika kita bicara olahraga ini di masa depan, maka nama An Se-young tidak mungkin dilupakan," sanjung media China Sina Sport.

Berita Terkait