Sempat Berseteru, Michael Carrick dan Bruno Fernandes Kini Berdamai

Michael Carrick dan Bruno Fernandes berdamai, kapten MU itu berpeluang kembali ke tim.

Bola.com, Jakarta - Michael Carrick dan Bruno Fernandes sepakat mengakhiri perselisihan yang melibatkan keduanya di Manchester United.

Daily Star melaporkan, kesepakatan itu tercapai setelah Carrick menggelar pertemuan dengan sang kapten. Fernandes pun berpeluang kembali memperkuat Setan Merah saat menghadapi Chelsea, akhir pekan ini.

Sebelumnya, Fernandes tidak masuk tim ketika MU menjamu Bournemouth, Minggu malam lalu.

Keputusan itu diambil setelah gelandang asal Portugal tersebut melontarkan kritik terhadap pendekatan taktik Carrick seusai kekalahan dari Como di Liga Champions, medio pekan lalu.

Carrick merespons kritik itu dengan mempertanyakan etos kerja Fernandes dan para pemainnya.

Sang pelatih kemudian membiarkan kapten MU tersebut menyaksikan kekalahan telak 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford dari bangku cadangan.

Seusai pertandingan, Fernandes menjadi satu di antara pemain yang mendapat cemoohan dari pendukung MU.

 

Yuk, cari tahu jadwal Premier League 2026/2027 di sini.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Sepakat Akur

Situasi itu kini mulai mereda. Carrick dan Fernandes telah duduk bersama di pusat latihan Carrington untuk membicarakan perbedaan di antara mereka.

Pertemuan itu berlangsung setelah dipastikan Carrick tetap menangani MU dalam lawatan ke markas Chelsea di Stamford Bridge.

"Keduanya sepakat melanjutkan kerja sama dan tidak lagi mempermasalahkan konflik yang baru terjadi," tulis Daily Star.

Carrick menghadapi tekanan besar karena MU sudah melewati delapan pertandingan tanpa kemenangan. Posisi mereka di klasemen juga hanya terpaut satu poin dari zona degradasi.

Menghadapi Chelsea, Carrick membutuhkan kontribusi Fernandes, yang merupakan kapten sekaligus salah satu pemain paling berpengaruh di skuadnya.

Kembalinya sang gelandang ke dalam tim menjadi salah satu kemungkinan menjelang pertandingan penting di London tersebut.

Kritik Fernandes

Fernandes sebelumnya secara terbuka mengkritik pendekatan permainan MU saat menghadapi Como.

Dalam wawancara dengan HBO Max, ia menjelaskan keputusan untuk tidak melakukan penjagaan satu lawan satu merupakan kebijakan staf pelatih.

"Itu keputusan staf pelatih untuk tidak melakukan pressing satu lawan satu. Terkadang, kami membiarkan ruang di belakang dan mencoba merebut bola dengan menunggu lawan. Namun, memberikan ruang kepada tim seperti mereka bisa membuat kepercayaan diri lawan meningkat," ujar Fernandes.

Ia juga menyoroti awal pertandingan yang kembali berjalan buruk bagi MU. Menurutnya, tim gagal memberikan tekanan memadai kepada lawan dan kesulitan membangun serangan dengan pergerakan yang efektif.

"Kami kembali memulai pertandingan dengan buruk dan kebobolan sangat cepat. Tekanan terhadap pemain yang menguasai bola tidak cukup, pergerakan saat membawa bola juga kurang baik, dan banyak hal tidak berjalan sesuai keinginan kami," katanya.

Tanggung Jawab

Fernandes menilai kebobolan pada awal laga membuat MU kesulitan bangkit. Ia menyebut MU perlu berani menguasai bola dan menciptakan peluang untuk mengubah keadaan.

Ketika ditanya mengenai tanggung jawab Carrick atas kekalahan dari Como, Fernandes menyerahkan penilaian kepada sang pelatih dan stafnya.

"Itu menjadi urusan manajer dan staf pelatih untuk mengevaluasinya, bukan saya. Terkadang, kami harus lebih berani saat berada di bawah tekanan, mengambil risiko dengan melakukan pressing lebih tinggi, dan membuat lawan tidak nyaman," tuturnya.

Fernandes kemudian mencontohkan cara Como menghadapi dirinya. Menurutnya, pemain bertahan Como berani maju hingga ke wilayah pertahanan sendiri untuk memberikan tekanan kepadanya.

Ia menilai MU perlu menerapkan pendekatan serupa secara kolektif.

"Kami harus melakukannya sebagai sebuah tim, tetapi kami tidak mampu melakukannya. Tim yang membangun serangan melalui kombinasi umpan pendek di tengah bisa menyakiti kami melalui sisi sayap jika diberi terlalu banyak waktu dan ruang," ulas Fernandes.

 

Sumber: Daily Star

Video Populer

Foto Populer