Efek Kontroversi Kylian Mbappe, Real Madrid Minta Maaf ke China, La Liga Turun Tangan Redam Krisis

Real Madrid minta maaf kepada rakyat China atas komentar Kylian Mbappe soal Mao Zedong.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 29 Oktober 2026, 05:00 WIB
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, tampak kecewa setelah timnya menyerah 0-2 dari Celta Vigo pada laga pekan ke-15 La Liga di Santiago Bernabeu, Senin (8/12/2025) dini hari WIB. (AFP/Thomas COEX)

Bola.com, Jakarta - Real Madrid menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat China pada Rabu waktu setempat setelah komentar Kylian Mbappe mengenai mantan pemimpin negara itu, Mao Zedong, menuai kecaman luas.

Bintang asal Prancis tersebut menyebut Mao sebagai seorang diktator, memicu gelombang reaksi negatif di pasar China.

Advertisement

Permintaan maaf dari Mbappe maupun La Liga sebelumnya belum meredakan polemik.

Presiden La Liga, Javier Tebas, bahkan membentuk tim khusus untuk menangani krisis dan mengadakan pertemuan dengan Duta Besar China, Yao Jing.

Kasus ini menyoroti risiko yang dapat dihadapi atlet dan merek dagang di pasar China yang bernilai besar.

Di China, satire mengenai Mao Zedong masih menjadi hal yang sensitif. Mao memimpin China sejak 1949 hingga meninggal dunia pada 1976.

Dalam pernyataan resminya, Real Madrid menyampaikan penyesalan atas dampak ucapan pemain andalannya tersebut.

"Real Madrid CF menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat China atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh perkataan terbaru pemain kami, Kylian Mbappe," demikian pernyataan klub.

Real Madrid juga menegaskan rasa hormatnya terhadap China, termasuk sejarah, kebudayaan, masyarakat, serta jutaan penggemar di negara itu yang menyukai dan mengagumi klub ibu kota Spanyol tersebut.


Laga Real Madrid Tak Disiarkan di China

Ilustrasi La Liga, Liga Spanyol. (Bola.com/AI)

Dampak kontroversi itu mulai terlihat pada kerja sama komersial dan penayangan pertandingan.

Migu, platform penyiaran milik pemerintah China, tidak akan menayangkan pertandingan Real Madrid melawan Racing Santander, Minggu (1-11-2026).

Padahal, Migu dijadwalkan menyiarkan sembilan dari 10 pertandingan La Liga pada akhir pekan ini. Duel Real Madrid menjadi satu-satunya laga yang tidak masuk jadwal siaran.

Migu belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters.

Sejumlah perusahaan China juga menghentikan kerja sama dengan Mbappe. Mereka termasuk perusahaan produk susu Mengniu dan Shanghai Milkground Food Tech, serta produsen minuman Eastroc Beverage.


Tim Penanganan Krisis

Presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas, berbicara kepada media di Ciudad del Futbol di Las Rozas, di luar Madrid, pada 16 Desember 2024. (OSCAR DEL POZO/AFP)

La Liga bergerak cepat dengan menghubungi Real Madrid dan membentuk tim penanganan krisis.

Langkah itu cukup signifikan mengingat hubungan Tebas dan Los Blancos selama bertahun-tahun diwarnai ketegangan akibat perebutan pengaruh dalam sepak bola Spanyol.

Real Madrid bahkan baru-baru ini meminta Tebas mengundurkan diri.

Kedua pihak kini mengesampingkan perselisihan mereka demi menghadapi potensi dampak finansial dari pernyataan Mbappe, baik dalam waktu dekat maupun jangka panjang.

Setelah Real Madrid mengeluarkan permintaan maaf, sejumlah sumber di La Liga menyebut Tebas sedang mempertimbangkan kunjungan ke China untuk meredam ancaman kerugian besar bagi sepak bola Spanyol.

La Liga juga akan mempertimbangkan peningkatan hubungan kelembagaan dengan Beijing.

Langkah ini muncul di tengah kekhawatiran serius mengenai kemungkinan penurunan pendapatan secara tajam, sementara televisi pemerintah China masih menunggu langkah rekonsiliasi lebih lanjut.


Awal Mula Polemik

Sebuah bus yang menampilkan bintang sepak bola Prancis, Kylian Mbappe, untuk produk minuman elektrolit "Bushuila" dari Dongpeng Beverage Group terlihat di sebuah jalan di Shanghai pada 27 Oktober 2026. Kylian Mbappe diputus kontraknya pada 27 Oktober oleh dua merek besar di China setelah beredarnya sebuah video daring yang memperlihatkan bintang sepak bola Prancis tersebut tampak melontarkan candaan mengenai mantan pemimpin Mao Zedong. (Jade GAO/AFP)

Polemik ini bermula dari sebuah video dalam siniar berbahasa Prancis yang kini telah dihapus.

Dalam rekaman itu, Mbappe membicarakan meme humor yang menampilkan wajahnya hasil suntingan pada foto seseorang yang ia sebut sebagai "seorang pria, saya rasa dia diktator China".

Para penggemar sebelumnya memang kerap membuat meme dengan menempelkan wajah Mbappe pada gambar tokoh militer dan politik.

Meme-meme itu menggambarkan seolah-olah sang pemain memiliki kekuatan untuk memengaruhi keputusan di klub-klub yang dibelanya. Media Eropa pun menjulukinya sebagai "sang diktator".

Pada Rabu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, turut menanggapi permintaan maaf Mbappe.

"Kami menanggapi dengan serius permintaan maaf yang telah disampaikan oleh orang tersebut," kata Guo ketika ditanya mengenai sikap China terhadap permintaan maaf tersebut.

 

Sumber: Reuters via Aljazeera

Berita Terkait